
Moa melihat jam dinding yang menggantung di kost nya. Sudah menunjukan pukul enam, namun Moa masih belum beranjak.
Ia masih mengingat kejadian semalam, benarkah mimpi atau memang nyata. Karena Moa merasa benar benar seperti nyata.
Moa terlarut dalam lamunan, sampai alamrnya berbunyi. Itu tandanya ia harus segera bebenah diri lalu berangkat kuliah.
Pukul tujuh Moa berangkat kuliah. Ia berhenti di halte untuk menunggu bus untuk membawanya ke kampus.
Pagi inimasih seperti belum semangat, ia berjalan gontai menyusuri jalanan menuju fakultas nya.
Bruukkk.......
Moa menabrak seorang senior nya, namun berbeda fakultas.
" Maafkan saya. " ucap Moa sambil membantu Pria yang ia tabrak memunguti buku buku yang jatuh berantakan. Padahal bukunya sendiri juga terjatuh berserakan.
" Tidak masalah. Aku juga yang terlalu terburu buru masuk, sampai tak melihat dirimu. " jawab Laki laki itu.
Setelah membantu Seniornya mengambil buku, kemudian ia sendiri mengambil buku bukunya.
" Maaf aku tak bisa bantu mengambil ya. Aku sudah terlambat. Lain waktu aku akan mentraktir mu, sebagai ganti ucapan maaf. " kata Pria itu tersenyum pada Moa.
" Tidak per------ "
Moa tidak melanjutkan kata katanya, karena Pria itu sudah berlalu meninggalkan dirinya.
" Semangat Moa. Bukan kah kamu sudah satu tahun setengah hidup tanpa bayang bayang Zoe. Dan itu membawa dampak yang baik. Kamu harus bisa move on. " ucap Moa pada dirinya sendiri untuk menyemangati
Jadwal kuliah Moa hari sampai pukul Satu. Biasanya hanya sampai pukul sebelas, kemudian Moa pulang ke kost nya untuk sekedar istirahat atau menjahit, namun karena siang ini sampai pukul satu, Moa memutuskan tidak balik kost karena pukul Tiga ia sudah berangkat lagi bekerja.
Walau tempat kerja Moa dekat dengan tempat kostnya, namun hari ini ia malas untuk kembali ke kost. Lebih baik ia istirahat di kampus.
Panas terik menyinari wajah Moa yang putih, membuat pipi nya kemerahan menahan panas.
Sesekali ia menyibak rambutnya kebelakang. Kemudian saking tidak kuatnya menahan gerah, ia berhenti di kursi taman. Karena memang kampus di sana di sediakan taman, untuk sekedar bersantai.
__ADS_1
Namun karena suasana panas, tidak mengurangi rasa gerah yang di rasakan Moa saat ini.
" Hey...... "
Moa terkejut dengan seseorang yang mengagetkan nya. Karena di kampus Moa memang tidak punya banyak teman. Ia lebih banyak teman saat di tempat kerja. Sehingga ia merasa aneh ada seorang yang mengganggu kesendirian nya.
" Aku lihat kamu sering sekali melamun. Apa hobby mu itu melamun?? " tanya Pria itu
Moa terseyum mendengar penuturan Pria yang sok akrab itu.
" Aku Bintang. "
Pria itu menyodorkan tangan untuk berjabat.
" Moa. " jawab Moa singkat dengan membalas uluran tangan Bintang, sehingga mereka saling berjabat.
" Aku mau menepati janjiku untuk mentraktir mu. Bagaimana kalo aku ajak ke kafe depan itu. " kata Bintang dengan Menunjuk sebuah kafe yang tidak jauh dari kampus itu.
" Emm.... Tidak perlu. Lagi pula aku juga tadi matanya meleng jadi sampai tidak melihatmu yang jalan tergesa gesa. " jawab Moa mencoba menguncir rambutnya keatas seperti di sanggul ala kadar
" Baiklah. Ayo !!! " kata Moa mulai beranjak dari kursi itu.
Bintang tersenyum tawaran nya di setujui oleh Moa, walau ada rasa canggung dari diri Moa yang sangat terlihat.
