
Moa mendongakkan kepalanya, menatap tubuh jangkung Zoe yang sudah duduk di meja kerjanya.
Deg......
Justru jantung Zoe yang seolah berhenti ketika kedua matanya bertemu dengan mata indah milik Moa.
" Bukan kah tadi Tuan yang menyuruhku makan, kenapa sekarang Tuan meminta bayaran?? Lagi pula Klient itu tidak datang, kenapa aku harus mengganti membayarnya, aku hanya menghabiskan makanan itu agar tidak mubazir. Sayang jika makanan semahal itu harus terbuang di sampah. " kata Moa membela diri.
" Justru karena klient itu tidak datang, perusahaan ini rugi. Tidak ada pemasukan namun justru membuang makan sia sia. Karena kamu lebih banyak makan, jadi kamu yang harus membayarnya. " kata Zoe
" Tapi kan saya sudah menolak tidak ikut dan digantikan Sani, dia juga sekretaris bapak. Tapi Anda mengancam saya, dan sekarang cuma uang jumlah segitu mencecar memojokan aku untuk membayar, pelit sekali perusahaan Ackerley, aku nyakin Ackerley Gruop tidak akan bangkrut karena membayarkan aku makan. " jawab Moa
" Uang segitu katamu?? Lalu kenapa kamu tidak membayarnya jika hanya uang segitu?? " kata Zoe membalik kata kata Moa
" Baiklah, besok aku akan membayarnya setelah aku menerima gajiku. " kata Moa akhirnya
Moa lebih baik mengalah, dari pada harus bertengkar dengan Zoe yang pada akhirnya hanya akan mengancamnya dipecat. Moa tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan sekarang ini. Dulu jika seperti ini Moa pasti akan panas dan akan mengundurkan diri. Seperti dulu saat Zoe membawa Jenifer ke apartemen, Ia dengan terburu buru memilih pergi, namun pada akhirnya ia tidak tahu harus kemana karena tidak punya uang. Moa sudah benar benar menganggap dirinya tidak punya keluarga, karena semua keluarganya kini telah bahagia dan melupakan keadaan bahkan keberadaan dirinya.
Zoe tersenyum melihat Moa yang pada akhirnya mengalah, dan mulai mengurangi perdebatan dengan dirinya.
Lama Zoe memperhatikan Moa, membuat Moa menjadi risi dengan tingkah Zoe. Moa memundurkan kursi nya karena kursi Moa bagian bawahnya ada rodanya, sehingga memudahkan untuk bergerak dan memundurkan. Namun Zoe menarik kursi itu tepat di hadapan nya. Zoe membuka kakinya dan mengapit Moa di depan nya yang masih duduk di kursi.
Dapat di dengar jantung Moa berdegup kencang, bagaimana pun Moa juga punya perasaan takut jika Zoe berbuat tak wajar pada dirinya.
__ADS_1
" Anda mau apa Tuan?? " sentak Moa
" Kira kira apa yang akan di lakukan seorang suami pada istrinya?? " kata Zoe dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Moa
" Jangan berbuat sesuatu, yang bisa berdampak buruk untuk kehidupan seseorang Tuan. " kata Moa
" Memangnya dampak buruk apa yang di terima, jika seorang suami ingin menyentuh Istrinya?? " tanya Zoe masih santai
" Kita akan segera bercerai Tuan. Anda sudah mempunyai kekasih, dan jika Anda melakukan sesuatu pada saya, itu namanya Anda berselingkuh !! " kata Moa dengan memundurkan tubuhnya agar wajah mereka sedikit jauh.
Namun Zoe justru meraih tengkuk Moa, dan mulai mencium bibir Moa. Entah mengapa dada Zoe menjadi sesak saat mendengar kata cerai dari mulut Moa.
Semakin Moa mendorong dada Zoe agar melepaskan semakin kuat Zoe membawa Moa dalam pelukan nya.
Tanpa permisi Sani membuka pintu ingin menyerahkan dokumen, yang mbutuhkan tanda tangan Zoe segera.
