
Zaza Berlari memutari mobil, untuk membukakan pintu untuk Mommy nya dengan tidak sabaran.
Karena saking senang nya, Zaza tidak memperhatikan kiri kanan jalan, atau depan belakang nya saat berputar mengintari mobil yang mereka naiki dari depan.
Dan naas nya, sebuah mobil belakang nya yang tidak melihat ada nya anak kecil tetap melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Ckittttt.......
Brukkkkkk.....
Sebuah kecelakaan tidak bisa di hindari, mobil yang melaju kecepatan tinggi itu, tidak berhasil menghindari tabrakan ini, walau sudah ngerem. Karena rem yang begitu mendadak, juga mobil yang melaju sangat tinggi membuat kecelakaan ini tidak dapat di elak lagi.
" Zaza......... !!!! " teriak Moa dari dalam mobil, kemudian membuka pintu mobil sendiri.
Ia berlari menghampiri orang orang yang sudah mengerebungi Zaza. Tubuh Moa mulai melemas
Moa tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun lagi,,saat ia menyaksikan begitu banyak darah yang sudah mengalir dari tubuh Zaza, dan Zaza pun juga sudah terbaring di jalanan yang beraspal.
Sedangkan Zizi yang baru keluar dari mobil segera berhambur, berusaha membangunkan Zaza yang sudah tidak sadarkan diri.
" Bangun Zaza....Bukan kah kamu ingin menjadi saksi pernikahan Mommy dan Uncle Davin paling depan. Zaza..... Bangunnn...... Ku mohon bangun lah !!! " teriak Zizi panik karena Zaza tak kunjung membuka matanya.
Davin yang mendengar kegaduhan dari luar, segera berlari untuk melihat.
Davin begitu terkejut saat mendapati Zizi menangisi adik kesayangannya yang tergelatak di jalanan penuh dengan darah yang menodai gaun putih nya.
__ADS_1
Begitu melihat Zaza yang tergeletak, ia segera membopong nya dan membawa ke mobil nya, di bantu Ayah nya, juga Zizi yang tidak bisa jauh lagi dengan Zaza. Bahkan Zizi seolah bisa ikut merasai sakit nya yang dialami oleh Zaza. Sedangkan Moa di bawa oleh Mama Davin di mobil lain, mengikuti dari belakang.
Dengan kecepatan penuh Davin membawa Zaza ke rumah sakit besar terdekat, Ia segera di larikan di ruang ICU, beruntung Zaza langsung mendapat penanganan medis dengan segera.
Karena begitu banyak darah yang keluar, pihak rumah sakit pun memberitahukan perlu tranfusi darah yang banyak, dan setelah di cek ternyata, golongan darah Zaza adalah golongan darah O langka. Golongan darah ini sangat sulit di dapat, karena memang tidak banyak pendonor yang memiliki golongan darah seperti ini. Sehingga sangat sulit untuk mendapatkan golongan darah tersebut.
Dan sayang nya, pihak rumah sakit hanya menyisakan satu kantong darah saja untuk golongan darah O langka tersebut.
Dokter pun memeriksa golongan darah Moa, sesuqi keinginan Moa. Namun, setelah di periksa, ternyata golongan darah Moa, tidak sama dengan golongan darah Zaza.
Hati Moa semakin syok, dan tidak bisa diajak berbicara lagi. Pandangan Moa menjadi kosong, dan tidak bisa mengeluarkan air mata lagi. Bahkan untuk berdiri menopang diri sendiri ia sudah tidak mampu.
Tanpa berpikir panjang pun Davin segera menghubungi Zoe selaku ayah kandungnya. Yang besar kemungkinan mempunyai golongan darah yang sama dengan Zaza.
Mendengar berita dari Davin, Zoe segera menyuruh Mike sang Asisten Pribadi nya untuk segera membuatkan jadwal penerbangan untuk diri nya dengan menggunakan Jetz Pribadi, tak perduli berapa banyak uang yang akan ia keluarkan untuk membayar sewa itu nantinya.
