
" Tahan ya kak !!! wajah kakak tidak boleh bengkak. Kak Zack aja sudah mati matian memperjuangkan penampilan kakak di peluncuran produk series terbaru di Bali nanti, masak iya justru wajah kakak jadi biru seperti ini. " kata Zee dengan menempelkan es batu ke wajah Moa, dan lagi lagi Moa menghindar.
" Memperjuangkan penampilan? memperjuangkan bagaimana? " tanya Moa tak mengerti maksud Zee
" Kak Zack tadi memaksa ku ikut ke butik langganan keluarga, Kakak tahu kenapa? Karena dia hanya akan mengukur postur tubuh kakak saja yang sama dengan ku?? Menjengkelkan bukan. Tapi lihat kak... Kakak harus coba baju baju ini, sangat cocok untuk kakak. " kata Zee berlari mengambil paperbag di sofa, lalu kembali berlari ke dapur.
Zoe pura pura bermain ponsel, padahal sejak tadi ia menguping pembicaraan istri juga adiknya.
" Kenapa baju baju seperti ini?? " tanya Moa saat melihat baju baju yang sangat pas di tubuhnya.
" Hahaha..... !!!! " Zee tertawa sendiri mendengar penuturan Moa
" Kenapa dengan mu?? " Moa mengalihkan pandangan nya.
" Kamu tahu kak, tadi sore apa yang diucapkan kak Zack, saat aku menyuruh kak Moa saja yang harusnya di ajak. 'Moa pasti akan menolak, dan mengatakan Baju apa ini??' Ternyata kak Zack benar, kamu akan mengucapkan itu saat melihat dress ini." kata Zee
" Aku tidak mau Zee, toh aku disana hanya membawakan acara. Dan mengenalkan keutamaan produk, bukan mengenalkan diriku. " sahut Moa
" Kak, penampilan itu perlu. Seumpama kakak di nasehati tukang somay, dengan di nasehati oleh ayah tentang bisnis, kira kira kakak akan lebih percaya mana? Pasti kak Moa lebih percaya ayah kan, karena Ayah lebih sukses. Begitu juga dengan penampilan kakak yang biasa saja menawarkan produk, sekuat apa menawarkan kehebatan produk, tapi jika kakak tidak menarik hati klien mereka pasti tidak akan respect kak. " jawab Zee menggurui
" Ternyata jiwa bisnis ayah menurun pada semua anaknya ya. Walau masih ngompol tapi sudah pintar dalam pandang bisnis. " kata Moa
" Enak saja. Aku gak ngompol ya, aku sudah punya pacar. " kata Zee keceplosan dan langsung menutup mulutnya rapat rapat.
" O ya.... Siapa pangeran yang sial menjadi kekasihmu itu,hhhh..... " kata Moa
" Kak Moa.... " Zee memukul lengan Moa karena mengolok olok dirinya.
__ADS_1
" Sudahlah, nanti aku kompres sendiri saja di atas. Aku ke kamar dulu. " kata Moa mengambil es batu
" Kak, bajunya. Harus di pakai. demi kemajuan bisnis ayah !! " kata Zee menyodorkan paperbag
" Terima kasih. " kata Moa menerima paperbag itu.
" Itu tidak gratis kak !!! Aku akan menghalangimu untuk tidak keluar dari rumah ini. Karena kamu harus membayar hutang baju itu terlebih dahulu. Dan kamu pasti akan tercengan dengan harganya yang tidak cukup untuk setengah tahun gajimu. heheh " gumam Zee saat Moa sudah naik keatas tangga. Hanya Zoe yang mendengar gumaman Zee.
Zoe yang mendengar Zee bergumam pun bangkit.
" Bagaimana jika aku memberitahu kakak ipar tersayang mu itu !! " kata Zoe menggoda Zee.
" Jangan kak !!! Pliss .... " kata Zee
" Dengan syarat !! " kata Zoe dengan memperlihatkan telunjuknya
" Apa ??? " ketus Zee. Ia jengkel kenapa bisa keceplosan dan tidak memperhatikan disana ada Zoe.
