
Moa dan Zack sedang membahas perencanaan tentang Pameran yang akan diselenggarakan di Bali. Even ini tidak akan di sia siakan oleh Zack, ia begitu bersemangat dalam menghadapi persaingan tekhnologi yang akan di laksanakan dua minggu kedepan. Bahkan ia tak ragu ragu menyalahkan Moa atau Moa yang menyalahkan Zack, keduanya saling bertukar pendapat sampai ia tidak menyadari hari telah larut.
" Ternyata sudah pukul setengah satu Moa, mari kita tidur. Besok kita harua ada meeting. " perintah Zack.
Keduanya masuk beriringan, tak ada suara dari keduanya karena ia sadar ini sudah terlalu malam akan mengganggu ketenangan jika mereka bercanda.
Mereka masuk ke kamar masing masing, Barcas yang baru keluar dari ruang kerja melihat keduanya baru akan tidur. Ia di hadapkan dengan permasalahan yang bingung. Karena ia melihat jika kedua anak nya mulai menyukai gadis yang sama. Namun ia tahu jika Zoe belum menyadari jika sebenarnya ia mulai menyukai Moa.
" Aku harus memisahkan mereka, bagaimana pun Zoe lah suaminya, aku tidak mau jika Moa menikah dengan kedua anak ku. Walau Zoe dan Moa sudah bercerai. Aku harus menyatukan mereka kembali, agar Zack tidak terlalu berharap dan terlalu dalam cintanya. " batin Barcas, ia pun memutuskan masuk kedalam kamar juga karena hari hampir pagi.
Hari sudah pagi, Moa berdiri di depan cermin menatap wajahnya di depan cermin, Semalam Zack memaksa Moa untuk memakai pakaian yang ia belikan, Moa harus terbiasa memakai pakaian itu agar merasa nyaman. Bagaimana pun semua karyawan disana bahkan memakai rok yang bekerja sebagai sekretaris, atau bagian admin lain nya.
Ia merasa risi, karena saat ini adalah kali pertama ia memakai pakaian dewasa. dengan memakai rok pendek. Keseharian Moa selalu memakai celana entah celana panjang atau pendek.
Moa menuruni tangga, terlihat Zack selalu sudah menebarkan senyum untuknya kala ia sudah saling bersitatap.
Barcas hanya bisa berdehem melihat tingkah anaknya yang semakin tidak waras, karena menyukai kakak iparnya sendiri. Barcas sudah berencana akan memisahkan devisi mereka dengan memindahkan Mike ke Singapura, seperti rencana awal dan akan memindahkan Moa sebagai asisten Zoe. Barcas sendiri sebenarnya tak tega, Ia takut jika dianggap tidak adil oleh Zack karena lebih condong pada Zoe. Tapi Barcas lebih malu pada semua relasinya jika tahu Zack nantinya menjalin hubungan dengan kakak iparnya apalagi sampai menikah. Sebelum orang kantor mengetahui kedekatan mereka sebagai sepasang kekasih, Barcas berencana menyatukan Zoe dengan Moa bagaimana pun caranya, jika perlu ia akan mengumumkan jika Zoe sudah menikah dengan Moa. Walau Barcas sadar jika Moa pasti tidak akan setuju, karena ia belum melihat adanya rasa dalam diri Moa.
__ADS_1
Hari ini Rapat di pimpin oleh Barcas sendiri, ia biasanya tidak setiap hari masuk ke kantor hanya saat meeting atau penanganan penting saja akan hadir diantara mereka.
Barcas mengumumkan jika Mike hari ini akan mulai mengurusi bisnisnya yang berada di Singapura, Zoe sangat terkejut dengan pengaturan ini. Karena bagaimana pun Mike adalah tangan kanan nya, namun dengan seenaknya ayahnya memindahkan begitu saja. Zoe seolah menyalahkan ayahnya karena lebih memberi kesenangan Zack bisa bersama orang pilihan nya sedang dirinya tidak.
