After Love

After Love
Bab. 49 Curiga


__ADS_3

Moa mengurai tubuhnya dari rengkuhan Zoe, ia berdiri dan segera keluar dari kamar hotel Zoe. Moa segera bergegas menuju lift dan segera menekan pintu lift tanda keatas, karena saat ini ia ada di lantai tempat Zoe menginap, yaitu lantai tujuh.


Moa memegang dada nya yang masih berdegup kencang tak beraturan. Ia masih membayangkan sentuhan bibir Zoe yang hangat, masih terasa di bibir nya.


" Oh Tuhan... !!! Berdosakah aku melakukan ini. Salahkah aku jika masih ingin bersama, dan menyanding nya sebagai suami ku. " batin Moa


Moa kembali merapikan diri nya dan bersikap biasa saja saat pintu lift terbuka. Moa memasuki kamar nya, yang di sana sudah di sambut Wina.


Moa masuk ke kamar, masih terngiang di telinga Moa, jika selama empat tahun ini, Zoe Sangat terpuruk, dan sangat kehilangan diri nya. Moa sangat bahagia, saat Zoe mengutarakan perasaannya, ia tidak menyangka jika Zoe yang sekeras itu terhadapnya, bisa berubah mencintai dirinya.


Malam ini, baik Wina juga Moa sangat kelelahan, dia tidur lebih awal, karena besok ada briefing penting tentang babak penyisihan lima besar. Karena, dari lima puluh peserta ini, akan di tentukan lima peserta yang akan maju memperebutkan pemenang, karena setelah ini, akan di bimbing oleh mentor khusus, yaitu lima juri itu menjadi pendamping untuk menemani dan membimbing dalam menentukan tema selanjutnya, yang akan di lombakan untuk perebutan juara pertama yaitu kolaborasi dengan Desainer di Paris selama tiga bulan.


Pagi ini sudah siap dengan gaun yang terpajang di tubuh Wina. Karena hari ini adalah hari penyisihan lima besar. Ada Debaran di jantung Moa juga Wina.


" Moa, jika seandainya aku tak bisa membawakan diri dengan baik bagaimana?? " tanya Wina takut.


" Jika memang aku kalah, itu karena karya ku yang tak bagus Wina. Kamu sudah sangat cantik, kalau memang pada akhirnya aku kalah, aku gak masalah. Toh pada dasarnya aku di sini, juga karena dorongan dari kamu. " ucap Moa menyakinkan Wina


Wina tersenyum dan memeluk Moa.


" Aku akan berusaha semampu ku, untuk mewujudkan mimpi mu. " ucap Wina tulus


Moa membalas memeluk Wina, ia sangat terharu, akhirnya ia mendapat kan seorang teman layaknya saudara.


Setelah melalui proses yang di tetapkan, Akhirnya tiba lah di waktu pengumuman.


Wina memegang tangan Moa yang terasa sangat dingin.


Di sebutkan tiga nama, dari pemenang itu, namun Moa belum di sebut. Justru Wina lah yang sangat berdebar, karena Wina nyakin gaun yang di rancang Moa sangatlah bagus, di banding dengan peserta lain. Hingga nama terakhir yang akan menjadi pemenang di sebutkan Juri. Terlihat wajah tegang Wina, karena Moa justru menunduk kan kepala.


" Moa Neilson...."


Pembawa acara itu manggil nama Moa menggema di seluruh ruangan. Ada raut tak percaya di diri Moa, karena ia baru saja lulus, dan merintis usaha juga belum genap setahun, namun ia bisa meraih kesempatan memperebutkan juara utama nanti nya.

__ADS_1


Moa naik ke atas panggung, di dampingi Wina. Ternyata Mentor yang akan menjadi pembimbing nya nanti adalah Zoe Ackerley.


Entah kebetulan, atau memang sudah di rencanakan oleh Zoe, Akhirnya kedua nya bisa bersama.


Siang ini semua tidak ada aktifitas, karena panitia akan menggelar acara pelepasan empat puluh lima kontestan yang akan pulang. Sehingga para peserta di minta kembali ke kamar terlebih dahulu, dan akan berkumpul lagi nanti malam di lantai atas untuk acara perpisahan.


