After Love

After Love
Bab 25 Bertengkar


__ADS_3

♥️♥️♥️Terima kasih Untuk Para Reader yang masih setia sampai di Bab ini. Boleh kasih kritik Saran Agar Author lebih Baik lagi dalam menulis 😘😘😘 Salam Manies dari Shanyu...♥️♥️♥️


Moa terpaksa menunggu Zoe untuk berangkat bersamanya. Sebenarnya hari ini dia akan kabur tidak masuk kerja. Ia berencana akan ke apotik membeli obat penunda kehamilan. Bagaimana pun ia tidak mau mengandung anak dari orang yang tidak ia cintai, dan laki laki itu juga tidak mencintai dirinya. Namun Zoe sudah memberi Ultimatum jika tidak mau menunggu, Zoe mengancam akan menyebarkan video nya di situs internet.


Terlihat Zoe keluar dari kamar dengan pakaian yang sangat rapi, dengan celana bahan hitam di padukan kemeja putih, dan memakai jas hitam pula. Ketampanan wajahnya terlihat begitu berkharisma. Namun bagi Moa, setampan apa pun wajah itu tetap saja melukis kan umur yang sudah tua dalam pandangan Moa.


Aroma parfum yang sangat khas melekat di tubuh Zoe, menyeruak di seluruh ruangan saat Zoe mulai keluar dari ruangan.


Tanpa sepatah kata pun Zoe berjalan dengan menenteng tas, yang mungkin didalamnya berisi laptop yang tak pernah tertinggal di mana pun dia berada.


Moa mengikuti di belakangnya. Zoe bersikap dingin seperti biasanya pada Moa, seperti tidak pernah terjadi sesuatu pun diantara mereka.


Tak ada percakapan dari keduanya di sepanjang perjalanan menuju kantor perusahaan. Keduanya diam dalam pikiran masing masing.


Sampai di perempatan lampu merah dekat kantor, Moa meminta untuk di turunkan saja, namun Zoe sama sekali tidak mendengarkan, Zoe diam saja seolah tidak mendengar apa pun.


" Bukankah Anda tidak ingin orang melihat kita ada hubungan Tuan. Jadi biarkan aku turun di sini. " kata Moa.


Moa yang masih ingat saat Zoe pernah melarang nya untuk mengungkap hubungan mereka di kantor, mencoba mengingatkan Zoe, jika seandainya Zoe saat ini belum sadar.


Namun jangankan di gubris, sepertinya di dengarkan pun tidak.


Sampai di depan pintu utama, Zoe memberhentikan mobilnya.

__ADS_1


" Turun !!! " kata Zoe dingin


" Aku turun di basemant dengan Anda saja Tuan. " jawab Moa. Ia tidak ingin ada orang tahu jika dirinya satu mobil dengan Big Bos mereka, karena banyak sekali para karyawan yang masih di luar gedung. Bahkan ia melihat Sani juga masih berdiri di luar entah apa yang di kerjakan, atau sepertinya sedang menunggu seseorang


" Apa aku sedang bertanya pendapatmu !! " sentak Zoe, yang membuat Api kemarahan Moa naik di angka tiga puluh persen mendengar kata ketus Zoe. Ia merasa benar benar tidak di hargai. Bahkan semalam ia sudah di tiduri namun sekarang seolah tak pernah terjadi sesuatu.


" Tapi ---- "


" Aku tidak butuh pendapat mu. Sekarang cepat turun, jika tidak ingin menjadi tranding topik di situs internet. " kata Zoe dingin bahkan ia sama sekali tidak melihat wajah Moa, pandangan nya lurus kedepan dengan kedua tangan nya di stir mobilnya.


Api kemarahan Moa sudah benar benar tinggi. Bahkan mencapai angka sembilan puluh persen. Tak mau api kemarahan nya tidak terkontrol lagi, akhirnya Moa memilih keluar dari mobil Zoe. Ia bahkan dengan berani menutup pintu mobil Zoe dengan sangat keras.


