
Davin berencana membawa Zee hari ini juga untuk kembali ke Indonesia. Ia tidak mau, untuk gagal di pernikahan yang ke tiga kalinya. Jika bisa, hari ini juga ia melangsungkan pernikahan, walau sekedar hanya mendapat suratnya terlebih dahulu.
" Tidak Davin, Aku masih mempunyai tanggung jawab Pekerjaan. Lusa kita bisa pulang ke Indonesia untuk meminta restu, itu pun jika aku di setujui untuk resign. " ucap Zee menolak ajak Davin, untuk saat itu juga kembali ke Indonesia menyiapkan acara pernikahan mereka.
Davin pun menelpon seseorang, tak lama kemudia pintu terbuka.
" Tentu saja aku mengijinkan mu untuk resign Zee, untuk apa Aku keberatan. Aku justru mengucapkan terima kasih, karena berkat diri mu aku naik jabatan. " ucap Manager Zee .
Ternyata semua ini sudah masuk dalam rencana Davin. Ia sengaja bekerja sama dengan Sang Manager untuk membawa Zee ke hadapan nya, dengan menjanjikan jabatan kepala Direktur di Perusahaan ini.
Zee menatap jengkel tapi bahagia, karena semua yang ia lakukan sebelum hanya akal akalan Davin dan sang Manager.
Karena merasa tidak ada beban pekerjaan lagi, Zee dan Davin segera melakukan penerbangan yang ternyata sudah di siapkan segala nya oleh sang Asisten pribadi Davin. Bahkan Zee yang ingin kembali ke Kantor untuk mengucapkan terima kasih pada Adam pun, tidak di ijinkan oleh Davin. Karena memang Penerbangan mereka sebentar lagi akan lepas landas, tidak memungkinkan jika Zee kembali ke kantor.
Segala barang barang Zee akan diambil oleh Asisten Pribadi Davin, dan akan menyusul di kemudian hari.
*************************
Sampai di Jakarta, Davin dan Zee memilih untuk pulang ke kediaman Ackerley. Rencana nya Davin akan langsung meminang Zee, setelah mendapat restu ia akan membawa Zee ke pihak keluarga nya.
__ADS_1
Papa Zee sedikit terkejut dengan kepulangan Zee, karena sebelumnya Zee tidak pernah memberitahukan jika ia akan kembali ke Indonesia. Dan sekarang ini ia kembali, akan kah itu tandanya Zee kalah dengan sebuah taruhan Papa nya kemarin.
Setelah terjadi sapaan basa basi, Davin mulai memperkenalkan diri,, yang sebenarnya mereka sudah saling kenal, karena sebelumnya mereka pernah bekerja sama.
Davin langsung pada intinya untuk melamar Zee. Semula Tuan Ackerley tidak begitu nyakin karena Zee tidak pernah sekalipun menyinggung masalah Davin. Tapi sekarang tiba tiba mereka akan menikah.
Tuan Ackerley diam saja, mendengar penjelasan Davin, jika dirinya benar benar mencintai Zee, dan berjanji tidak akan menyakiti, bahkan ia berjanji akan menjaga Zee melebihi menjaga diri nya sendiri.
Namun ketika Zee menyakinkan jika diri nya juga sangat mencintai Davin, juga ingin hidup bersama dengan Davin, maka Tuan Ackerley hanya bisa merestui. Walau ia melihat tidak ada keserasian antara mereka. Zee yang masih terlihat anak kecil dan masih muda, harus menikah dengan Davin, walau terlihat tampan, tapi perbedaan umur mereka hampir sekitar delapan tahunan. Tapi karena Zee terlihat sangat mencintai Davin, Tuan Ackerley hanya bisa diam dan mengalah.
Kebetulan Zee masih di sana, Tuan Ackerley mendapat panggilan video call dari Zoe. Ternyata Zoe memamerkan kedua cucu Tuan Ackerley, tangis haru terlihat dari wajah Tuan Ackerley. Ia sama sekali tidak mengetahui jika Moa selama ini mengandung anak dari Zoe, bahkan mereka kembar.
Zoe yang penasaran dengan kehadiran Davin di rumah nya pun menanyakan ada apa. Tuan Ackerley pun menerangkan yang sesungguh nya jika Davin melamar Zee.
