
Sejujurnya, Ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu, aku gila....
Seandainya, Kamu bisa !!!
Mengulang kembali lagi cinta kita
Tak akan ku sia siakan kamu lagi ***
By Firman Kehilangan
Mungkin sepenggal bait itu yang bisa mewakili perasaan Zoe saat ini. Ia yang dulu sangat membenci keberadaan Moa, kini sangat memgharapkan kehadiran di sisi nya.
Dulu Zoe sangat menginginkan Moa pergi, Ia tidak pernah memperhatikan bagaimana perasaan Moa, Zoe hanya ingin menyakiti, menyakiti dan menyakiti.
Tapi sekarang hanya penyesalan yang ia rasakan. Menyesal kenapa ia tidak menahan Moa waktu itu. Kenapa ia tidak menurunkan ego nya dan mengakui jika ia sudah jatuh cinta pada Moa.
Semula Zoe memang berencana akan melupakan Moa. Zoe memantapkan untuk membiarkan Moa pergi dari kehidupan nya. Tapi pada kenyataannya, semakin ia Zoe melupakan, semua bayangan Moa semakin jelas di pikiran. Apalagi jika teringat kehidupan yang baru saja mereka lewati, satu minggu di hutan penuh cinta. Semakin Zoe tersiksa dengan perasaan nya.
Segala upaya terus di lakukan Zoe, untuk melupakan Moa. Mulai dari menjalin hubungan dengan gadis seusia Moa, bahkan wanita dewasa sesuai kriteria nya. Namun semua upaya itu sia sia saja.
Sebulan berlalu, Zoe yang semula masih menutupi perasaannya, berlahan tidak bisa untuk menyembunyikan nya lagi. Ia bahkan sering meninggalkan pekerjaan, untuk pergi ke jalan jalan untuk mencari keberadaan Moa.
Sebuah rasa Cinta, yang seharusnya jika tidak bertemu akan semakin luntur , Berbeda dengan Zoe, ia semakin gila karena tidak bisa menemukan keberadaan Moa.
Zoe sering tidur di bahu jalan, di dalam mobil, karena kelelahan mencari ke beradaan Moa.
Sampai Zoe mulai putus asa, ia mulai menyuruh Mike untuk mengerahkan anak buah ikut mencari keberadaan Moa. Tapi nihil, ia sama sekali belum mendapatkan laporan apa pun dari mereka.
Bahkan ia sudah memantau pergerakan Davin, tapi nyatanya Moa sama sekali tidak melakukan pertemuan dengan Davin selama ini.
__ADS_1
" Moa..... Harus bagaimana aku menemukanmu ?? " Zoe menaruh kepalanya di atas setir mobil nya.
Satu bulan, dua bulan, tiga bulan sudah , Zoe tidak bisa menemukan keberadaan Moa. Dan waktu itu tidak di sia siakan oleh Jenifer.
Jenifer sering sekali mengunjungi kantor Zoe. Namun ia tidak bisa bertemu. Karena memang mungkin Zoe sengaja menghindari.
Begitu pun Apartemen, Zoe sengaja mengganti sandi Apartemen dengan password lain, sehingga Jenifer tidak bisa masuk lagi.
Dan hari ini Jenifer sengaja menunggu di pintu Kantor, ia segera merangkul lengan Zoe dan bergelanyut manja.
" Zoe aku sangat merindukan mu. Dimana janji mu untuk menikahi ku?? " ucap Jenifer manja. Ia sudah meredam segala amarah nya, Jenifer akan merayu dengan kelembutan.
Sayang nya, jangankan jawaban. Tangan yang bergelanyut di lengan nya pun ia singkirkan begitu saja oleh Zoe.
Mike yang mengetahui keadaan segera memanggil security, dan menyuruh Jenifer di bawa keluar.
Saking emosi nya Jenifer sudah tidak perduli lagi dengan keadaan kantor. Ia berteriak teriak dan memaki Zoe.
Zoe mendengar ucapan Jenifer pun menghampiri lagi.
Zoe mengisyaratkan pada security untuk melepaskan tangan Jenifer.
" Sayang, aku tahu kamu hanya bercanda bukan. " kata Jenifer kembali melingkarkan tangan nya di lengan Zoe
Namun lagi lagi Zoe melepaskan tangan itu.
