After Love

After Love
Bab. 8 Pergi


__ADS_3

" Moa, Mari kita menikah !! " ucap Davin dengan menatap intens mata Moa, tak ada raut kebohongan atau bercanda. Davin terlihat serius dalam mengungkapkan perasaan nya.


Berbeda dengan Moa, ia sangat terkejut dengan penuturan Davin, bahkan ia sampai melamun mendengar ucapan Davin.


" Andai kamu mengucapkan itu, sebelum aku menikah kak. Aku pasti langsung setuju tanpa harus aku perdulikan keluargaku yang tak tahu terima kasih itu. " batin Moa


Davin melambai lambaikan tangan nya di di depan wajah Moa, karena sejak tadi Moa terus melamun tanpa menjawab.


" Jika kamu keberatan, anggap saja aku tak pernah mengucapkan. Jangan di masukan ke hati. Asal kamu bahagia, aku juga bahagia. " kata Davin kemudian.


Sebenarnya ada rasa kecewa ketika Davin dengan mudahnya menyerah memperjuangkan cinta nya untuk Moa. Tapi Moa mencoba tersenyum dan lagi lagi tak mau menjawab .


Lqma keduanya terlibat perbincangan hangat, sampai Davin menanyakan nomor ponsel Moa, mereka pun bertukar nomor ponsel.


.


Moa menolak saat Davin ingin mengantarkan pulang. Dengan alasan masih akan bertemu dengan seseorang. Karena Davin masih harus sibuk, ia meninggalkan Moa sendiri di restoran itu.


Moa masih melamun lama di restoran ini. Dia memikirkan nasibnya jika di campakan oleh Zoe. Ia akan jadi janda, juga tidak jadi mendapatkan apa apa. Keluarganya pun sudah stabil tak pernah ada satu oun yang perduli dengan keadaan nya. Bahkan ayah yang ia beratkan saja sama sekali belum mengabarkan keadaan nya.

__ADS_1


Akhirnya merasa hari sudah sore Moa memutuskan kembali ke Apartemen Zoe. Ia bahkan tidak tahu berapa angka yang digunakan Zoe untuk membuka sandi rumahnya. Moa bersandar tembok ia teringat jika ia di beri kartu nama, ia membaca ternyata yang di berikan pun juga kartu nama Mike, bukan kartu nama Zoe suaminya.


" Mengenaskan sekali nasibmu Moa, dibesarkan tanpa rasa kasih sayang. Sekarang menikah pun tanpa dasar rasa cinta. " gumam Moa terus menatap kartu nama itu. Ia pun memutuskan memanggil nomor Mike untuk menanyakan kata sandi Apartemen Zoe. Setelah mendapat kata sandi, Moa pun dapat masuk. Terlihat lampu ruangan sudah menyala. Ia nyakin jika Zoe sudah pulang.


Moa melihat ada sebuah tas wanita yang sangat cantik, dilihat dari pandangan saja bisa di taksirkan jika harganya ratusan juta. Ia juga melihat high heels di bawah meja.


Dengan dada gemetar Moa masuk ke kamar. Moa melihat Zoe dengan kekasihnya sedang bercumbu di samping ranjang. Dada Moa seakan berhenti menyaksikan hal terkutuk itu. Dengan tak tahu malunya Zoe membawa kekasihnya ke Apartemen yang sama dengan nya. Jika Zoe masih menghormatinya dan melakukan perselingkuhan di belakangnya, mungkin Moa bisa terima. Tapi ini seperti sengaja di lakukan Oleh Zoe.


Karena sudah terlanjur di lihat oleh Zoe, dan Zoe pun seakan tidak menggubris keberadaan nya, Moa terpaksa melanjutkan langkahnya untuk masuk. Ia berencana mengambil pakaian nya. Ia lebih baik jadi gelandangan dari pada harus ikut menanggung dosa suami terkutuknya.


" Suami gila, cocok bercumbu dengan wanita gila. Jika aku terus di sini, lama lama ikut gila. " kata Moa sambil mengambil pakaiannya di dalam lemari.


" Berhenti di sana !!! " suara barinton Zoe menghentikan langkah Moa.


Zoe menarik Moa dan mendorongnya sampai terjatuh di lantai.