Zoe tidak setuju dengan pernikahan mereka, karena ia takut Davin menikahi Zee hanya sebatas pelampiasan saja karena di tinggalkan oleh Moa. Tak tanggung-tanggung Zoe menasehati Zee di depan Davin.
" Aku tidak perduli hanya pelampiasan atau pelarian, aku bisa hidup di samping Davin, dan selalu menemani menjalani kehidupan bersama Davin, itu sudah cukup. Jika sekarang Davin belum bisa mencintai ku dengan tulus, aku yang akan memberikan ketulusan cintaku untuk nya agar berbalas. " ucap Zee serius.
" Kenapa Kamu begitu egois Zoe, aku sudah merelakan Moa untuk kembali pada mu, tapi kamu tidak bisa merelakan Aku bahagia dengan Zee, apa kamu pikir hanya kamu yang berhak bahagia ?? " skak mati dari Davin membuat Zoe terdiam dan tidak mau menjawab, karena itu hanya jadi perdebatan panjang. Lagi pula Moa justru bahagia, jika Davin bisa bersanding dengan Zee, karena menurut Moa, Davin serasi bersanding dengan Zee. Selain cantik juga tampan. Keduanya adalah orang orang terbaik di sekitar Moa. Yang pada akhirnya Zoe kembali mengalah dan menerima keputusan mereka.
__ADS_1
Namun saat mendengar jika dirinya di harap segera pulang, karena acara akan di gelar dalam minggu ini, Zoe kembali melarang. Sikap egoisnya kembali keluar dan protes.
" Tidak Bisa !!! Bagaimana pun aku adalah Kakak tertua, maka aku dulu yang akan melakukan bangun nikah bersama Moa. " tutur Zoe tidak mau kalah.
" Kakak.... Kak Zoe sudah pernah menikah. Anak Kak Zoe juga sudah dua, jadi biarkan Kami terlebih dahulu. " jawab Zee, juga tak mau kalah
Namun Zoe bersikeras ingin melaksanakan bangun nikah segera. Rencana nya minggu depan mereka baru bisa pulang. Karena Zoe juga Moa akan mengturua semua keperluan mereka juga pencabutan sekolah untuk kembar, karena rencana nya setelah pernikahan nanti, Keluarga Moa juga Zoe akan menetap di Bali.
Karena perdebatan panjang, yang Zoe melarang Zee menikah terlebih dahulu, namun dirinya juga tidak bisa langsung pulang, maka Tuan Ackerley menegahi. Tuan Ackerley akan menikahkan kedua anak nya secara bersamaan. Terpaksa baik Zee juga Zoe menerima keputusan Papa nya.
Setelah mendapat persetujuan dari Zoe, mereka memutuskan panggilan Video itu. Davin pun memohon ijin pada Tuan Ackerley, untuk membawa Zee pulang ke rumah nya, karena dari Swiss mereka langsung menuju rumah utama ini.
Tuan Ackerley memberi ijin, asal kan nanti malam, mereka kembali dengan keluarga Davin, untuk melakukan makan malam, serta langsung membahas masalah rencana pernikahan mereka. Davin pun menyetujui permintaan Tuan Ackerley.
Davin memboyong Zee pulang ke rumah nya. Ia sadar orang tua nya pasti tidak akan langsung memberi lampu hijau, setelah berkali kali ia gagal menikah. Maka dari itu Davin pun menasehati Zee, agar tidak tersinggung, jika seandainya mereka tidak langsung di restui oleh orang tua nya.
Davin menyakinkan pada Zee, jika Mereka lakukan itu semua, bukan karena benci pada Zee atau lain nya. Melainkan karena mereka takut, Davin gagal untuk ketiga kalinya.
" Kamu tenang saja. sekalipun seluruh keluargamu menentang, asalkan Kamu di depan ku, aku akan selalu mendampingi mu " ucap Zee sambil langsung memeluk lengan Davin, sehingga Davin pun tersenyum bahagia. Ia merasa sangat beruntung di cintai wanita secantik dan seteguh Zee.
__ADS_1
Percayalah Akan ada pelangi setelah hujan. Akan Ada kebahagiaan setelah terabaikan. Karena rencana Tuhan jauh lebih Indah dari yang Kamu bayangkan 🥀🥀🥀