
Davina tak bisa berkutik lagi, jangankan untuk kabur, untuk bergerak pun Davina merasa kesusahan karena dirinya diapit kanan kiri oleh Zoe dan Mamanya. Sedangkan Ayah Davina dan Zack berada di tempat Prosesi Ijab Qabul.
Suara sah menggema di telinganya, ingin rasanya ia berteriak mengucap tidak sah, namun Zoe sudah berancang membungkam mulutnya.
Kini seseorang mendatangi tempat duduknya. Ia akan di bawa mendekati Zack, karena kini mereka sudah sah suami istri. Semula Davina akan menolak untuk ikut, namun karena Zoe membisikan sesuatu untuk nya, akhirnya Davina ikut serta.
" Jika kamu gadis pintar, kamu akan mau menanda tangani surat pernikahanmu. Karena mau bagaimana pun kamu sudah sah menjadi istri Zack. Ayah mu sudah melimpahkan tanggung jawabnya pada Zack setelah ijab Qabul di laksanakan. Jika kamu tidak mau menanda tangani surat nikahmu, maka kamu hanya akan jadi istri siri saja. Dan akan sulit bagi mu menggugat cerai Zack. Karena gugatan talak istri itu tidak berguna jika bukan suami yang menggugat. Tapi jika kamu menanda tangani surat nikah itu, kamu bisa mengajukan gugatan cerai secara mudah. " ucap Zoe
Davina terdiam mencerna setiap ucapan Zoe tadi, menurut pemikiran Davina memang ada benarnya juga ucapan Zoe tadi. Akhirnya Davina mau mendekati Zack, dan ikut menanda tangani surat nikah.
Zoe menyunggingkan senyumnya dari jauh, melihat Davina menuruti ucapan nya.
" Gadis baik ! Tapi tidak semudah itu kamu akan lari dari genggaman Zack, jika tidak Zack sendiri yang melepasmu. Karena sekali kamu terjebak masuk kandang macan, akan sulit bagi mu untuk keluar. " ada senyum jahat saat Zoe membatin kata katanya.
Davina menanda tangi surat nikah di hadapan nya, walau ia juga bingung, bagaimana bisa di dalam buku nikah itu tertempel fotonya, padahal ia sama sekali tidak merasa jika memberikan pas photo itu.
__ADS_1
Zack tersenyum lega, karena pada akhirnya Davina mau menanda tangani surat nikah itu. Zack menoleh kearah Zoe, dan terlihat Zoe memperlihatkan jari jempolnya menandakan jika semua berjalan mulus, yang kemudian di angguki oleh Zack dengan senyum.
Davina tak menggubris ucapan para tamu undangan juga Ayahnya agar mencium tangan Zack. Ia diam saja berdiri mematung, yang ada dalam pikiran nya saat ini hanya kabur, dan mengurus perceraian sebelum kembali menyusul Moa. Moa???? Bagaimana dengan lanjutan kisah Moa, sebaiknya di next episode aja ya ngintipnya,, sekarang ngintip kisah Zack dan Davina dulu, siapa tahu malam pertama hehehe......( Pada mau ngintip gak nih? )
Zack yang menunggu Davina tidak mau mencium tangan nya akhirnya mendekat. Tanpa basa basi dan rasa malu di hadapan orang banyak, Zack meraih dagu dan mencium bibir Davina lembut yang sontak membuat para tamu undangan bersorak ramai.
Davina begitu terkejut, ingin memukul Zack namun Zack sudah melepas ciuman itu. Zack memutuskan pandangan nya dengan Davina yang seolah akan mencakarnya. Zack bersikap biasa saja, ia justru berbalik badan dan berjabat tangan pada penghulu mengucapkan terima kasih karena sudah mau di repotkan.
Di repot kan??? Bagaimana bisa?? Tentu saja bisa.
Zack menerima panggilan dari Davin, karena sebelumnya perusahaan mereka memang sudah pernah bekerja sama. Zack pikir ada masalah dengan kerja sama mereka.
