
" Aku mohon Tuan, jangan masukan aku ke penjara !!! " kata Moa yang mulai panik, sampai menarik narik celana Zoe karena posisinya sekarang dia sedang berlutut di hadapan Zoe.
Zoe menatap Moa yang juga sedang menatapnya dengan pandangan mengiba.
Zoe pun menurunkan ponselnya, dan memasukkan ke dalam sakunya kembali.
" Baiklah, aku tidak akan melaporkanmu ke penjara. Namun aku punya dua syarat !! " kata Zoe
" Satu saja Tuan !!! " pinta Moa menawar. Karena ia tahu pasti Zoe akan memberikan syarat yang tidak mudah. Seperti yang sudah sudah Zoe selalu mempersulit hidup nya.
" Baiklah. "
Moa terseyum mendengar persetujuan Zoe.
" Tambah satu, berarti tiga syarat. " jawab Zoe santai
" Tapi Tuaannn -!!! "
" Empat syarat. "
Semakin Moa menjawab Zoe selalu menambahkan syarat untuk Moa. Akhirnya dengan cepat menyanggupi empat syarat, sebelum Zoe terus menambah jumlah syarat yang akan di berikan padanya.
" Pertama !! "
Zoe melihat Moa yang sedang menunduk lemas setelah mendengar banyaknya persyaratan yang diberikan padanya. Dan dapat dipastikan adalah hal yang tidak ia suka.
__ADS_1
" Kamu harus menciumku, dan membuat aku membalas ciuman mu Bagaimana pun caranya. "
Seketika Moa mendongakkan kepalanya, menatap Zoe tak percaya. Dulu saja berkata, sekalipun telanjang tidak akan menyentuhnya. Namun sekarang dia meminta persyaratan suruh menciumnya dan merayu sampai dia tertarik untuk membalasnya.
Entah mengapa Zoe seakan menjilat ludahnya kembali. Ia begitu sangat menginginkan Moa. Setelah ia mencium Moa, Zoe selalu saja tertarik untuk menciumnya lagi dan lagi. Tidak seperti dengan Jenifer, dia sering sekali menolak ciuman Jenifer walaupun ia juga mencintai Jenifer. Ia membalas ciuman Jenifer jika Jenifer terlihat sangat benar benar menginginkannya dan agar Jenifer tidak kecewa.
Namun dengan Moa, Zoe merasakan sensasi yang berbeda, apa mungkin Moa yang masih terlalu muda membuatnya bibir Moa seakan candu untuknya. Apalagi Zoe dapat tahu dan merasakan jika Ciuman yang ia ambil dari Moa adalah ciuman yang pertama. Tidak seperti dengan Jenifer, ia bukanlah laki laki pertama untuk Jenifer dalam segala hal. Bahkan kesucian Jenifer pun bukan dia yang mengambilnya. Itulah sebabnya ia tidak terlalu tertarik untuk berhubungan fisik dengan Jenifer.
" Bagaimana??? Jika kamu tidak mau, tidak masalah. Jika kamu menciumku, hanya kita yang tahu. Namun jika kamu masuk penjara, seluruh kota akan tahu jika kamu adalah nara pidana. Dan setelah keluar, kamu akan kesulitan melanjutkan hidup. Karena aku tahu keluargamu pun sudah melupakanmu. Dan jika bekerja, hanya pekerjaan kasar saja yang mau menerima mantan nara pidana. Itu pun juga orang tertentu saja. " kata Zoe menakuti Moa.
Karena tidak segera mendapat jawaban dari Moa akhirnya Zoe mundur dan berbalik.
" Oke, karena kamu memang lebih memilih bertemu polisi. Aku akan segera mengabulkanya. " kata Zoe dengan posisi membelakangi Moa
" Baiklah aku setuju !! "
Moa berdiri dan berjalan berlahan pergi kehadapan Zoe. Di lihat wajah yang sangat tampan dari Zoe, tubuhnya yang jangkung membuat Moa berjinjit dan kesulitan untuk mencium Zoe. Namun Zoe pun juga jual mahal tak mau menundukan wajahnya. Ia terus saja menyulitkan Moa untuk merayu dirinya. Ia ingin tahu seberapa keras perjuangan Moa untuk menciumnya.
