After Love

After Love
Bab. 24 Surga indah Milik Zoe


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼🌼 Minggu Baru untuk Vote baru....


*


*


*


Siap Crazy up sampai Lima Bab, Kalau Reader berbaik hati memberi bunga dan Vote, jika tembus sepuluh Vote Langsung Gas........🌼🌼🌼🌼


Zoe semakin menuntut Moa meminta yang lebih, ia pun sudah menanggalkan Blezer Moa di lantai begitu saja.


Bahkan kaki mulai mulai bergetar karena sudah tak sanggup untuk berjinjit lagi. Walaupun Moa sudah berpijak di koper, namun tetap saja ia masih berjinjit karena postur tubuh Zoe yang tinggi.


Moa mulai menapakan kakinya di koper, namun Zoe tak membiarkan ciuman itu lepas, ia masih saya menuntut balasan ciuman Moa.


Tangan Zoe justru semakin keatas dan menemukan sebuah pengait di balik punggung Moa, ia melepaskan begitu saja. Tak ia hiraukan Moa yang sudah meminta menyelesaikan ciuman itu dengan mendorong dorong dada Zoe. Namun seakan tak perduli ia semakin berkabut api asmara yang membara seolah membakar tubuhnya.


Ia mengangkat tubuh kecil Moa dan meletakan di ranjang tanpa melepas ciuman itu. Moa masih saja menolak, berusaha melepaskan.


" Cukup Tuan. Bukan kah katanya, hanya mencium sampai Anda membalasnya. " kata Moa saat Zoe mau melepas pagutan nya.


" Anggap saja ini syarat kedua. " kata Zoe yang mulai melepas pakaian Moa tergesa gesa. Tak Zoe hiraukan Moa yang berusaha menolak, karena kabut gairahnya tak bisa ia padamkan begitu saja.

__ADS_1


Zoe semakin terobsesi saat melihat tubuh indah Moa yang selalu tertutupi pakaian longgarnya, ternyata memiliki tubuh yang sangat ideal. Karena Zoe sudah menanggalkan pakaian Moa tanpa melepaskan ciuman nya.


Moa sendiri merasakan sesuatu hal yang benar benar tidak bisa ia kontrol. Rasa yang belum ia rasakan sebelumnya saat Zoe mulai menciumi indah dadanya.


Moa ikut terbawa suasana, setiap Zoe mampu memberinya sentuhan yang semakin membuat jiwanya memberontak dengan tubuhnya. Ia melupakan nalar dan rasionalnya. Ikut menikmati setiap sentuhan yang Zoe layangkan.


Kini mereka benar benar tak tertutupi sehelai benang pun. Syarat yang seharusnya hanya berciuman di ingkari sudah oleh keduanya, tanpa ada yang bisa di salahkan. Mereka melakukan sebuah penyatuan. Moa memberikan begitu saja kehormatan nya, walau sebenarnya ia memberikan pada suaminya sendiri. Yang secara baik agama maupun hukum Zoe adalah orang yang berhak mengambilnya.


Moa kini sudah mulai sadar dan menyesali semua kejadian yang baru saja ia lakukan. Terbayang kembali setiap sentuhan Zoe yang mendarat di tubuh nya. Ingin rasanya ia mengulang waktu dan tidak mau ke tempat ini.


Zoe memeluk erat tubuh Moa yang sedang membelakanginya. Moa meneteskan air mata, saat menyadari jika dirinya sudah tidak suci lagi. Sebuah angan angan saat bercerai akan mengejar cinta Davin, akan ia kubur dalam dalam setelah ini.


Zoe menciumi pundak Moa dari belakang. Ia merasakan surga dunia yang sesungguhnya dari Moa, karena dialah orang pertama yang menyentuh Moa. Tak berhenti Moa meneteskan air mata, namun Zoe justru semakin mengembangkan senyumnya saat pelukan nya tak di lepaskan oleh Moa.


" Kak Zoe, Apa kamu tahu kak Moa dimana?? Sampai selarut ini dia belum pulang. Bahkan ponselnya tidak aktif. " kata Zee dari sambungan telepon nya. Terlihat nada kecemasan dari balik suara itu.


