After Love

After Love
Bab. 91 Ambil Tender Baru


__ADS_3

" Huft......... "


Zee membuang nafas kasar, kemudian duduk di meja kerja nya. Mood nya berubah buruk saat sepuluh menit sebelum nya ia di panggil oleh atasan nya.


" Kenapa ??? Muka kaya cucian kusut gitu??? " tanya Adam, salah satu teman nya dari Indonesia yang merekomendasikan Zee untuk bekerja disana.


" Kaya nya Mr Son gak suka deh ma aku. " ucap Zee kemudian menaruh berkas berkas yang ia bawa dari ruangan Manager tadi


" Kenapa?? Bukan nya selama ini Mr Son Fine fine aja ma kita. " jawab Adam yang merasa gak ada yang perlu di khawatir kan.


" Fine nya ma Eluuu. Ma Aku Nggak !!! " ketus Zee.


Zee mulai membuka komputernya, dan mengetik sebuah nama perusahaan.


" Kenapa sih?? Berbelit banget ceritanya. Kqmu mau di pindahin ?? " tanya Adam


" Aku suruh megang tender baru. Jika Aku berhasil memenangkan, maka aku akan diangkat jadi karyawan tetap. Tapi kalo Aku gagal........ Aku bakal di Get Out..... " ucap Zee


" Ya bagus dong !!! Itu tandanya Mr Son percaya ma kemampuan kamu. Aku rasa Mr Son memang care ma Kamu kok. " ucap Adam


" Care dari mana nya Adam ??? Itu bukan nya mau nyingkirin aku secara halus. Tender yang di serahin ke Aku itu..... , sebuah Perusahaan lama dan berpengaruh, namun baru aja diakuisisi oleh Presdir baru. Sebelumnya Perusahaan kita pernah kerja sama ma Pihak mereka. Tapi sekarang kan Presdir nya baru, jadi Mr Son pengen aku harus dapetin tender kerja sama ini. Bukan nya itu sama aja mau nyingkirin aku secara halus. " jawab Zee


" Mr Son tau kemampuan kamu, Zee. Kamu ngrasa gak sih....?. Mr Son selalu baik ma Kamu. Aku rasa ni ya.... Mr Son pengen ngangkat Kamu jadi Karyawan tetap, tapi gak enak ma Karyawan lain, karena Kamu masih baru. Jadi Aku rasa ini cuma formalitas. Tenang aja dech,, Pasti di bantu kok ma Mr Son. " ucap Adam

__ADS_1


" Aku menyuruhmu untuk membuat Proposal pengajuan Perencanaan Zee. Bukan untuk berdiskusi !!! Kalo Kamu memmang gak sanggup buat ambil tender ini, Kamu bisa Out hari. " suara Mr Son mengagetkan Zee juga Adam.


Kini Adam mulai juga merasa, jika Mr Son hari ini ada perubahan. Karena biasanya ia selalu ramah dengan Zee.


Zee hanya bisa menarik nafas, dan mulai serius melihat komputer nya. Pikiran nya kacau, disisi lain ia tersinggung pada sang Manager, ia merasa tidak di hargai. Tapi disisi lain juga, ia tidak mau kalah dengan taruhan bersama Papa nya.


Ia teringat satu bulan yang lalu ia merengek pada Papa nya agar di berikan ijin untuk bekerja di Swiss. Ini adalah cita citanya bekerja tanpa bantuan dari orang dalam atau keluarga. Zee ingin mencapai kesuksesan dengan kemampuan nya sendiri. Tapi Papa nya melarang, dengan Alasan Zee tidak akan sanggup bekerja di bawah tekanan. Papa nya menawarkan pada Zee untuk mengambil alih kepemimpinan di salah satu anak cabang Perusahanan nya. Papa nya nyakin jika Zee tidak akan betah.


Namun Zee berupaya keras menyakin kan Papa nya, akhirnya ia Dan Papa nya bertaruh, jika selama tiga bulan Zee pulang, Papanya akan menyuruh Zee untuk mengambil satu perusahaan anak cabang, dan tidak di perbolehkan lagi bekerja di Luar negeri. Tanpa berpikir panjang pun Zee menyanggupi kemauan Papanya. Tapi sekarang ia di timpa persoalan seperti ini.