Akhirnya Karena Zoe tak mau menunduk Moa pun melihat sekeliling, ia melihat koper yang sudah terisi pakaian juga jas milik Zoe, ia pun menutup koper itu dan ia mulai menaiki koper itu. Moa mulai mengalungkan kedua tangan nya di leher Zoe dan sedikit demi sedikit memajukan wajahnya. Dengan mata yang sangat terpejam ia menempelkan bibirnya di pipi Zoe dalam waktu yang sangat lama. Namun sama sekali tak ada pergerakan balasan dari Zoe.
Moa pun mulai membuka matanya di tatap wajah Zoe yang juga sedang melihat dirinya.
" Bagaimana caranya agar Tuan mau membalas ciuman ku?? " tanya Moa yang masih mengalungkan tangan nya di leher Zoe.
" Apa ini yang kamu sebut ciuman?? Apa kamu pikir aku anak tk yang jika dicium pipi oleh ibunya, maka ia akan balas mencium ibunya kembali?? " tanya Zoe
__ADS_1
Ada getaran hebat yang timbul di dada Moa, saat Zoe menjawab pertanyaan nya. Karena Moa dapat merasakan hembusan nafas Zoe saat berbicara, karena jarak wajah mereka yang sangat dekat. Yang sebenarnya Zoe pun merasakan getaran yang sama.
" Lalu.... Aku harus bagaimana? " tanya Moa polos. Bagaimana pun Moa belum pernah pacaran saat ini. Di umurnya yang masih sembilan belas tahun, sangat bodoh dalam hal yang berhubungan dengan cinta dan bercinta.
" Ciuman orang dewasa itu, seperti aku mencium mu tadi. " jawab Zoe enteng
Moa mulai bersungut, ia kini mengerti jika tadi Zoe di kantor menciumnya namun terlihat biasa saja. Itu pasti karena ia sering melakukan nya dengan Jenifer, karena mereka sama sama dewasa.
" Kenapa ??? Kamu keberatan ? " tanya Zoe yang mulai menunjukan jurus andalan yaitu sebuah Ancaman. Walaupun sebuah pertanyaan namun seolah mengisyaratkan penekanan.
Merasa tak dapat jawaban Akhirnya Zoe mulai mengancam lagi.
" Sudahlah, aku tidak tertarik bermain dengan anak kecil. Waktu terbuang sia sia hanya dengan menunggu. Kamu tahu, setiap waktu sangat berharga. " kata Zoe yang mulai kembali merogoh sakunya untuk mengambil ponsel.
Tanpa menjawab lagi akhirnya Moa menempelkan bibirnya di bibir Zoe, terasa hangat yang Moa rasakan, deru nafas Zor dapat ia rasakan saat ini. Lama Moa menempelkan bibirnya, ia tidak tahu bagaimana cara memulai sebuah ciuman, karena Zoe pun juga sama sekali tak ada respon atau balasan.
Akhirnya Moa, mulai menurunkan tangan kanan nya dan mulai membelai pipi Zoe, yang Moa sendiri tidak tahu, apa yang sedang ia lakukan saat ini.
Namun ternyata Zoe pun mulai mengeluarkan kedua tangan nya dari saku celananya, saat Moa mulai membelai wjahnya. Zoe seolah tersengat aliran listrik, merasakan sentuhan Moa. Satu tangan kirinya melingkar di pinggang Moa,dan satu tangan kanan nya meraih tengkuk Moa. Ia pun mulai membalas ciuman Moa, dengan menyesap dan menciumi bibir Moa. Ciuman yang sangat menuntut bagi Zoe saat Moa pun mulai bisa melakukan balasan ciuman nya.
Otak Moa pun juga ikut konslet, Moa yang belum pernah merasakan bagaimana berciuman bibir bahkan sampai seintim itu, mulai terangsang ikut permainan Zoe. Moa pun ikut hanyut dalam ciuman indah bersama Zoe. Ia bahkan ikut menikmati dan justru semakin ingin tahu bagaimana cara bercinta orang dewasa.
Tangan kiri Zoe pun mulai tak terkondisikan, yang semula melingkar di pinggang Moa, kini mulai memasuki kaos dan menyentuh pinggang Moa yang terasa halus.
Aduh... Moa.... tadinya Malu malu sekarang kok jadi Mau mau..... 🙈🙈🙈. Layangkan Vote kalian untuk langsung kan crazy up nya... Plisss 🥰🥰🥰
__ADS_1
Salam Manis Dari ShaNyu 😘😘😘😘