Setelah perbincangan hangat dapat di ketahui ternyata Bintang adalah seniornya. Bintang mengambil jurusan matematika. Tahun depan dia sudah akan mengajukan skripsi.
" Ternyata kamu seorang senior yang sangat pintar ya. Pantas saja buku buku mu banyak sekali. Jarang hlo yang biasa mengambil jurusan matematika." puji Moa yang melihat banyak buku ketika mereka bertabrakan tadi pagi.
" Siapa bilang, banyak teman satu kelas ku kok. " jawab Bintang
" O ... ya ?? Aku pikir matematika itu rumit, serumit hidupku... ahahha " kata Moa sambil tertawa dengan ucapan nya.
" Siapa bilang matematika itu rumit. Itu karena kamu tidak tahu rumus nya. Jika kamu tahu rumusnya, kamu akan dengan mudah menakluk kan soal soal dengan mudah. Seperti hidup, jika kamu tahu cara mengatasinya kamu tidak akan bilang itu rumit. " jawab Bintang
__ADS_1
" Masalah nya bagaimana aku bisa tahu cara mengatasinya ?? Aku bukan Tuhan, yang bisa tahu mana yang baik dan mana yang buruk. " jawab Moa sambil menyeruput kopi yang ia pesan
" Ingat Moa, menyelesaikan masalah itu, tidak harus dengan memikirkan yang baik saja. Tapi pikir kan dari yang buruk terlebih dahulu. Jika kamu sudah memikirkan keburukan dari jalan yang kamu ambil, jika sewaktu waktu jalan yang kamu ambil itu memang buruk, kamu tidak akan terlalu kecewa. Karena kamu sudah memikirkan di awal akan seperti itu. Tapi jika semua itu berbanding terbalik, kamu memikirkan dari yang terbaik dahulu, maka jika rencana mu berakhir buruk, kamu akan kecewa juga bisa merasakan sakit di hati kamu. " jawab Bintang.
Moa mengangguk angguk meresapi jawab Bintang.
" Memang benar ya, seorang yang pintar matematika itu encer otak nya. " puji Moa lagi.
" Iya kah ??? Aku rasa kebetulan saja. " jawab Bintang
Ahahah.....
Keduanya justru tertawa, mengingat kata kata mereka barusan.
Setelah perbincangan ringan, Moa memutuskan kembali ke tempat kerja, untuk bekerja. Karena Bintang memaksa ingin mengantar, Moa pun mau diantar, karena kebetulan waktunya pun mepet.
Seperti biasa Moa menggunakan penutup kepala, juga masker untuk memasak, kebetulan hari ini Restoran nya sangat ramai pengunjung. Membuat Moa sama sekali tidak istirahat. Pukul Sepuluh malam, akhirnya Moa dan teman teman bisa istirahat, setelah membersihkan dapur.
Dengan Wina, hari ini Moa pulang bersama. Mereka hanya cukup berjalan kaki untuk sampai ke tempat kost karena memang jaraknya tidak terlalu jauh.
" Wina... Semalam kamu pulang jam berapa?? " tanya Moa
" Aku semalam pulang jam sebelas, namun aku langsung tidur, karena semalam aku benar-benar ngantuk. Kenapa? " jawab Wina
" Tidak, aku rasa semalam tempat kost sangat sepi, saat aku kembali. " jawab Moa
" Nanti malam, bisa tidak kamu tidur bersama ku?? " imbuh Moa
" Kamu kenapa?? Tidak biasanya kamu penakut?? " tanya Wina penasaran
" Tidak ada apa apa sih. Hanya semalam. aku mimpi buruk. Aku takut nanti malam aku mimpi lagi. " bohong Moa
" Ya sudah, nanti malam aku tidur dengan mu. " jawab Wina
Keduanya sampai di tempat kost, Wina membersihkan diri di kamarnya, lalu menyusul ke kamar Moa. Tak berapa lama mereka terlibat obrolan santai, keduanya sudah terlelap di alam Mimpi.
__ADS_1
Malam ini Moa, walau tidur bersama dengan Wina, ia masih merasa mimpi yang sama. Tapi anehnya dalam mimpi Wina tidak ada.
Jangan lupa Like, komen, Gift dan Vote ya..... Agar Author semangat untuk Update ♥️♥️♥️♥️