" Kamu tahu, kamu itu hanya sampah masyarakat, yang hanya menimbulkan dampak buruk bagi orang di sekitarnya. Kamu tahu karena kamu, Mike harus di pindahkan ke Singapura. Harusnya kamu sadar keluargamu pun tak ada rasa terima kasihnya padamu. Kamu berani mengataiku, Apa kamu tidak takut aku akan menyingkirkan mu dari lingkaran hidup mewah. Berani nya kamu memasuki kamarku, sudah jelas kami sedang di dalam. Kamu itu harusnya berkaca !! " Zoe menarik Moa berdiri dan dihadapkan pada kaca besar terlihat penuh bayangan nya di kaca.


Moa masih diam, ia sudah terbiasa dengan hinaan adik tiri juga ibu tirinya. Bahkan kata kata Zoe tidak semenyakitkan kata kata ibu tirinya.

__ADS_1


" Keluar dan buatkan kami makan malam !! " teriak Zoe dengan mendorong Moa sampai terjatuh di lantai.


Moa seakan tuli, ia tetap mendekati lemari dan kembali mengambil barang barangnya. Tekadnya sudah bulat untuk meninggalkan pernikahan yang menjeratnya. Tidak perduli mertuanya akan menarik kembali bantuan pada keluarganya, karena sekarang keluarganya kembali stabil pun Moa tidak ikut menikmati hasilnya, atau bahkan berterima kasih padanya pun tidak.


" Kamu tuli ya !! " Zoe akan menjambak rambut panjang Moa, namun oleh Moa di tangkis dengan kasar.


" Anda jangan keterlaluan, Jika saya hanya sampah untuk Anda, saya akan menyingkir agar tidak menimbulkan penyakit. Anda tenang saja, saya tidak akan pernah menganggu urusan pribadi Anda dan Pacar Anda. Dan saya siap menanda tangani perceraian jika sudah Anda buat. " kata Moa menarik tas nya pergi meninggalkan Zoe yang masih berdiri mematung.


" Berani kamu melangkah keluar satu langkah saja, keluargamu akan hancur berkeping keping. " kata Zoe


" Kenapa tidak berani??? Seribu langkah pun akan aku lewati, semakin jauh aku berada di lingkaran hidup Anda, bukan kah akan semakin bagus untuk kita. Satu pesan saya, Jika ingin mempunyai anak yang berbakti, pilihkan ibu yang baik untuk nya. Karena seorang ibu sekolah pertama untuk anaknya. Jika pendampingmu saja tidak lebih baik dari wanita penghibur, penerus seperti apa yang kamu harapkan darinya. " kata Moa berjalan meninggalkan kamar, namun di hadang oleh Jenifer.


" Aku tidak ikut campur dengan masalah mu, kenapa kamu mengikutkan aku dengan masalahmu. Kamu pikir kamu siapa?? Kamu juga tidak lebih dari seorang pelacur. Apa kamu tidak merasa jika kamu sudah menjuql hidupmu dengan uang?? Harusnya kamu malu dengan ucapan mu sendiri !! " ejek Jenifer.


" Setidaknya, aku tidak menjual tubuhku. " jawab Moa santai dia kembali melanjutkan langkahnya, namun dengan kasar Jenifer menarik rambut Moa, dia bahkan mencakar wajah Moa hingga merah. Moa yang sudah tidak bisa menahan amarah lagi pun, membalas setiap perlakuan Jenifer, bahkan ia sampai mencakar wajah Jenifer hingga lecet.


Zoe yang melihat pun berusaha melerai ia menarik Moa keluar dari apartemen nya.


" Pergi dari hadapan ku, Pergi dari hidupku, Jangan pernah muncul lagi di depan ku. " kata Zoe dengan mendorong Moa sampai jatuh kembali ke lantai.

__ADS_1


Moa menarik nafas panjang, semula ia menatap pintu apartemen itu, namun ia segera bergegas untuk pergi meninggalkan ruangan itu.


" Semakin cepat aku pergi, semakin bagus. Semakin jauh, akan semakin tenang hidupku. Tidak ada kata menyesal untuk hidupku. " gumam Moa terus melangkah meninggalkan apartemen Zoe


__ADS_2