After Love

After Love
Bab. 47 Kesedihan Moa


__ADS_3

Hancur hancur Cinta ku


Sakit sakit Hati ku


Tapi Tak bisa


Aku menyalahkan mu


Inilah Jalan mu


Inilah Nasib ku


Yang tak Ku suka.....


Republik.


Moa hanya bisa menatap punggung Zoe yang akan hilang dari pandangan mata nya, karena sudah keluar dari ruangan nya.


Ternyata jangan kan mempersulit, Zoe sama sekali tidak mengeluarkan suara saat para juri menilai karya kontes nya.


Wina yang sejak tadi memperhatikan Moa, mulai menyadari jika ada sesuatu yang di sembunyikan dari nya. Wina mulai menanyakan ada masalah apa, namun sayang Moa selalu mengelak.


Moa mulai menyibukan diri, untuk menghapus pikiran nya tentang Zoe. Ada sedikit rasa nyeri di hati saat melihat Zoe yang sama sekali tidak melihat nya. Bahkan seolah tidak pernah saling mengenal.


" Moa sudah malam, sudah banyak yang kembali ke kamar. Mungkin sebentar lagi tempat ini juga akan di kunci. " ucap Wina memperingati


" Kamu duluan saja Wina, aku selesaikan kancing ini dulu. " jawab Moa masih sibuk dengan gaun yang ia buat


" Aku tunggu saja. " jawab Wina


" Lebih baik kamu duluan, nanti ketika aku sampai kamar, kamu sudah selesai mandi. Jadi lebih menghemat waktu. " jawab Moa yang pada akhirnya Wina menurut.


Moa mulai terlarut dengan pekerjaan nya, sampai Moa di kejutkan dengan kehadiran security yang mengatakan ruangan ini akan di kunci juga di matikan lampunya.


Akhirnya Moa keluar ruangan. Ia menyusuri lorong yang sudah sangat sepi.. Rasa letih melanda, ia berjalan lesu dengan menunduk. sampai keningnya menabrak sesuatu, karena pikiran Moa sedang kosong.


Moa mendongak kan kepala nya, menatap apa gerangan yang ia tabrak. Setelah melihat , Moa segera memundurkan tubuh nya, dan berjalan di samping orang yang ia tabrak.


Pria itu menarik tangan Moa, saat melewati dirinya. Pria itu membawa tubuh Moa, ke dalam pelukan. Sejenak Moa terbawa suasana, ia ikut merasai degup jantung orang yang memeluk nya. Namun kemudian ia tersadar dan mengurai pelukan.

__ADS_1


" Biarkan ku pergi Zoe !! " ucap Moa


" Aku sudah memberimu kesempatan untuk pergi. Namun sekarang kesempatan itu sudah habis Moa. Aku tak akan mengijinkan mu untuk pergi dari ku lagi. " ucap Zoe semakin memeluk Moa semakin dalam


" Sejak kamu sudah mengijinkan aku pergi, sejak itu pula, aku tidak ada hak untuk bertahan di sisimu. " jawab Moa


" Aku sudah mengubur nama mu dalam dalam Zoe. " imbuh Moa mencoba melepaskan pelukan


" Aku akan menggali kembali. Aku akan menunjukan cintaku di hadapan mu yang semakin dalam ini. " jawab Zoe


" Cinta ??? Sejak kapan aku mendapat posisi di cintai oleh mu. " ucap Moa sedikit meremeh kan.


" Sejak kamu hadir di kehidupan ku. Sejak kamu selalu membantah ku, sejak kamu menuruti semua kemauan ku. Atau entah sejak kapan, yang jelas aku tidak bisa memindahkan posisi mu di hatiku. " jawab Zoe yang membuat Moa terdiam sesaat.


" Bagaimana jika aku tidak mencintaimu? " tanya Moa pada akhirnya


Zoe mengurai pelukan Moa, dan menatap wajah yang selama ini ia rindukan.


" Sekalipun kamu tidak mencintai ku, aku akan selalu menunjukan cintaku untuk mu Moa. " ucap Zoe


" Aku akan selalu mencintaimu. " ucap Zoe lagi


Moa memilih pergi setelah Zoe melepaskan pelukan nya.