Blllaaamm


Moa berjalan dengan Aura kemarahan yang sudah tidak bisa ia sembunyikan lagi. Bahkan ia mengabaikan pandangan orang yang sedang menatapnya dengan berbisik bisik membicarakan nya keluar dari mobil Petinggi perusahaan itu.


Sani yang sangat hafal, pakaian yang di pakai Moa kemarin masih melekat di tubuhnya pagi ini. Bahkan ia juga melihat sendiri Moa keluar dari mobil sport Zoe.


Moa yang mendengar perkataan Sani pun semakin panas. Ia yang masih berumur sembilan belas tahun masih sangat labil mengendalikan emosi. Apalagi ia sudah menahan api kemarahan yang di sebabkan oleh Zoe, tapi sekarang justru di sulut kembali oleh Sani.


Moa berhenti melangkah dan berbalik menatap Sani yang juga sedang menatap dirinya merendahkan. Moa juga melihat seluruh karyawan yang dengar pun sedang menatap dirinya dengan tatapan merendahkan.


Moa berjalan mendekati Sani.

__ADS_1


" Memang kenapa jika aku merangkak di paha Tuan Zoe?? Toh dia sangat senang mendapatkan pelayanan dari ku. Dari pada dirimu, kasihan sekali sudah menaikan rok setinggi paha, menurunkan kancing baju sebatas dada. Tapi sama sekali tidak di lirik oleh Tuan muda Zoe. Jangan merendahkan sesama wanita hina !!! " kata Moa sambil berbalik meninggalkan Sani yang sudah merah padam mendengar penuturan Moa yang sangat menusuk hati nya.


" Dasar wanita murahan !!! Jangan sama kan aku dengan wanita penggoda seperti mu. Berapa banyak laki laki yang berada di atas mu tiap malam. Kamu tidak pantas bekerja di kantor ini. Harusnya kamu lebih cocok bekerja di sebuah klub. Akan banyak uang yang kamu dapatkan tanpa harus bersusah susah bangun pagi untuk berangkat kerja" kata Sani


Emosi Moa benar benar sudah tidak bisa di kontrol lagi sekarang ia akan berbalik meremas bibir pedas Sani. Telinga Moa benar benar panas dengan penuturan Sani di depan umum yang sangat mempermalukan nya. Namun sayangnya ia harus di tarik oleh Zoe. Sejak tadi ternyata Zoe melihat pertengkaran Moa dengan Sani, membuatnya ikut turun begitu saja meninggalkan mobilnya di halaman kantor.


" Masuk !!! " bentak Zoe yang melihat Moa masih ngeyel akan meremas mulut Sani. Mengabaikan tubuh Zoe yang menghalangi.


Moa masih saja mencoba ingin kembali, namun tenaga Zoe lebih kuat darinya mampu menyeret tubuh Moa masuk dalam kantor.


Kemudian Zoe berbalik dan berhenti menatap Sani.


" Kemasi barang barang mu. Mulai hari ini aku tidak membutuhkan seorang sekretaris. Ada Asisten pribadi ku yang multi talenta ini mengerjakan semua kerjamu. " kata Zoe menatap dingin wajah Sani yang seketika pucat mendengar kata pemecatan secara halus dari mulut Zoe


" Aku mohon Tuan, beri aku kesempatan satu kali lagi Tuan. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama Tuan. " kata Sani


Moa dapat tersenyum senang melihat wajah Sani yang sudah pucat, berbeda dengan wajahnya yang tadi menghina dirinya dengan angkuhnya.


" Aku rasa seragam cleaning servisku masih belum ada yang memakai, jika ingin menggantikan aku. Seperti aku yang menggantikan posisi kerjamu. " kata Moa jumawa.


Aduh Moa Jahara kamu.😃😃😃


Jangan lupa Setangkai Mawar mu bisa membuat Merekah senyum Author ya....😘😘😘

__ADS_1


Salam manis ShaNyu.....♥️♥️♥️


.


__ADS_2