
Zack masih mengacuhkan Zoe, ia masih melamun dengan khayalan nya.
Zoe yang benar benar malas berada di rumahnya yang terasa engap menurutnya memilih kembali pulang ke apartemen nya.
" Jangan sampai besok kamu terlambat, ini adalah hari pertamamu ikut mengurus perusahaan. pukul delapan besok rapat akan di mulai, seluruh jajaran devisi akan hadir untuk pengenalanmu masuk ke dalam anggota. " kata Zoe akhirnya berdiri dan pulang.
" Aku akan hadir, dan semangat bekerja, tenang saja kak. " kata Zack agak keras.
Pagi hari Moa sudah siap dengan celana bahan hitam dan blezer hitam, tak lupa ia menggulung rambutnya sehingga terlihat leher jenjangnya yang putih mulus. Semua berkumpul di meja makan. Zee pun juga ikut sarapan karena hari ini ia ada kelas pagi di mata kuliahnya.
" Kak, semangat bekerjanya ya. Aku tahu kamu pasti bisa. Nanti aku akan menyusulmu ke kantor. " ucap Zee
Zee merasa sangat suka dengan Moa, karena ia merasa Moa tidak menunjukan sikap yang cari perhatian dan semacamnya. Karena sifatnya yang dewasa menurut Zee, membuatnya nyaman.
" Untuk apa ke kantor, kamu hanya akan mengganggu Moa dan kakakmu saja. Tunggu saja di rumah, toh Moa juga akan pulang nanti. " jeda ayahnya.
" Ayah benar Zee, nanti setelah pulang kita bisa bertemu bukan? " ucap Moa
Terlihat Zee akan menjawab ucapan Moa namun di potong oleh ayahnya kembali.
" Sudahlah, sarapan dulu nanti kamu akan terlambat. " ketiganya memulai sarapan, karena asisten rumah tangganya memberitahukan Zack terlambat bangun dan baru akan mandi sehingga mereka memutuskan meninggalkan Zack untuk sarapan terlebih dahulu.
Dengan langkah tergesa gesa Zack menuruni tangga. Terlihat semua sudah akan berangkat begitu juga dengan Moa sudah rapi, namun masih duduk karena ia akan berangkat bersama Zack sesuai kesepakatan.
" Moa,, apa kau bisa memasangkan dasi?? Aku mencoba berkali kali namun hasilnya jelek, mungkin karena gugup. " pinta Zack dengan memegang dasinya yang masih menggantung di pundaknya belum terpasang.
__ADS_1
" Bisa ! "
Moa pun berdiri dan mulai memasangkan dasi milik Zack. Moa terlihat biasa saja, karena memang tidak ada perasaan apa pun pada Zack. Sedangkan Zack mulai semakin mengaggumi Moa yang terlihat sangat cantik pagi ini. Apalagi ia melihat leher jenjang Moa yang mulus membuatnya menelan ludah dengan kasar. Bagaimana pun Zack adalah Pria dewasa yang pernah merasakan pergaulan bebas di LA. Melihat Moa yang sangat cantik membuatnya tak bisa membohongi jika ia sedang tersiksa melawan hasratnya.
" Sudah. "
ucap Moa santai dengan membenarkan jas yang di pakai Zack.
" Terima kasih. " jawab Zack dengan terseyum manis.
" Kamu pergi sarapan dulu, aku menunggumu di depan. " kata Moa. Ia merasa tidak nyaman jika ia yang menemani adik iparnya sarapan. Karena menurut hukum Moa masih sah istri kakak nya.
Tak berselang lama Zack sudah keluar dengan membawa tas kerjanya.
Moa melihat tulisan besar terpampang di sebuah depan bangunan. Perusahaan itu berdiri tinggi menjulang. Banyak sekali orang berlalu lalang sibuk dengan pekerjaan nya. Ada sedikit rasa gugup di hati Moa, karena ia belum pernah pengalaman bekerja, Dulu ia hanya membantu ayahnya memasukan file file dalam laptop ayahnya itu pun juga dengan arahan ayahnya. Dan sekarang ia harus bekerja untuk mendapatkan uang. Ia bekerja untuk perusahaan orang.
Moa mengikuti Zack masuk ke lift. Terlihat lantai lima Moa ikut keluar. Zack memasuki sebuah ruangan, ternyata di sana. sudah ada satu set meja kursi lain yang Moa pikir pasti untuk dirinya.
