After Love

After Love
Bab. 77 Cuaca Buruk 2


__ADS_3

Minggu Baru untuk Vote Baru.....


Jangan Lupa Mawar kopinya juga ya.....😘😘😘


JheDuaarrg !!!!


Suara petir menyambar bersamaan dengan putusnya saluran listrik.


" Aaaaaaaa.......... " teriak Moa, Zizi, juga Zaza.


Ketiganya berpelukan ketakutan. Tepat pukul sembilan malam, hujan yang semula hanya hujan deras saja, kini bercampur angin kencang. Bahkan mungkin karena ada nya pohon tumbang, membuat aliran listrik juga padam.


" Mommy... Zaza takut. " Zaza menangis memeluk paha Mommy nya erat.


" Jangan takut sayang. Mommy di sini, tidak akan ada apa apa." ucap Moa menenangkan Zaza, padahal diri nya sendiri juga sangat ketakutan, namun berusaha ia tutupi agar anak anak nya tidak bertambah gelisah.


Sebenarnya Zizi juga takut, tapi ia tidak menangis. Ia mencoba untuk menahan, agar tidak membuat Mommy nya sedih.


" Untung saja tadi Kak Zizi melarang Mommy pergi. Jika Mommy pergi, kami pasti akan semakin takut. Hiks....hiks.... " Zaza sudah mulai menangis


" Kau itu galak, jutek, tapi cengeng. Memalukan. " pancing Zizi agar Zaza berhenti menangis


" Zaza takut, Bro... Kamu tidak akan tahu bagaimana rasanya menjadi wanita. " jawab Zaza masih memeluk Mommy nya.


" Tentu saja aku tidak akan tahu. Karena aku juga sangat benci gadis yang cengeng. " ketus Zizi


" Andai Dad Davin tidak pergi. Pasti dia akan menyalakan lampu untuk kita. " ucap Zaza


" Uncle !!!! Zaza.... " protes Zizi yang tak menyukai Zaza menyebut Davin dengan sebutan Daddy, karena semenjak Zoe memberitahukan jika ia adalah anak dari Zoe, Zizi mulai merasa iba pada Zoe, yang selalu menuruti keinginan nya, untuk bisa tetap bersama. Dan Zizi berharap kedua orang tua nya bisa bersatu. Walau niat itu belum ia sampaikan pada siapa pun termasuk Zaza.

__ADS_1


" Apa Brother tidak mendengar semalam, Mommy menerima lamaran Dad Davin. Dan Mommy akan menikah dengan Dad Davin bulan depan. Itu tandanya hanya tinggal sebulan lagi Dad Davin menjadi Daddy ku. Dan kita akan mempunyai keluarga yang lengkap seperti teman teman ku" ucap Zaza membela diri


" Tapi -------------- " Zizi mencoba menyangkal namun Moa menengahi.


" Sudah... Jangan berdebat. Kalian pegang Ponsel Mommy ini. Biar Mommy mencari lilin. " ucap Mommy nya Karena ia berdiri di ruang tamu.


" Mommy... Zaza takut. " sambil melihat wajah Mommy nya, dan dengan wajah yang sangat memelas.


Zaza tidak mau di tinggal sedikit pun oleh Mommy nya.Pada Akhirnya mereka kembali duduk di sofa tamu.


Moa mencoba menghubungi Davin, namun terkendala oleh sinyal. Karena pengaruh listrik yang padam, membuat sinyal pun juga terputus. Sejujurnya Moa juga khawatir dengan keadaan Davin dan Zee, karena angin terlalu kencang, Moa takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


" Ting.... tung..... "


Terdengar suara bel pintu, yang pelan.


" Itu pasti Paman Davin. Biar Mommy buka sayang, kalian cukup menyorot Mommy dari sini. " ungkap Moa sambil mengelus rambut Zaza.


Ketiga nya jalan beriringan menuju pintu utama, dengan hanya mengandalkan senter ponsel milik Moa.


Moa membuka pintu perlahan, hingga ia bisa melihat kehadiran seseorang yang berdiri tegap di ambang pintu.


" Jeduaaaar........... "


Bersamaan Moa melihat orang di hadapan nya, suara petir menyambar menggelegar membuat Moa terkejut dan menjatuhkan ponselnya, hingga mati.


Suasana terlihat gelap, namun kemudian terang kembali, karena Pria itu menyalakan sebuah senter.