Moa memasuki lift dan menekan angka delapan. Zoe pun ikut masuk, terlihat suasana mulai sepi. Moa melihat jam di pergelangan tangan menunjukan pukul sembilan malam.


Tring........


Terdengar lift menunjukan angka delapan, dan pintu nya mulai terbuka, di ikuti Moa yang mulai keluar.


" Moa..... ! " panggil Zoe, karena dia tidak ikut keluar


Moa menoleh kebelakang, dan menatap kedua mata Zoe yang sangat teduh juga sedang menatapnya.


" I Love You. " ucap Zoe


Moa terdiam sesaat, namun kemudian ia keluar tanpa menjawab apa pun.


Sampai di luar Lift, dan terdengar suara lift tertutup, Moa menyungging kan senyum nya.

__ADS_1


" Sebodoh ini kah diriku ?? Hanya dengan pengakuan cinta nya, aku bisa bahagia dan tersenyum. " gumam Moa sendiri.


Sampai di kamar ruangan nya, Moa sudah di sambut dengan Wina yang sudah mempersiapkan makan malam untuk mereka. Wina menyuruh Moa agar bergegas mandi agar tidak semakin malam saat ia mandi.


Moa memasuki kamarnya, ia masih penasaran, apakah Zoe tinggal di hotel ini juga atau keluar. Moa keluar menuju balkon kamar nya dan melihat bawah.


Setelah beberapa saat Moa melihat lokasi parkiran, Moa melihat Zoe sedang cupika cupiki dengan salah satu desainer Indonesia.


" Miss Vivian ??? " gumam Moa pada dirinya sendiri


" Hubungan apa yang mereka jalani? Jika mereka ada hubungan, lalu bagaimana dengan Jenifer?? Apa dia juga sudah di campakan, seperti Zoe mencampakan aku dulu? " Moa masih bergumam sendiri tanpa berniat untuk mandi


" Apa jangan jangan Zoe hanya menargetkan aku untuk di sakiti lagi ?? " batin Moa


" Moa.... " panggil Wina


" Iya aku mandi dulu !! " jawab Moa setelah melihat Zoe mengantar Vivian dengan mobil nya.


Ada raut kecewa di diri Moa. Ia berharap jika yang diucapkan Zoe benar, tapi nyatanya tidak sesuai dengan ucapan nya.


" Sudahlah Moa, Zoe memang benar benar tidak pantas untuk mu. " gumam Moalalu beranjak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri, barulah Moa menuju ruang makan, dan melaksanakan makan malam bersama Wina. Setelah selesai baru lah mereka memutuskan untuk tidur.


Pagi ini Semua anggota kontestan ada briefing, Mereka memasuki ruangan lebar tempat mereka biasa mendapatkan intruksi. Sampai di jalan, Moa di hentikan oleh pembawa acara.


" Kontestan nomor delapan, harap menemui Tuan Zoe Ackerley di ruangan nya. " ucap Pria itu


Moa melihat sekeliling yang juga sedang menatapnya, kemudian ia mengajak Wina untuk menemui Zoe di ruangan nya.


" Maaf Nona, Sebaik nya Anda sendiri yang menemui. Karenanya nanti, rekan Anda yang akan mendengar arahan dari saya, barulah bisa melanjutkan point berikutnya. " ucap Pria itu memberi peringatan.


Wina menganggukan kepala nya, tanda satu pemikiran dengan Pria itu. Ia pun menyuruh Moa agar bergegas karena Wina tidak mau jika Moa ada masalah yang akan menimpa nanti


" Aku berjanji akan mendengar dengan sungguh. Pergilah !!! " ucap Wina


" Terima kasih Wina. " jawab Moa


Ia pun berjalan berlawan arah memasuki lorong menuju tempat Zoe

__ADS_1


Moa menundukan kepala, kepada Desainer Viviane yang sedang menatap tajam ke arah nya. Bahkan saat Moa menundukkan kepala nya tanda menghormati dia, Vivian sangat acuh.


" Kenapa lagi mentor satu ini. Jangan bilang jika dia cemburu. " batin Moa


__ADS_2