Zee akhirnya dengan serius mengerjakan semua Proposal, yang akan ia bawa dan Presentasi kan di Perusahaan baru yang akan ia tangani nanti.


Satu minggu Zee sering lembur, niat nya ingin membuktikan kemampuan nya semakin kuat. Bagaimana pun ia sudah terlanjur mengambil langkah.


Hampir satu jam Zee menunggu, sesekali ia melirik jam di tangan nya. Akhirnya kini ia di panggil oleh seorang Wanita cantik, dan diantarkan keruang CEO.


Zee masuk dengan perlahan, Ia melihat sekeliling ruangan, tidak melihat siapa pun. Tapi Ia melihat di sebuah kursi kebesaran, ada Seseorang yang duduk membelakangi nya.


Zee menyapa dan menundukan tubuh nya tanda menghormati.


Hening tak ada jawaban, membuat Zee mengulang kembali ucapan nya agak keras, namun tetap saja tidak mendapatkan jawaban dari orang itu.


Tak berapa lama, masuk seorang Karyawan, bisa dilihat dari wajahnya adalah orang Indonesia.

__ADS_1


Benar saja, Pria itu memperkenalkan diri sebagai Asisten Pribadi Presdir. Ia menerangkan beberapa Point yang harus di ketahui oleh Zee. Kemudian Pria itu meminta untuk Zee mau menanda tangani Perjanjian kerja itu.


" Jadi Aku berhasil ambil tender ini Pak?? " tanya Zee girang. Ia bahkan belum mempresentasikan hasil Proposal nya. Pria itu bahkan hanya membaca sekilas, tapi langsung menerima begitu saja.


" Ya . Selama bergabung dengan Matela Company. " ujar Pria itu dengan mengulurkan tangan nya untuk berjabat.


Mereka pun bersalaman, Saking senang nya Zee menerima tender ini, ia pun langsung menanda tangani kontrak ini, tanpa membaca isi Perjanjian ini dengan seksama. Dalam otak Zee hanya senang karena ia berhasil bekerja sama, dan sebentar lagi ia akan menjadi Karyawan tetap. Itu tandanya ia akan lebih lama lagi di Swiss. Ia bisa membuktikan pada Papa nya jika ia wanita mandiri.


Begitu selesai menanda tangani, Pria itu membereskan dokumen dokumen yang berserakan di meja. Kemudian ia pamit undur diri.


Sebelum pergi, ia memberitahukan Jika sang Presdir mengalami masalah dengan pendengaran. Jika ingin berbicara masalah pekerjaan, maka ia harus bertatap muka dengan Sang Presdir, agar Presdir bisa melihat gerak bibir, sehingga bisa mencerna apa yang diucapkan lawan bicara nya, kemudian menjawab nya.


Zee pun mengerti, ia juga menyampaikan pada sang Asisten jika ia tadi memanggil manggil tidak ada jawaban. Zee pikir sang Presdir tidak mendengar karena tidur.


Kini Zee mengerti alasan kenapa sang Presdir tidak menjawab sapaan yang Zee lontarkan tadi. Itu pasti karena masalahnya Sang Presdir tidak mendengar.


Sang Asisten membuka pintu, dan menutup kembali dengan pelan. Sebelum hilang, sang Asisten tersenyum dan menundukkan kepala tanda menghormati, Zee pun membalas nya.


Zee mencoba mendekati Sang Presdir dan menyapa dengan keras, berharap tanpa berdiri di hadapan nya, Sang Presdir dapat mendengar.


Tapi sayangnya sudah tiga kali ia menyapa, Zee tidak mendapat jawaban sedikit pun dari Presdir itu.


Karena jengkel dan tak sabar, Zee pun Mendekati kursi kebesaran Presdir. Ia juga penasaran, orang seperti apa Presdir ini. Bagaimana bisa, dengan kekurangan masalah pendengaran seperti ini, ia bisa mengakuisisi Perusahaan sebesar ini.

__ADS_1


__ADS_2