Moa dan Wina akan kembali ke kamarnya setelah menemani Wina berganti kostum terlebih dahulu.


Saat bersimpangan dengan Zoe di ruangan lomba, Moa melihat Zoe memberikan isyarat untuk ikut keruangan nya dengan isyarat mata.


" Wina, kamu kembali ke kamar dulu ya. Aku masih ada yang perlu ku tanyakan untuk lomba selanjutnya dengan Pak Zoe. " ucap Moa beralasan


" Oke... " jawab Wina tanpa curiga


Moa berjalan menuju ruangan Zoe. Moa membuka perlahan, namun ia tidak melihat Zoe di kursi kebesaran nya, seperti kemarin.


Moa berjalan masuk pelan pelan dengan melihat sekeliling ruangan, lalu Moa terkejut saat Pintu tertutup di ikuti dirinya yang akan menoleh kebelakang sudah di halangi, karena Zoe sudah memeluknya dari belakang. Zoe menyibak kan rambut Moa ke belakang, lalu mencium leher jenjang Moa dari belakang dengan sangat lama. Terlihat Zoe sangat menikmati aroma tubuh Moa yang sangat ia rindukan.


" Aku sangat merindukan aroma tubuh mu Moa. " ucap Zoe tanpa melepaskan dekapan nya


Zoe terus mencium leher Moa, sampai Moa kegelian, dan meminta Zoe untuk melepaskan diri nya. Tapi Zoe justru mengigit leher Moa dan meninggalkan jejak tanda cinta di sana, membuat Moa marah.


Zoe melepaskan tubuh Moa dari dekapan nya. Lalu membalik tubuh Moa agar menghadap wajah nya.


" Maafkan aku. " ucap Zoe saat melihat wajah jengkel Moa


"Aku sangat merindukan mu Moa. Apa kamu tidak merindukan aku?? " imbuh Zoe, sebelum pada akhirnya, ia sudah mencium bibir Moa dengan rakus nya, tanpa meminta persetujuan yang punya bibir, Zoe terus meny**ab bibir tipis Moa.


Terdengar langkah kaki akan memasuki ruangan Zoe, dengan segera ia melepaskan ciuman mereka, dan segera Moa menutupi leher nya dengan rambut panjang nya.


Tok....tok...tok....


Sebelum mendapat jawaban dari Zoe, pintu itu sudah terbuka.

__ADS_1


Vivian menatap Moa tak suka, karena ia berada di ruangan Zoe. Ia pikir Moa memang sedang merayu Zoe.


" Maaf pak, saya permisi. " ucap Moa pamit pergi


" Tunggu. " pinta Zoe, membuat Moa menghentikan langkah


Zoe pergi ke meja kebesaran nya, dan mengambil sebuah paper bag.


" Selamat bergabung. Semoga kamu bisa memenangkan lomba nanti. Aku akan berusaha memberi bimbingan kedepan nya.' ucap Zoe sambil menyerahkan paper bag itu pada Moa


Moa menatap paper bag itu, kemudian menatap Vivian.


" Terima saja, mungkin Pak Zoe sangat puas dengan karya kamu, yang memang ku akui sangat perfect . " ucap Vivian membuka suara


Akhirnya Moa menerima paper bag itu dan membawa keluar.


Sampai di ruangan tempat Moa menyiapkan rancangan lomba, ia membuka paper bag itu. Dan mengambilnya.


" Scarf leher ?? " gumam Moa


" Kamu bahkan sudah mempersiapkan ini. Bagaimana jika di kamar, apa aku juga akan memakai Scart saat aku memakai piyama. " ucap Moa pada dirinya sendiri.


Akhirnya Moa memasukan Scarf itu kembali ke Paper bag. Dan berencana akan kembali ke kamar menyusul Wina untuk istirahat, dan ikut acara perpisahan nanti malam.


Sebelum meninggalkan ruangan kontes, Moa melihat ruangan Zoe yang masih tertutup, ada perasaan curiga mendapati Zoe dan Vivian masih di ruangan yang sama, dan tidak ada lagi orang selain mereka.


Bersambung....


Author Minta dukungan kalian dong ♥️♥️♥️


Like, komen,Vote, dan Gift kalian adalah motivasi Author....🥰🥰🥰🥰


" Wina

__ADS_1


__ADS_2