" Paman menyebalkan, bagaimana bisa kamu di sini?? " ungkap Zaza saat melihat Pria yang dapat ia lihat dan kenali.

__ADS_1


Moa semakin terkejut lagi, ketika mendengar Zaza menyapa Pria itu. Bagaimana bisa Zaza mengenal Pria itu. Sedangkan menurut Moa ini adalah kali pertama, mereka bertemu.


" Aku kesini membawa banyak lampu, juga lilin. Paman juga membawa banyak makan makanan. " ucap Zoe tanpa menoleh pada Moa, yang hanya berdiri mematung tak percaya.


" Benarkah??? Tapi bagaimana bisa Paman tahu kami di sini. Jika Dad Davin di sini, pasti aku akan memberitahukan pada nya. Paman sangat menyebalkan, selalu saja mengikuti kami. " terang Zaza yang masih saja benci pada Zoe, lalu menatap ke arah Zizi yang sudah membulatkan mata nya.


" Jangan Protes. Ingat sebulan lagi, hanya tinggal sebulan lagi Dad Davin akan menjadi Daddy ku. " tambah Zaza yang dapat melihat, jika Zizi ingin menyangkal ucapan nya.


Moa hanya diam mendengar penuturan Zaza. Karena semalam memang Davin melamar Moa, bahkan Davin sudah menyematkan cincin di jari Moa, di saksikan Zaza, Zizi juga Zee. Moa sudah berniat akan membuka lembaran baru, setelah enam tahun ia menutup mata dan hati dari Pria mana pun. Itu pun ia lakukan, bukan karena Pria itu adalah Davin. Ia lakukan semata mata agar Zaza bisa merasakan kebahagiaan mempunyai seorang ayah, seperti curahan hati nya sebelumnya.


Zizi malam itu hanya diam saja, tanpa memberikan selamat, sedangkan Zaza saking bahagianya tidak ingin pulang, dan masih ingin berlibur di sini dalam kurun waktu yang lama, agar bisa berlama lama bersama dengan Davin. Sehingga mereka menambah sewa villa itu menjadi satu minggu kedepan lagi.


Sedangkan Zee, ia sangat kecewa karena Moa memutuskan menerima lamaran Davin. Segala cara yang ia tempuh selama ini ternyata hanya menjadi sia sia saja. Namun ia juga tidak bisa berbuat apa apa, hanya bisa diam dan memberitahukan pada Zoe.


Saat ini, Zaza melihat Zoe dari atas sampai bawah, yang terlihat kebasahan, hanya berpegang senter yang ia bawa, sehingga tidak terlalu jelas raut wajah sedih nya. Kemudian menatap koper besar, di samping Zoe, yang katanya penuh makanan tadi. Namun Zaza belum mengambil keputusan untuk menyuruh Zoe masuk. Entah masalah apa, yang membuat Zaza benar benar bisa tidak menyukai Zoe sama sekali.


" Paman Masuklah !! lebih baik Paman ganti pakaian. Apa Paman bawa baju ganti?? " tanya Zizi yang memang selalu terlihat lebih baik pada Zoe, dari pada Zaza.


" Zizi.... panggil Moa dengan dingin, menatap Zizi.


" Mom... Apa Mommy tidak kasihan?? Paman sangat kedinginan. " ucap Zizi


" Tidak !! " jawab Moa dingin tanpa melihat kearah Zoe


Zoe merasakan sakit nyeri di hati, yang sangat mendalam. Zoe terus saja mendapat perlakuan dingin dari Moa, namun ia mencoba menenangkan diri dan menarik nafas dalam.


" Zizi... Paman akan menjaga kalian dari luar saja, selama Paman Davin belum tiba. Sekarang kalian masuklah, cuaca sangat dingin. " ungkap Zoe


JeDuarrrr.........

__ADS_1


Lagi lagi petir menyambar dengan sangat keras, juga angin yang tidak berhenti justru semakin kencang. membuat air hujan itu menimpa mereka saking kencangnya angin. Zaza langsung mendekap Mommy nya, dan mengajak mereka masuk.


Pada akhirnya Moa kembali menutup pintu dan membiarkan Zoe di luar, semula Moa menolak saat Zizi akan membawa barang barang Zoe masuk. Namun kemudian dia luluh saat Zizi sangat memelas menginginkan barang barang itu, toh pada dasarnya mereka memang memerlukan.


__ADS_2