
Davina di buat melongo dengan jawaban kedua anak Moa. Bagaimana tidak, jawaban kompak dan ketus mereka, sangat berbeda dengan suasana hati mereka tadi pagi.
Sejak mereka menginjakan kaki di Bali, terlihat raut kegembiraan di hati mereka. Tapi sekarang mereka terlihat marah dan jengkel.
" Hey baby twins !! " panggil Davina mengejar si kembar
" Don't call me Baby !!. " jawab mereka serempak pula dengan ketus
" Oke... My Prince. Tell me!! Why you angry ?? " jawab Davina mendekati Zaza
Namun mereka masih berjalan menuju kamar hotel mereka, sedang Davina mengekor di belakang mereka. Waktu kebersamaan yang sudah sejak dari kandungan, membuat Davina selalu menganggap kembar adalah anak nya sendiri.
Sampai di kamar, Davina masih menanyakan kenapa dengan mereka berdua. Akhirnya mereka pun bercerita jika Zaza menyuruh Davin untuk menikah dengan Moa, Zaza juga berencana akan membawa kabur Davin agar bisa menjadi ayah nya.
Davina terkejut dengan penuturan Zizi, ia Sekarang juga bingung jika bertemu dengan kakak nya, alasan apa yang akan ia beritahukan. Davina juga baru tahu jika Davin menikah secara terpaksa. Ia pikir ini acara ini adalah murni kehendak Davin dan sang kekasih. Pantas saja tadi sempat ada kru yang memberitahukan jika dirinya di cari Davin.
Davina sekarang bingung, harus menjawab bagaimana pada Davin, dan menjelaskan bagaimana pada Zaza, karena Zaza yang marah karena tidak mengenalkan Davin pada Moa sebelum nya.
" Zaza... Mommy sudah kenal baik dengan Uncle Davin. Tapi Mommy tidak cinta pada kak Davin. " terang Davina
" Kenapa Mimi ?? " tanya Zaza. ia heran dengan Mommy nya, kenapa tidak bisa mencintai pria setampan Davin.
__ADS_1
Davina hanya mengedikan bahunya, dari pada menjelaskan pada Zaza sebelum waktu nya.
" Bersihkan diri kalian dan pergi tidur. " ucap Davina, karena hari juga sudah malam. Mereka pun patuh dengan ucapan Davina.
Terdengar Davin mengetuk pintu kamar Davina. Kemudian mengajak Davina untuk keluar sebentar. Karena tak mau kembar hilang, Davina pun mengunci kamar mereka.
Di tepi pantai, kini Davin dan Davina duduk berjajar. Davina sudah kebingungan haruskah ia menjelaskan yang sebenarnya, atau harus berbohong lagi. Namun Davina juga bingung, harus dengan alasan apa lagi ia membohongi kakak nya.
Benar saja, Davin menanyakan kejelasan perihal anak anak yang ia bawa. Ia juga menjelaskan jika Zaza tadi sempat berbahasa Indonesia dengan nya. Dan mengatakan jika orang tuanya sudah berpisah.
Karena pertanyaan pertanyaan Davin yang memojokan, akhirnya Davina mengaku semua pada Davin. Jika kembar adalah anak Moa, selama ini Davina tinggal bersama Moa, dan ikut merawat anak anak Moa. Davina juga menjelaskan jika si kembar adalah anak dari Zoe. Namun Zoe selama ini tidak pernah tahu, dan juga tidak berusaha mencari mereka.
" Kenapa Davina ?? "
" Kenapa kamu lakukan ini semua padaku. Aku sudah menanyakan keberadaan Moa padamu kala itu. Aku sudah memohon Davina. Dan kamu adalah saudara kandungku, kenapa kamu tega lakukan ini Davina? " ucap Davin dengan memandang ombak di hadapan nya.
" Maaf kan aku Kak !! Moa melarang ku. Dia tidak ingin kembali dalam bayang bayang masa lalu. Dan kami sepakat untuk menutup masa lalu kami berdua dan menjalani hidup kedepan tanpa masa lalu lagi. " jawab Davina
" Apa kamu nyakin, kalian bisa bahagia tanpa bayangan masa lalu? " tanya Davin
Davina diam tak menjawab, ia sendiri belum bisa membuka hati untuk Pria lain, walau sudah pernah mencoba sebagai pelarian untuk melupakan Zack, namun Davina belum bisa nyaman dan merasakan debaran seperti saat bersama Zack dulu.