Barcas juga mengutarakan jika mulai pagi ini Moa akan menjadi Asisten pribadi Zoe menggantikan Mike. Tak kalah terkejutnya Moa dengan Zack mendengar pengaturan tugas ini. Bagaimana pun ia tidak membicarakan hal tersebut di rumah sebelumnya, sampai akhirnya Zack menyangkal kenapa harus Moa, sedangkan Moa dan dirinya sedang mengatur perencanaan tentang pameran nanti di Bali.
Namun Barcas sudah menyiapkan pengganti Moa sebagai asisten pribadi Zack. Ia adalah Davina mantan kekasih Zack saat di LA yang kandas, sampai Zack memutuskan kembali ke Indonesia karena kecewa dengan Davina. Tapi pagi ini Davina belum bisa hadir karena ia baru saja turun pesawat. Padahal ia sudah janjian pada Barcas akan hadir tepat waktu di kantor pagi ini.
Ya Davina adalah kekasih Zack selama dua tahun, namun karena salah paham Zack memutuskan hubungan dan memilih kembali untuk menghindari pertemuan dengan Davina. Sedangkan Davina yang menurutnya sangat tidak adil di putuskan begitu saja oleh Zack mencoba menghubungi Barcas sejak Zack sudah kembali ke Indonesia. Karena Davina mencoba menghubungi Zack tidak pernah bisa atau ia diabaikan saja oleh Zack. Semula Barcas juga tidak merespon setiap panggilan Davina. Namun setelah ia menemukan kesulitan dalam memisahkan Zack dari Mia, juga agar persaudaraan keduanya tidak terpisahkan Barcas memutuskan akan menghadirkan Davina kembali disini.
Davina yang seperti mendapat lampu hijau dari ayah Zack tak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung memesan tiket penerbangan ke Indonesia saat itu juga.
Tok...tok...tok....
Terdengar pintu ruang rapat di ketuk dari luar. Masuklah seorang gadis yang sangat cantik dengan rok mini berjalan lembut masuk kedalam ruang meeting.
Barcas mengenalkan Davina diantara semua, sebagai pengganti Moa di posisi asisten pribadi Zack.
__ADS_1
Zack dan Moa juga sangat terkejut karena menghadapi dua wanita yang sama sama punya masa lalu dengan mereka.
Davina adalah adik dari Davin Alcoz, ia pernah mempunyai kebersamaan dengan Moa dahulu. Walau tidak sering bertemu, Davina dan Moa terlihat sangat dekat karena Davina adalah tipe wanita yang manja dan senang sekali bercerita dengan Moa, karena menurutnya Moa bisa memberikan masukan yang benar untuknya.
Setelah di persilahkan memperkenalkan diri, Davina mulai memperkenalkan diri dengan sangat anggun, berbeda sekali saat masih dekat dengan Moa.
Zack sedikit tidak terima, namun semua alasan penolakan tidak sesuai dengan lingkup pekerjaan, sehingga penolakan tidak di terima.
Semua keluar dari ruang rapat, Ada rasa tidak terima di hati Zoe, Moa, juga Zack. Ada rasa saling menyalahkan dari mereka.
Sampai di ruangan nya, Zack membanting berkas berkas yang ia susun dan bahas semalam dengan Moa. Karena itu semua sudah tidak berguna untuk mereka. Ya karena Davina lah yang akan menggantikan menangani Pameran tersebut.
Moa sibuk berkemas memindahkan peralatan kerja ke dalam kardus. Tak ada suara dari keduanya,hanya Zack yang terus memandang Moa. Ada perasaan marah yang Moa pendam, begitu yang terlihat dari raut wajah Moa.
" Moa, apa kamu marah pada Ayahku?? " tanya Zack mulai mendekati Moa, namun belum sempat Moa menjawab, seseorang membuka pintu ruangan tanpa mengetuk terlebih dahulu membuat keduanya terkejut.
Minggu baru untuk Vote baru.... Plisss minta votenya boleh ya..... 😍😍😍.
__ADS_1