After Love

After Love
Bab. 59 Perpisahan


__ADS_3

Empat tahun Kemudian


" Mimi ,Pliss........ !!! bujuk Mommy. Kita pengen banget ikut Mimi. " rengek Zaza


Untuk pertama kali nya Davina akan meninggalkan Moa juga si kembar. Ia akan kembali ke Indonesia untuk menghadiri acara pernikahan kakaknya Davin. Setelah hampir lima tahun Davina tidak pulang, pihak keluarganya memaksa Davina untuk pulang. Jika tidak pulang di acara sakral kakaknya, orang tuanya berjanji akan mendeportasi Davina dari Paris.


Sedangkan Davina tahu, jika Moa pasti tidak akan mau menghadiri acara kakaknya. Bagaimana pun Moa dan Davin pernah ada sebuah rasa yang belum bisa terjalin.


Kini ketiganya menghampiri Moa di dapur yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.


" Mooom ..... !!! " panggil ketiganya dengan raut wajah semanis mungkin.


Moa menatap ketiga wajah di hadapan nya, ia bisa langsung tanggap apa yang di harapkan dari nya. Karena sebelum nya mereka sudah membahas dengan keputusan Moa yang tidak mengijinkan si kembar untuk ikut ke Indonesia.


" No. Big No !! " ucap Moa tegas


Terlihat wajah kecewa si kembar, Sebenarnya Moa juga tidak tega melihat raut wajah kecewa mereka. Namun Moa sangat takut jika si kembar ikut Davina kembali ke Indonesia, terlebih wajah kedua anaknya yang hampir sama persis dengan Ayah mereka. Mungkin karena kebencian mendalam pada Zoe dulu, membuat kedua buah hatinya memiliki wajah yang sama persis dengan Zoe.


" Moa,, baby twins pengen lihat pantai. Kita jarang sekali berlibur karena kesibukan mu mengurus butik. Lagi pula, acara kak Davin di Bali, bukan di Jakarta Moa. " ucap Davina mencoba membujuk, seperti keinginan kedua anaknya.


" Davina, Kak Davin dan ....." Moa tak melanjutkan ucapan nya dan hanya menatap kedua anak nya, kemudian melanjutkan aktifitasnya mengangkat nasi goreng yang sudah matang.


Davina mengerti maksud ucapan Moa. Ia sendiri juga takut, tapi jika melihat kedua anak Moa yang kecewa jadi kasihan.


" Oke Mom. Kita tidak akan pergi. Aku tahu pilihan Mommy adalah yang terbaik. " ucap Zizi walau kecewa bisa menerima.


Berbeda dengan Zaza, dia langsung ngambek memarahi kakaknya yang selalu menuruti ucapan Mommy nya.


" Brother.... !!! " panggil Zaza ketus

__ADS_1


" Semua nya duduk sarapan !! " perintah Moa tak menanggapi ucapan Zaza


" Aku tidak lapar !! " ketus Zaza masuk kamar.


Moa menatap anak nya yang berlari ke kamar. Ia juga merasa bersalah, selama ini hanya menyuruh mereka belajar belajar dan belajar, tanpa memikirkan jika mereka perlu hiburan.


" Davina... " panggil Moa,menyuruh untuk tetap sarapan , sedangkan dirinya menyusul Zaza ke kamar. Ia teringat sifat Zaza yang sangat keras, sama persis dengan dirinya sewaktu muda. Ia tidak pernah takut dengan siapapun, walaupun itu ibu tirinya.


Moa menarik nafas dalam, dengan mempunyai dua anak kembar yang berbeda sifat, membentuk Moa menjadi seorang ibu yang lebih sabar, dan harus bisa menahan emosi.


" Zaza.... , bangun sayang, ayo sarapan dulu. " ucap Moa lembut. Ia tidak ingin, membuat Zaza semakin marah berkepanjangan.


" No. " ketus Zaza


" Sayang,, nanti Mommy janji akan mengajakmu berlibur ke pantai. Tapi tidak ke Indonesia sayang. " pinta Moa


" Sayang.... Apa salah jika Mommy punya keinginan. Itu semua karena Mommy sangat menyayangi kalian. " jawab Moa.


Zaza menghapus air mata nya, kemudian memeluk Mommy nya.


