
Hari Senin, Hari Vote berganti.... Minta dukungan Vote kalian ya... Biar otor semangat crazy up..... 🥰🥰🥰
" Sayang, kamu sudah sadar. " terlihat raut bahagia terpancar dari wajah Zack, begitu melihat istrinya siuman.
" Sebentar..... "
Zack segera mengambil susu di samping nakas,, masih terasa hangat.
" Minumlah. "
Zack membimbing Davina dengan sangat lembut, ia duduk di samping Davina, dengan memegang gelas susu yang sedang di minum Davina sampai tandas.
" Sayang, kamu harus minum vitamin ini. " ujar Zack memperlihatkan obat yang di berikan dokter Sean tadi.
" Tapi kamu harus makan terlebih dahulu. Eh... tunggu dulu, aku coba hubungi dokter cabul itu dulu. " ucap Zack dengan menaruh beberapa obat itu ke nakas, kemudian ia melakukan panggilan pada Dokter Sean.
Setelah melakukan percakapan semi perdebatan, akhir nya Zack menutup panggilan, kemudian ia menyuruh anak buahnya untuk membeli makanan.
" Sayang, kamu mau makan apa? ' tanya Zack mendekat
Davina yang masih lemas, tidak menjawab pertanyaan Zack. Davina menatap jam di dinding masih menunjukan pukul dua dini hari. Davina berpikir mana ada resto yang masih buka. Lalu Davina manatap Zack, tak terlihat raut kantuk di wajahnya, hanya raut bahagia semenjak Davina membuka mata nya. Ia tersenyum, saat Zack meraih telapak tangan nya.
" Zack, ini masih larut malam. Tidak ada resto yang buka, lebih baik kita istirahat terlebih dahulu, baru besok cari sarapan. " ungkap Davina masih lemas
" Sayang, dokter cabul bilang, setelah setengah jam minum susu, kamu harus minum vitamin, jadi kamu harus makan terlebih dahulu. " Zack masih ngotot.
" Zack,, aku ingin tidur di peluk. Kemarilah !! " Davina mencoba merayu, ia tidak mau membuat susah para anak buah Zack, untuk mencarikan makanan sepagi ini.
" Tidak !! Kamu harus makan dulu. " protes Zack, ia tidak ingin Davina kembali pingsan karena melewatkan makan lagi.
Akhirnya terpaksa Davina mengiyakan apa ucapan Zack, dengan menuruti kemauan Zack untuk makan makanan yang Zack pesan.
Pukul tiga dini hari, Davina selesai makan nasi lele yang di beli oleh anak buah Zack. Selesai minum obat, Davina Kembali tidur dalam dekapan Zack. Begitu mudahnya Davina kembali tertidur dalam pelukan Zack, ada perasaan nyaman dan hangat bercampur, membuat Davina semakin pulas tertidur.
Davina menggeliat saat pancaran matahari menerobos menerpa wajah cantiknya. Ia melihat sekeliling ruangan, terlihat Zack sedang sibuk dengan laptopnya. Davina menoleh pada jam dinding yang terpasang di samping Zack duduk.
" Pukul Sebelas?? " gumam Davina.
__ADS_1
Jujur Davina sangat malu, melihat Zack yang sudah rapi dengan pakaian kasual nya. Sedangkan dirinya baru saja membuka mata.
Zack yang menyadari Davina sudah bangun, dia pun menutup Laptopnya dan menghampiri istri tercintanya.
" Kamu sudah bangun sayang?? " ucap Zack yang ikut duduk di sisi ranjang.
Davina pun bangun duduk bersandar ranjang, kemudian tersenyum kikuk.
" Kita sarapan ya.. Aku sudah kelaparan menunggumu bangun, untuk bisa sarapan berdua. " kata Zack
" Kamu sarapan dulu saja. Aku harus mandi dulu, badanku lengket gak enak. " ucap Davina sambil mencium kedua ketiaknya, kemudian Davina baru menyadari, ternyata ia menggunakan pakaian ganti.
" Zack.... apa kamu yang mengganti pakaian ku?? " tanya Davina hati hati, karena malu.
" Iya. "
" Aku tidak rela jika Sean cabul melihat tubuh indahmu. " tambah Zack
Davina mengingat ingat, ternyata ia tak sadarkan diri saat mereka sedang bercinta. Davina Merona membayangkan jika ia dan Zack sudah melakukan malam pertama. Bagaimana pun ini adalah hal pertama yang Davina rasakan dan lakukan. Berbeda dengan Zack, ia terlihat biasa saja, bisa di tebak, jika itu bukan hal pertama untuk Zack.