Moa segera mundurkan kursi dan keluar dari apitan kaki Zoe, Moa segera memegang Mouse komputer nya dan berpura pura serius menatap komputernya. Malu yang ia rasakan saat ini. Pasti Sani akan berpikiran buruk tentang dirinya.
" Maaf pak, saya akan kembali nanti. " kata Sani berbalik keluar namun Zoe beranjak bangun dari meja Moa dan berjalan mendekati Sani seolah tidak terjadi sesuatu apa pun dengan dirinya dan Moa.
" Katakan Mau apa?? " kata Zoe menuju kursi kebesarannya.
" Maaf pak, saya hanya ingin meminta tanda tangan berkas berkas ini. " kata Sani menyodorkan map biru ke tangan Zoe. Sekilas ia menatap Moa dengan tatapan tak suka.
__ADS_1
Sebenarnya Sani sudah lama mencari cara untuk merayu Zoe, bahkan ia selalu berpakaian ****, dan kadang ia sengaja duduk dengan memperlihatkan dadanya yang membucah keluar. Namun Zoe sama sekali tidak meliriknya. Bahkan Sani dibuat heran dengan gosip Zoe sering berganti ganti pasangan namun kenapa dia selalu menggoda sama sekali tidak di lirik. Padahal jika urusan kecantikan, Sani sangatlah cantik karena selalu perawatan rutin.
" Lain kali, biarkan Moa yang mengambil file file ini. Dan jangan masuk sebelum aku menyuruhmu masuk. Apa kamu sudah lupa dengan peraturan yang aku buat?? " kata Zoe tanpa menoleh wajah Sani. Ia masih sibuk membaca lalu membubuhkan tanda tangan di berkas itu.
" Tidak pak. Maafkan saya ! " jawab Sani takut. Kemudian ia melirik kearah Moa yang masih sok sibuk menatap layar komputer nya.
" Dasar wanita murahan. Pantas saja dari cleaning servis bisa naik menjadi Asisten pribadi. Ternyata benar, dia menggunakan cara kotor macam itu. " batin Sani saat melewati meja Moa.
Moa menatap Zoe serius dengan laptop di mejanya. Ia tak habis pikir kenapa Zoe bisa bersikap biasa seperti itu. Padahal dia sudah merampas ciuman pertama Moa.
" Tentu saja dia bisa bersikap biasa saja, dia bahkan sudah melakukan lebih dengan kekasihnya. Sedangkan aku??? Beraninya dia mengambil ciuman pertama ku. " batin Moa.
Moa sebenarnya ingin marah, namun ia urungkan lagi. Ia juga bingung jika ia marah, pasti Zoe akan lebih marah. Dan bagaimana jika sampai Zoe memecatnya sepihak.
Moa menarik nafas panjang dan mengeluarkan berlahan.
" Sabar Moa !!! Mungkin bagi orang dewasa ciuman seperti tadi adalah hal yang wajar. Setidaknya kamu masih suci. " batin Moa pada dirinya sendiri.
Setelah kejadian itu, keduanya sibuk dengan pikiran juga pekerjaan masing masing. Moa melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul setengah enam. Ia segera bergegas merapikan mejanya. Hari ini ia berencana mempersiapkan pakaian yang akan di bawa Zoe untuk di bawa ke Bali sesuai intruksi dari Mike. Ia melihat Zoe masih sibuk, ia memutuskan akan ke apartemen Zoe tanpa memberi tahu Zoe. Moa hanya akan mengambil jas dan kemeja dan mempersiapkan di koper lalu akan di bawa ke kantor. Sehingga ia tidak perlu lagi ke Apartemen Zoe lagi.
Tanpa permisi Moa akan keluar dari ruangan. Ia sengaja mengendap pelan pelan agar tidak terdengar oleh Zoe karena ia pikir Zoe sedang serius dengan pekerjaan nya di layar komputer.
Dengan pelan Moa membuka pintu tanpa suara, dan keluar ruangan lalu menutup pintu dengan lebih sangat pelan pula.
__ADS_1
" Berani kamu pergi tanpa pamit padaku. Dasar gadis pembangkang, tunggu saja hukuman dari ku. " gumam Zoe ikut bangkit dan tanpa sepengetahuan Moa, ia mengikutinya.