Ternyata apa yang ada dalam pikiran Zack salah, karena ternyata Davin menanyakan perihal perasaan Zack pada Davina. Semula Zack masih gengsi untuk mengakui jika ia juga sangat mencintai Davina. Namun saat Davin mengungkapkan alasan, kenapa Davin melontarkan pertanyaan tersebut Zack pun terdiam dan berpikir.
Sebuah Alasan Davin, yang ternyata akan kabur dari pernikahan nya, karena Davin juga menceritakan kepada Zack, tentang dirinya yang di jebak, namun Davin tak punya cukup bukti. Sebelum semua terlambat, Davin pun ingin tahu perasaan Zack pada Davina, karena Davin nyakin jika Davina masih mencintai Zack. Karena jawaban Zack tidak mencintai Davina, maka Davin pun akan membawa serta Davina untuk pergi.
__ADS_1
Setelah beberapa saat termenung karena Davin sudah memutuskan panggilan. Zack langsung menghubungi Davin kembali, dan mengatakan jika ia sebenarnya sangat mencintai Davina. Namun ia takut Davina akan menolak dirinya, yang dulu sudah ia sia siakan. Namun Davin menyakinkan jika Davina masih mencintai dirinya, maka timbul lah semangat Zack untuk memperjuangkan cintanya. Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan kedua ini. Dengan di bantu Davin malam itu juga Zack mengurus semua berkas berkas syarat pernikahan. Malam itu juga, asisten Zack membawa berkas laporan itu pada dinas terkait malam itu juga, untuk kerjakan besok pagi, sehingga sore semua sudah beres. Tak lupa Zack memaksa pak penghulu untuk menikah kan mereka, tak perduli dia sudah ada klien yang lebih dahulu.
Sedangkan masalah Davin dan Melisa, Zack juga membantu Davin mengusut kebusukan Melisa dengan mengerahkan semua teman teman nya di klub. Bagi Zack hanya mengusut sebuah masalah bukan hal yang susah, karena semua teman nya dapat diandalkan. hanya dalam hitungan jam, teman teman nya bisa membawa saksi laki laki itu kehadapan Zack.
Dan Sore ini, semua sudah berjalan sebagai mana mestinya. Apa yang menjadi kehendak Zack sudah berjalan mulus. Karena ia kini sudah berstatus suami Davina yang sah secara agama maupun hukum.
Acara berlanjut sebentar, karena yang datang hanya kerabat dekat saja. Terlihat Davina mulai risi, karena Zack sama sekali tidak mengijinkan tangan Davina lepas dari genggaman.
Davina sendiri mulai ragu dengan perasaan nya, kenapa hatinya sangat bahagia mendapat perlakuan seperti itu. Padahal ia sudah bertekad ingin bercerai dan kabur dari Zack.
Davina menatap wajah Zack yang sedang berbincang dengan salah satu kerabatnya yang dari jauh. Davina kembali mengagumi ketampanan Zack, seolah ia lupa luka yang sudah di torehkan untuk nya. Pikiran Davina melayang jauh ke masa lalu tentang pertemuan pertama dengan Zack.
Saat itu Davina yang baru pertama masuk klub malam karena paksaan teman teman nya yang memaksa Davina ikut merayakan ulang tahun salah satu teman nya. Diacara ulang tahun ini mereka memainkan permainan truth and dare. Disitulah Davina bertemu pertama dengan Zack.
Davina yang tidak mau melakukan tantangan teman nya untuk mencium salah satu teman pria mereka, dia terpaksa harus minum minuman bir yang sudah di tuang. Namun Davina tak segera meminum hanya melihat saja. Tiba tiba Zack datang meminum dan mengatakan jika dia yang akan menggantikan Davina meminum bir itu, jika Davina kalah. Sejak saat itulah hati Davina mulai tergila gila pada Zack bak orang bodoh.
__ADS_1