" Dia bersama ku. Malam ini dia akan tidur bersamaku disini. " jawab Zoe lalu mematikan sambungan ponselnya tanpa mendengarkan suara Zee yang sudah siap akan melayangkan banyak pertanyaan kenapa bisa??


Zoe mematikan ponselnya agar tidak ada yang menganggu malam ini. Ia akan menghabiskan malam ini tanpa ada satu pun yang bisa menganggu.


Zoe kembali membaringkan tubuhnya. Moa akan bangkit dengan membungkus tubuhnya dengan selimut.


Zoe yang tidak rela Moa beranjak bangun menarik selimut yang di gunakan Moa sehingga terjadi tarik menarik antara keduanya.

__ADS_1


" kamu tahu Moa banyak wanita yang berbondong bondong merelakan tubuhnya untuk mendapatkan sentuhan dariku. Tapi kenapa kamu justru beraninya menangis seolah kamu menyesal tidur denganku. " kata Zoe yang mulai panas karena melihat Moa menangis.


" Hapus air matamu !! Berani kamu menampakan air mata di depanku lagi, maka aku akan menyebarkan video kita di situs internet. Karena kamu tahu, rangan ini tersedia cctv. Jika kamu berani melawanku jangan harap aku tidak menyebarkan rekaman itu. " kata Zoe


Betapa terkejutnya Moa mendengar penuturan Zoe. Ia benar benar merasa di curangi Zoe saat ini. Air mata Moa semakin deras mengalir menatap wajah tampan Zoe, namun sama sekali tidak membuatnya tertarik lagi. Karena sekarang perasaan menyesalah yang ia rasakan.


" Apa yang kamu tangisi?? Kamu memang seharusnya memberikan tubuh mu untuk ku. Karena memang aku adalah suami mu. Akulah orang yang berhak atas dirimu. Memangnya pada siapa kamu akan memberikan jika bukan dengan ku?? " tanya Zoe


" Ingat Moa, sejak ayahmu sudah menyerahkan hidupmu pada ku, sejak itu pula kamu sah menjadi milik ku secara hukum maupun agama. Jika kamu berani marah, marahlah pada Ayahmu yang sudah menukarmu dengan harta. Kemari !! " kata Zoe dengan menarik kembali selimut yang di gunakan Moa untuk membungkus tubuhnya sampai ia terjatuh kembali dan berbaring di samping Zoe.


" Ingat Moa, apa yang aku ucapkan adalah perintah. Jika kamu berani macam macam pada ku, maka bersiaplah menjadi terkenal karena menjadi pemeran utama dalam film yang berjudul malam panas di internet. " kata Zoe yang sudah kembali memeluk tubuh Moa dan menciuminya kembali sampai ia tertidur dengan mudahnya karena rasa nyaman memeluk Moa, atau memang hari yang semakin larut malam.


Mendengar nafas Zoe yang sudah teratur ia mulai berlahan turun. Moa memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai satu per satu dan membawanya ke kamar mandi.


Setelah membersihkan diri dengan waktu yang sangat lama, Moa keluar. Terlihat wajahnya sangat pucat, karena ternyata di sepanjang malam ia berendam di dalam bathtub dengan melamun. Kini ia mulai berdamai dengan kenyataan, memang sudah seharusnya ia mendapat perlakuan ini karena Moa sadar memang sejak kecil ia tidak pernah mendapat kebahagiaan.


Moa masih mengenakan pakaian semalam, karena ia tidak membawa ganti, juga di apartemen ini ia sudah tidak mempunyai satu pakaian pun.


Zoe mulai membuka matanya, dengan santainya ia masuk kekamar mandi dengan telanjang. Karena semalam, ia bahkan sampai lupa membersihkan diri.


Moa menunduk kan wajahnya melihat pemandangan erotis itu. Tanpa berani komplain atau berkomentar.


" Tunggu aku. Kita berangkat bersama hari ini. " kata Zoe lalu menutup pintu kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2