" Apa kamu pikir, aku tidak tahu semua kebusukan mu? Apa kamu pikir aku tidak tahu berapa laki laki yang melewati malam panjang bersama mu?? Ingat Jenifer, aku diam bukan tidak tahu, Aku diam karena memang Aku tak sudi berbicara dengan wanita semunafik dirimu. Kamu tahu Munafik ?? Wanita Penghianat Cinta !!! " ucap Zoe dingin
" Berapa janji yang kamu ingkari sebelum, aku mengingkari janji ku?? Berapa kebohongan yang kamu lakukan, sebelum aku tidak percaya padamu?? Berapa kali kamu membohongiku Jenifer ?? Jawabbb !!! " lanjut Zoe
" Kamu memang pantas mendapatkan apa yang kamu tanamkan. Kamu bukan wanita tersakiti, tapi wanita tak punya hati. Jika kamu berani menganggu ku lagi, aku tak segan untuk mematahkan kaki mu. Wajah cantikmu, sudah tak berguna untuk merayuku. " ucap Zoe sambil berbalik meninggalkan Jenifer yang sudah merah padam.
__ADS_1
" Aku tidak pernah mengkhianati mu Zoe. Ini pasti hanya salah paham. Gadis sampah itu pasti sudah memfitnah ku, benarkan?? Cinta ku tulus hanya untuk mu Zoe, Aku tak pernah sekalipun menduakan mu. " ucap Jenifer yang sudah ketakutan. Ia sangat takut bisa kehilangan black Card dari Zoe.
" Mikkee.... !! "
Tanpa menjawab ucapan Jenifer, Zoe justru memanggil nama Mike.
Sedangkan Mike tanpa perintah lagi dari Zoe, ia sudah tahu apa yang di ingin kan Tuan nya.
Mike mengambil amplop besar, membuka amplop coklat besar itu kemudian tanpa berbicara, Mike menyerahkan pada Jenifer.
Jenifer membuka satu persatu foto foto panas, yang selama ini ia tutupi dari umum, terutama juga dari Zoe.
Jenifer tidak percaya jika Zoe bisa mendapatkan itu semua.
Padahal Jenifer melakukan itu semua di luar negeri. Ia heran kenapa Zoe bisa mengetahui seluk beluk tentang kehidupan nya, sekarang ini.
" Zoe tunggu !! Banyak sekali kisah yang perlu aku jelaskan pada mu. Tidak serta merta kamu menghukumku se pihak seperti ini Zoe !! " ucap Jenifer dengan mencoba melepaskan pegangan tangan dari security yang akan membawanya keluar
" Maaf Nona, jangan buang waktu Anda!! Tuan Zoe sudah tidak pernah menganggap Anda hidup. Jadi percuma Anda berteriak memohon. Jika kedepan nya Anda masih menganggu Tuan Zoe, jangan salahkan Kami jika semua foto foto Anda keluar di situs internet beserta beritanya. Anda tidak ingin karir yang Anda bangga kan, redup begitu saja kan, atau lebih sadis nya akan tenggelam dan karam bersama dengan kabar miring tentang Anda. " Mike menjelaskan
Jenifer diam menatap Mike, ia berpikir lebih jernih.
" Lebih baik aku mengalah sekarang, dari pada aku di buat semakin malu di sini nanti nya. " batin Jenifer
Dengan penuh emosi, Jenifer melepaskan tangan nya dan dengan sendiri nya berjalan meninggalkan kantor milik Zoe.
Zoe masuk ke dalam ruangan nya, ia memijat pelipis kepalanya. Zoe merasa dirinya memang sangat bodoh. Kenapa bisa ia mencintai Jenifer, dan bisa memandang rendah Moa kala itu.
Minggu berlalu, Bulan berganti, Tanpa terasa satu tahun sudah Zoe menjalani hidup tanpa adanya Moa di sisi nya.
Hidup nya ia lalui dengan bekerja bekerja dan bekerja. Sampai ia lupa jika dirinya pernah jatuh cinta. Karena rasa ingin melupakan Moa, Zoe menyibukkan diri dengan pekerjaan. Usahanya makin meluas dia mengembangkan sayap di berbagai kota.
__ADS_1