Sebenarnya Mike melarang Zoe untuk melakukan penerbangan melihat kondisi Zoe yang juga sedang sakit. Namun Zoe bersikeras untuk terbang, karena bagi nya nyawa anak nya jauh lebih utama di banding dengan kesehatan nya. Walaupun seberapa bencinya Zaza padanya, itu tidak mengurangi kasih sayang nya sebagai Ayah untuk anak nya.
Zoe juga sudah menghubungi pihak rumah sakit, tempat ia melakukan test DNA kemarin, ia meminta untuk mengirimkan beberapa kantong darah dengan golongan darah O tersebut. Sayangnya pihak rumah sakit hanya tinggal mempunyai dua kantong saja. Zoe pun segera memintanya dan dan menyuruh mengirimkan segera ke rumah sakit dimana Zaza dirawat, agar bisa untuk transfusi selama dirinya belum datang.
Membutuhkan waktu satu hari untuk bisa sampai, itu pun Zoe menggunakan Jetz Pribadi.
Sesampainya di rumah sakit, Zoe langsung di sambut dengan peluk dan tangis dari Zizi. Ia yang sebenarnya dalam kondisi tidak sehat, menguatkan diri Zizi, ia pun mendekati Moa dan memberikan semangat agar tetap tegar tanpa menyalahkan Moa sedikit pun.
Mendengar kata kata bijak Zoe, Moa baru bisa menangis kembali. Moa bahkan menangis terisak isak.
__ADS_1
Melihat Moa sudah di temani Davin juga Mama Davin, Zoe segera menemui dokter untuk melakukan transfusi darah secepatnya.
Setelah menemui dokter, dan menandatangani beberapa point yang di sepakati, Zoe di bawa pada ruangan agar di cek darahnya, yang baru kemudian di cocok kan dengan golongan darah Zaza.
Setelah dirasa cocok, barulah tranfusi darah segera dilakukan.
Zoe yang memang dalam keadaan tak sehat, memaksa sang dokter agar tetap mengambil darah nya, bahkan Zoe meminta agar tetap mengambil darahnya sekalipun jika terjadi sesuatu padanya, entah itu dia yang meninggal itu tidak masalah, asalkan anak nya sembuh. Namun jika sang dokter melakukan sebaliknya, Zoe yang selamat dan justru Zaza tidak bisa di selamatkan, Zoe akan menuntut pihak rumah sakit.
Itulah sebabnya, walau Sekarang Zoe sudah tidak memungkinkan untuk tranfusi, pihak rumah sakit masih mengambil darah nya. Bahkan Sekarang, satu tangan nya di infus cairan vitamin, sedang tangan satu nya di selang ambil darah nya.
Kejadian ini, tidak ada satu pun yang mengetahui. Hanya Zizi yang tahu, karena dia menemani, hanya saja ia tidak tahu maksud dua tangan Zoe yang tertancap jarum suntik itu.
Berkat tranfusi darah dari Zoe yang banyak, Zaza bisa cepat mengalami perubahan yang signifikan. Ia berlahan membuka mata nya, dan mencari keberadaan Mommy nya.
Dengan segera Moa masuk ke ruang Zaza di rawat. Ia segera menciumi seluruh wajah Zaza, dengan deraian air mata, Moa membelai rambut Zaza yang agak berombak. Terlihat Zaza masih sedikit lemas, dengan di bantu Moa, Zaza minum air putih.
Zaza menangis merasakan sekujur tubuhnya yang sakit juga perih, membuat hati ZMoa ikut teriris karena tidak bisa memgobati luka di tubuh anak nya ini.
Zaza pun menanyakan keberadaan Zizi, karena di semua yang menemani nya di kamar ruangan tempat nya berbaring, Zaza tidak menemukan Zizi saudara kandung.
" Mommy... Dimana Zizi ??? " tanya Zaza dengan suara berat dan lemah
Belum sempat Moa menjawab, sudah ada teriakan Zizi dari luar, yang memanggil manggil nama Daddy.
" Daddy.......... !!!!! " teriak Zizi dari luar ruangan melengking, di iringi suara tangis yang memilukan jiwa.
__ADS_1