__ADS_1
Sedangkan Moa, walau Zaza sering sekali membawa berondong berondong tampan, juga Pria yang perfect, tapi Moa pun juga sama, ia seperti tak merasakan sesuatu apapun pada para pria itu. Entah karena sudah mati rasa pada lelaki, atau memang Moa sudah tidak ingin berhubungan dengan laki laki lagi, yang jelas Moa tak pernah mau untuk menjalin keseriusan dengan para Pria pilihan Zaza.
Sebelum kembali ke kamar, Davina dan Davin mampir ke sebuah kafe yang masih buka. Mereka menikmati malam, juga berbicara santai, karena sudah lama sekali mereka tidak bersama. Hingga Davina tertidur di sandaran Davin, kemudian Davin menggendong Davina menuju kamarnya.
14.00
Davina terkejut dengan suara ponsel yang terus berbunyi. Davina mencoba menggapai, dan menjawab, namun kemudian panggilan itu terputus. Davina melanjutkan tidurnya, namun tak berselang lama ponselnya kembali berbunyi. Davina mencoba mengangkat namun terputus kembali, seperti itu berulang ulang. Saking jengkelnya Davina membaca nama panggilan yang sudah membuat kacau masa istirahatnya.
" Davin ?? " gumam Davina kemudian ia duduk melihat tirai yang masih tertutup namun bisa terlihat jika hari sudah siang karena terik matahari yang menyengat. Ia memijit pelipis kepalanya yang masih terasa berat, ia menatap sekeliling ruangan benar kamarnya. Namun ia terkejut karena ia tidak menemukan si kembar.
" Zizi........ Zaza ........ !!!! " panggil Davina, dan melihat sekeliling ruangan. Namun terhenti karena Davin melakukan panggilan lagi. belum Davina menjawab, panggilan itu sudah di matikan kembali.
Akhirnya Davina membaca sebuah pesan dari Davin, yang belum ia baca.
Davina terkejut, ternyata Davin membawa lari kedua anak Moa. Davin menginginkan alamat mereka di Paris, jika tidak memberikan maka Davin akan membawa Zizi dan Zaza bersama dirinya, dan tidak akan bertemu dengan mereka lagi.
Davina di buat kebingungan dengan tingkah kakaknya, yang ternyata menuruti saran Zaza untuk kabur dari pernikahan. Sekarang ia yang di repotkan karena tidak di bawa serta kabur oleh Davin.
Davina menyesal tidak mendengarkan Moa untuk tidak membawa anaknya, karena pada akhirnya dia sekarang yang merasa terpojok.
Sebenarnya Davina juga kasihan pada Davin, karena semalam baru bercerita jika dirinya di jebak oleh seorang wanita, ia mengaku hamil, sedangkan Davin bersumpah tidak pernah menyetubuhi wanita itu. Walau ia pernah terbangun tanpa busana dengan wanita itu, namun ia sangat nyakin jika tidak melakukan apapun dengan wanita itu. Jika seandainya terjadi sesuatu, seharusnya ia pasti ingat, setidaknya sedikit reka adegan sedang melakukan sesuatu dengan wanita itu teringat, tapi ini sama sekali tidak mengingat. Namun karena tak punya bukti nyata, Davin hanya bisa terpojok dan terjebak dalam perjodohan.
__ADS_1
Davin kembali melakukan panggilan, kali ini Davin menjawab. Ia terpaksa melakukan ini untuk kebaikan semua, dan ia juga mengancam akan membawa pergi jauh si kembar jika tidak memberi tahukan alamat mereka di Paris. Baru Davina akan menjawab setiap ucapan Davin, panggilan itu sudah di matikan. Kini Davina merasa kalut, takut Davin benar benar membawa Zizi dan Zaza. Akhirnya ia mengirimkan alamat mereka di Paris. Kemudian ia bergegas membersihkan diri bersiap untuk ikut menyusul kabur Davin.
Bersambung........