" Jangan mengingat dokter cabul itu, aku tidak rela jika istriku memikirkan pria lain, apalagi sampai membayangkan Pria lain. " kecam Zack
Davina melongo mendengar penuturan Zack yang sangat tegas, dulu saja Zack seolah tidak perduli sekalipun Sean mengirimi bunga, atau memberikan langsung dihadapan Zack. Tapi sekarang, Zack sangat bertolak belakang, ia sangat posesif dan pecemburu menurut pandangan Davina.
" Apa kamu mendengar ku Davina? " tanya Zack yang melihat Davina seperti sedang melamun.
" A ??? Iyaa !!! Aku mendengar. Baiklah, aku mandi dulu. " ucap Davina sambil turun dari ranjang dengan hati hati karena bagian intinya ternyata masih sakit.
Tanpa aba aba, atau persetujuan dari Davina, Zack membopong Davina begitu saja, dan membawanya ke kamar mandi. Sedangkan Davina yang terkejut, meronta meminta di lepaskan, baginya ini sangat memalukan.
" Jangan terus bergerak seperti itu sayang. Aku tidak bisa berjanji, tidak akan menyentuhmu pagi ini, jika kamu terus menggodaku. " terang Zack dengan mimik wajah seperti sedang menahan sesuatu.
Sedangkan Davina langsung diam, seperti tersiram air es, tubuh Davina langsung dingin dan kaku.
Dengan pelan Zack mendudukan Davina di closed, ia menyiapkan air hangat di bath up sampai hampir penuh. Bahkan Zack memberikan wewangian mawar di dalam bath up.
" Aku menyukai aroma ini. Dan aku semakin menyukainya, jika aroma ini menempel di tubuhmu. " Ucap Zack menghampiri Davina.
__ADS_1
" Zack.... "
Panggil Davina ragu
" Hemmmt....." jawab Zack sambil ikut membuka kancing baju Davina, namun Davina menahan nya.
" Aku malu !!! Bisakah aku melakukan sendiri. " pinta Davina
Zack tersenyum melihat wajah Davina yang sudah merona seperti memakai blush-on.
" Baiklah ! Aku tunggu di luar. " pinta Zack
" Davina segera berdiri ingin mengunci kamar mandi, namun terkejut, karena Zack berbalik badan.
" Ingat... !! Jangan di kunci pintunya. Atau aku akan mendobrak, dan ikut mandi bersama mu. " ancam Zack
Akhirnya Davina tidak mengunci pintu kamar mandi. Ia takut Zack berbuat nekat, seperti kejadian yang sudah sudah.
Davina memikirkan hatinya, kenapa semudah itu memaafkan Zack. Pria yang sudah ingin dia lupakan selama ini dengan bersusah payah, bahkan ingin berusaha ia benci, pada kenyataan nya, ia kembali luluh. Ia kembali mabuk cinta dengan semua perlakuan Zack yang begitu lembut, dan sangat perduli. Sangat berbeda saat Davina mengejarnya bertahun tahun lalu.
Satu jam berlalu, Davina masih melamun dan berendam di dalam bath up.
Zack yang merasa curiga dengan Davina yang tak kunjung keluar pun, menyusul masuk ke dalam kamar mandi.
"Sayang....!!! " panggil Zack, yang sontak membuat Davina terkejut bukan kepalang.
" Zack..... Aku belum selesai. " ucap Davina sambil menutup dada nya dengan kedua tangan nya.
Zack tersenyum penuh arti.
" Kenapa di tutupi, aku bahkan sudah mengigit nya, apa kamu lupa?? Jika kamu lupa, kamu bisa lihat banyak tanda yang aku tinggalkan di sana. " jawab Zack tersenyum
Davina menunduk, barulah ia menyadari banyak tanda kebiruan di sekujur tubuhnya, bahkan hampir semua tubuh nya yang tertutupi baju ada tanda biru itu.
" Zack...... Apa kamu seorang Vampir??? " protes Davina jengkel, melihat pemandangan tubuhnya. Bahkan tanpa Davina sadari seluruh tubuhnya bisa terlihat oleh Zack, karena Davina berusaha meneliti.
" Ya sayang. Aku Vampir tampan. " jawab Zack yang sudah berada di hadapan Davina
__ADS_1