" Zaza juga sayang Mommy. Tapi kami hanya berlibur paling lama seminggu Mom. Apa salah jika Zaza juga pengen melihat keindahan pantai Bali. " jawab Zaza


Sebelumnya Zaza dan Zizi pernah mendengar percakapan Davina dan Moa yang membahas acara Davin di bali. Kemudian dua anak itu langsung browsing di internet seputar Bali. Dan mereka begitu takjub dengan keindahan pantai Bali.


" Oke !! Fine. Kalian bisa kesana. " ucap Moa mengalah pada akhirnya.


" Tapi ada syaratnya !! " ucap Moa, yang langsung diangguki oleh Zaza. anak itu seolah begitu terhipnotis untuk pergi ke Indonesia, Sampai tidak perduli syarat apa yang akan di ajukan oleh Mommy nya.


Moa dan Zaza pun keluar dari kamar, terlihat Zaza yang begitu riang, membuat Davina dan Zizi menampakkan raut wajah penasaran.

__ADS_1


Moa pun menerangkan, jika mereka boleh ikut Davina ke Bali, dengan catatan, selama di Indonesia, mereka harus berbahasa inggris. Dan dilarang keras berbicara dengan orang Indonesia yang tidak di kenal siapa pun itu. Jika ada yang bertanya orang tua mereka, mereka hanya di perbolehkan menjawab anak dari Madam Neil dan Daddy Neil. Sedangkan Davina, dia harus menjaga si kembar, agar tidak bertemu dengan keluarga Ackerley siapapun itu.


" Siap !! " jawab ketiganya serempak, dengan posisi tangan seperti sedang hormat bendera.


Setelah sarapan mereka pun berkemas. Moa membantu kebutuhan si kembar yang akan di bawa. Moa sebenarnya sedih, juga punya firasat tak baik. Tapi jika melihat kedua anaknya yang begitu antusias, Moa segera membuang pikiran buruk tentang firasatnya.


Setelah semua beres, Davina juga Moa pergi ke butik. Sedangkan kedua anaknya di titipkan di sekolah untuk mengikuti pendidikan usia dini. Karena rencana nya besok mereka akan terbang ke Indonesia.


Butik.


" Moa ... Aku tahu apa yang kamu takutkan. Tapi percayalah, baby twin sangat pintar. Dia tidak mungkin akan memilih ikut daddynya, jia seandainya mereka bertemu. " ucap Davina menyakinkan


" Davina, Zoe punya kekuasaan. Kita akan kalah jika berurusan dengan mereka. Sedang Twins, mereka masih kecil. Mereka belum bisa menentukan keputusan. " jawab Moa


" Sayang. Aku punya orang tua, kamu punya komisi perlindungan wanita. Twins punya komisi perlindungan anak. Kita akan menang jika dalam memperebutkan Twins, percayalah. " jawab Davina


" Fine. " jawab Moa ragu. Ia masih tidak fokus, ia takut jika seandainya Zaza akan memilih ayahnya, karena selama ini Zaza berharap mempunyai ayah.


***********


Pagi ini, ketiganya terlihat sudah rapi, begitu pun juga Moa, yang akan mengantar mereka ke Airport. Sebenarnya Zizi juga tidak ingin pergi dan menemani Mommy nya, karena Zizi sejak dalam kandung selalu lebih care dengan ibunya. Namun Moa tetap menyuruh untuk ikut, agar bisa menjaga Zaza yang sangat ceroboh.


Terlihat raut sedih di wajah Moa melepas anak anaknya. Anak anak yang tidak ia harapkan sebelum nya. Sekarang, ia sangat tidak rela untuk melepaskan kepergiannya. Selama empat tahun, ini adalah awal pertama Moa berpisah dengan kedua anak nya. Tanpa terasa air mata Moa menetes melepas kepergian anak anaknya. ingin rasanya ia juga ikut, namun Moa masih takut, jika nantinya ia bertemu dengan Zoe. Ia masih belum bisa mematapkan hati, menerima kenyataan jika Zoe bersanding dengan wanita lain.


Begitu pun Zizi dan Zaza, ia pun juga ikut menangis berpisah dengan Mommy nya. Walaupun semula Zaza yang bersikeras untuk ikut ke Bali, tapi pada akhirnya, tangis nya lah yang terdengar paling kencang melepas Moa berdiri sendiri di Airport tanpa ikut terbang bersama mereka.


Bersambung.....


Jangan Lupa Gift kalian yang banyak, bisa menambah Update Author juga semakin banyak perhari nya. Jadi jangan pelit untuk Gift juga Vote ya.... Love you full untuk kalian....🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2