Sekarang ini Moa memang menempati kamar Zoe. Karena Zoe tidak pernah menginap di rumah utama. Ia lebih senang hidup sendiri di apartemen nya. Karena malam itu Moa mendadak ke rumah itu, jadi dia disuruh menempati kamar Zoe. Karena kamar tamu belum di bersihkan. Akhirnya sampai sekarang Moa tinggal di kamar itu, tanpa pindah ke kamar tamu, karena tidak ada yang menyuruh Moa pindah. Lagi pula kamar tamu ada di bawah, juga kamarnya sempit, jadi mereka merasa kurang nyaman menyuruh Moa pindah. Lagi pula Moa juga istri Zoe.
Zoe membuka pintu kamarnya yang ternyata tidak di kunci. Zoe membuka dan masuk begitu saja.
" Ceroboh. " gumam Zoe
Zoe mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Zoe mencoba membuka tapi ternyata di kunci. Akhirnya Zoe memilih menunggu rebahan di ranjangnya.
Setengah jam kemudia Moa keluar dengan handuk di kepalanya, juga handuk yang melilit tubuhnya. sangat pendek. Karena terekpos paha mulusnya juga dadanya yang basah karena tetesan air dari rambutnya yang basah, karena tidak terserap sepenuhnya dari handuk di kepalanya.
__ADS_1
Zoe menelan ludah kasar, saat Moa tidak menyadari kehadirannya justru membuka handuk di kepalanya dan mengeringkan rambutnya. Aroma sampo menyeruak di seluruh ruangan, bahkan Zoe tidak bisa berkedip melihat keindahan tubuh Moa tanpa ada cacat sedikit pun.
Zoe duduk semakin intens melihat Moa, membuat Moa terkejut karena ia hanya menggunakan handuk saja.
" Kenapa kamu bisa disini?? " tanya Moa dengan segera menggunakan handuk kecilnya untuk menutupi dadanya yang sedikit terlihat
" Kenapa bisa disini?? Ini kamar ku. Apa salahnya aku di kamar sendiri. " kata Zoe santai ia menggapai tubuh Moa dan mendudukan di pahanya.
" Kamu sengaja menggodaku bukan?? " tanya Zoe lembut.
" Aku tidak tahu kamu di sini. " kata Moa gugup. Ia sedikit risi dengan jawaban lembut Zoe yang tidak seperti biasanya.
Moa memberontak berusaha melepaskan tubuhnya dari pangkuan Zoe. Namun semakin dia bergerak handuknya semakin turun dan gulungannya pun pudar, hingga terlihat separuh dadanya yang bisa di lihat oleh Zoe.
" Jika kamu terus bergerak aku memastikan handuk ini akan lepas dari tubuhmu. " ucap Zoe tepat di telinga Moa
Deg....
Jantung Moa seakan terhenti, ia melihat handuknya yang sudah hampir jatuh itu. Ia segera membenarkan dan menjadi diam. Ia tidak menyadari jika handuknya merosot karena begitu terobsesi melepaskan diri dari Zoe.
" Apa Mau? Agar kamu bisa melepaskan aku ! " tanya Moa ketus
" Apa mau ku?? Kira kira apa yang di inginkan Suami terhadap istrinya jika sedang bersama?? " kata Zoe masih lembut
" Hahhaa..... Istri?? Sejak kapan Anda menganggapku istri Tuan Muda Zoe?? Apa Anda lupa?? Jika aku hanya sampah jalanan yang di pungut keluarga Ackerley. Harusnya Anda tidak lupa !!! dan harusnya saat ini Anda jijik karena menyentuh sampah kotor seperti ku !! " ucap Moa masih memegang kedua tangan Zoe agar melepaskan dirinya
" Sejak kapan ? Sejak saat ini !!! Karena sejak saat ini kamu harus memenuhi kewajibanmu sebagai istri Zoe Ackerley. " kata Zoe melepaskan tangan kiri nya dan memutar wajah Moa agar melihat wajahnya.
__ADS_1
Jantung Moa seakan akan keluar dari dadanya. Dadanya panas bergemuruh saat melihat raut wajah tampan Zoe yang sangat sayu, terlihat jelas wajah tampan Zoe tanpa terhalang sesuatu apa pun. Karena kini kedua nya seakan tidak berjarak, saling menatap menyusuri perasaan masing masing.
Ea......... Gimana selanjutnya ???? Nantikan terus kelanjutan nya..... Ada kisah super romantis dari Zoe untuk Moa. Romantis ??? salah ... !!! yang ada memaksa,, karena Moa tidak pernah mengharapkan nya.... 😅😅😅