" Itu meja mu. Taruh semua barang barangmu di sana, kita langsung menuju ruang rapat saja. " kata Zack santai.
Keduanya terlihat jalan beriringan sesekali Zack menarik tangan Moa ikut jalan sejajar dengan nya. Zoe melihat dari kaca ruangan yang baru saja di lewati keduanya tadi. Ada rasa benci saat melihat Moa terlihat bisa tersenyum dengan Zack. Walau di akui oleh Zoe jika penampilan Moa hari ini sangat membuatnya terkejut. Walaupun menggunakan celana panjang juga hampir semua tubuhnya tertutupi tapi ia masih terlihat sangat cantik. Juga penampilan rambutnya yang di gulung diatas, terlihat sangat berbeda, terlihat jelas leher jenjang Moa.
Semua sudah berkumpul di ruang rapat. Barcas pun selaku CEO di sana memimpin jalan rapat. Sesuai intruksi Moa memperkenalkan Zack selaku Direktur Perencanaan dan Pemasaran. Dia juga memperkenalkan dirinya sebagai Asisten pribadi Zack.
Moa memperkenalkan diri dengan penuh percaya diri dalam setiap pembawaan nya, membuat yang hadir di sana tidak melihat seperti anak yang baru kuliah atau yang belum pernah bekerja. Mereka sangat terpesona dengan cara penyampaian juga yang paling utama kecantikan Moa yang tidak bisa membuat para kaum adam berpaling.
__ADS_1
Tanpa di duga Zoe pun memberikan pertanyaan yang menyudutkan Moa, namun Zack dengan bijak menjawab setiap kata Zoe, membuat Zoe semakin membenci Moa.
Rapat selesai, Zack pun di beritahukan tugas tugas yang harus ia kerjakan. Moa pun selalu setia disampingnya dan mendengarkan setiap ucapan Orang kepercayaan perusahaan nya itu.
Baru sehari bersama Zack dan Moa sudah seperti saling memahami, dalam pekerjaan mereka sudah seperti benar benar team, bukan seperti bawahan dan atasan. Karena Zack selalu memperlakukan manis Moa. Jika Moa gadis lugu, pasti ia sudah terjerat pesona Zack. Selain tampan, lembut Zack juga sangat pandai mencairkan suasana. Untung saja Moa adalah gadis yang sulit untuk jatuh cinta, sekali ia menautkan hati ia akan setia. Walau akhir ini nama Davin mulai menghilang dari hatinya, ia juga tidak mudah memasukan nama Zack dalam daftar cintanya.
Hari hari berlalu dilewati Moa tak terasa, ia sudah bekerja selama dua minggu. Itu artinya sebentar lagi ia akan mendapatkan gaji dan akan pergi dari kediaman Ackerley.
Setelah pulang nanti, Moa berencana akan mencari kontrakan untuk tempat tinggalnya. Ia sudah meminta ijin pada Zack jika pulang nanti ia berencana akan mencari tempat kost atau kontrakan yang cocok untuknya.
Sebenarnya semua keluarga Zoe menginginkan Moa tinggal di sana selamanya. Namun Moa menolak, karena bagaimana pun Moa sebentar lagi akan bercerai. Entah di sengaja atau bagaimana Zoe belum melayangkan gugatan pada Moa.
Moa berkemas bersiap akan pulang. Ia melihat jam di pergelangan tangan nya.
" Ternyata sudah pukul enam ya. " gumam Moa
Karena sibuk bekerja Moa sampai lupa dengan waktu, ia bahkan bekerja sampai sekarang sama sekali tidak membuat form lembur. Jadi dia melakukan itu semua hanya sekedar loyalitas nya dalam bekerja.
Moa berjalan dengan tergesa gesa, karena Zack ada keperluan lain, Zack pulang terlebih dahulu, meninggalkan Moa sendiri di ruangan nya.
Saat Moa akan berjalan keluar, ia membalikan badan. Moa sangat terkejut karena ternyata ada seseorang yang sedang memperhatikan gerak geriknya.
Bersambung.......
Minta giftnya dung.... Hiks ..... hiks..... Author sedih pendukungnya pada hilang ðŸ˜ðŸ˜.
__ADS_1