
Moa tak perduli dengan ucapan Zoe yang meneriakinya. Ia justru mendekatkan wajahnya dengan Mike dan sedikit berjinjit karena Mike lumayan tinggi. Moa menempelkan pipinya kanan dan kiri bergantian di wajah Mike. Sedangkan Mike yang terkejut hanya bisa diam saja.
" Maafkan aku yang selalu menyusahkan mu Mike. " kata Moa dengan menepuk lengan Mike lalu meninggalkan Mike kembali masuk ke ruangan nya. Melewati Zoe begitu saja.
Hari pertama bekerja sebagai Asisten Zoe tidak sulit, karena pada kenyataannya Zoe tipe seorang yang gila kerja dia sendiri serius dengan pekerjaan nya. Dan Moa sendiri juga sibuk mengerjakan pekerjaan Mike yang terlalu menumpuk pikirnya.
Tanpa terasa sudah siang Moa bergelut dengan komputer nya. Ia melihat sekelompok orang pergi istirahat. Moa menatap jam di pergelangan tangan nya menunjukan pukul setengah dua belas.
Moa merapikan dokumen dokumen di mejanya. Pukul setengah satu ia harus ada meeting dengan Perusahaan Barque Griyp di sebuah Restoran .
Moa bingung haruskah memberitahukan pada Zoe sekarang atau nanti setelah ia pergi makan dulu. Moa berdiri ingin mengambil air putih, sebelum memberi tahu Zoe. Ia harus mempersiapkan diri sebelum di caci Zoe, maka ia harus minum yang banyak, setidaknya mengganjal perutnya yang lapar.
" Moa, jam berapa kita akan ada pertemuan dengan Barque Griyp?? " tanya Zoe yang takut Moa akan kabur istirahat.
" Jam setengah satu Pak. " jawab Moa yang sudah menuang air dari galon ke dalam gelas.
" Lalu kenapa kamu tidak memberitahukan padaku?? Kamu tahu tugas Asiten bukan?? " bentak Zoe
Moa gemetar mendengar bentakan Zoe, karena pada dasarnya ia sedang lapar. Moa pun langsung meneguk minuman di tangannya sampai tandas.
" Ini saya sudah memberitahukan pak. " jawab Moa yang mulai bertenaga karena di isi dengan air.
" Persiapkan semua dokumen. Kita akan ada pertemuan kunjungan ke Pabriknya langsung setelah itu. " jawab Zoe
__ADS_1
Moa pun yang sudah mempersiapkan, segera merapikan tasnya. Terlihat Zoe memberikan kunci mobilnya.
" Saya tidak bisa menyetir pak !! " kata Moa pelan.
" Lalu kenapa bisa kamu menjadi Asisten pribadi ku? Kamu tahu, menyetir adalah salah satu tugas dari Asiten Pribadiku !! " jawab Zoe sedikit merendahkan dan merebut kunci dari tangan Moa.
" mana aku tahu. Kau tanyakan saja pada Ayahmu. " gumam Moa sambil mengikuti jalan di belakang Zoe.
" Apa kamu bilang?? " sentak Zoe yang ingin menggertak Moa.
" Tidak Tuan. Daya minta maaf. " jawab Moa.
Bagaimana pun Zoe sangat berbeda dengan Zack. Jika ia membuat marah Zoe, maka bisa jadi ia akan di pecat. Dan itu tandanya ia akan kembali menjadi gelandangan tak punya uang. Karena belum sempat menerima gaji. Untuk membayar uang Mike saja itu dari uang sisa yang di berikan Tuan Barcas padanya. Karena selama ini Moa menumpang rumah, makan di keluarga Ackerley. Ia berangkat pulang pun ikut nebeng bersama Zack. Moa sendiri juga bingung nanti ia akan pulang bagaimana. Sedangkan uangnya sudah diberikan pada Mike. Ia hanya tinggal memegang uang dua ratus ribu saja.
Zoe sedikit tersenyum melihat Moa sedikit takut dan juga patuh padanya. Ia seperti mendapat mainan baru jika melihat wajah Moa yang seperti orang ketakutan. Berbeda dari Moa yang selalu membangkangnya selama ini.
" Apa kamu pikir ini taxi, dan aku Sopirnya??? Pindah ke depan !! " perintah Zoe
Moa pun menuruti perintah Zoe, ia pindah di kursi samping Zoe. Membuat hati Zoe merasa senang. Namun Zoe tidak menunjukan rasa suka itu. Ia tetap tenang. Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara, Moa sibuk mempelajari materi yang akan di bahas nanti. Bagaimanapun Moa baru pertama kali terjun di bidang Produksi. Dan biasanya seorang laki laki yang bekerja di bidang ini.
Mereka turun di sebuah Restoran Elite di Ibukota, Zoe berada di depan sedangkan Moa berada di belakang Zoe, ia yang pendek seakan tidak terlihat dari depan.
Setelah saling memperkenalkan diri, keempat orang itu masuk dalam perbincangan serius namun santai. Tak jarang Moa memberi masukan sesuai pemikiran tentang sebuah desain yang akan di produksi. Ternyata sikap Moa dan kecerdasan Moa membuat hati Zoe semakin membuatnya takjub. Moa yang ia pikir gadis ingusan tak tahu menahu dunia bisnis, tapi ternyata pemikiran nya melebihi senior bisnisnya.
__ADS_1
Semua berjalan baik, Mereka memutuskan akan melakukan kunjungan Industri di Perusahaan tersebut, bagaimana pun Perusahaan itu sudah berkembang dan menawarkan kerja sama dengan Ackerley Gruop agar bisa lebih melebarkan sayap.
Barque Griyp Perusahan yang bergerak di bidang perakitan komponen komponen Elektronik, yang sangat bagus kualitasnya, Itulah sebabnya ACKERLEY CORPORINDO mau menerima kerja sama ini.
Moa terlibat obralan santai dengan Asisten Perusahaan tersebut, karena Zoe berjalan sejajar dengan Atasnya Tuan Hirachi. Sedangkan Moa dan Asisten mereka berjalan sejajar di belakang Zoe dan Hirachi.
Ada perasaan panas di dada Zoe, kadang ia hilang konsentrasi hanya karena Moa terlibat perbincangan serius dengan pria itu.
Tanpa terasa mereka di perusahan itu sudah cukup lama, Waktu sudah menunjukan pukul setengah lima sore. Mereka pun kembali pulang dengan sebuah kesepakatan yang mufakat.
Di sepanjang perjalanan tidak ada perbincangan, Zoe sendiri masih merasa benci dengan Moa, karena tidak mengajak berbicara lebih awal.
Mereka sampai di perusahaan sudah pukul enam sore. Sudah banyak para karyawan pulang hingga kantor terasa sepi dan sebagian lampu sudah ada yang di nyalakan.
" Ya... Zack sudah pulang. Ini tandanya aku akan naik taxi, habis uangku untuk naik taxi. " batin Moa menatap ruangan Zack yang sudah gelap. Ada rasa kecewa karena Zack meninggalkan dirinya. Walau itu juga salahnya, kenapa tidak menyuruh Zack untuk menunggu, pasti Zack akan mau.Sedangkan Zoe hanya melirik, saat Moa mencari cari seseorang yang ia pastikan adalah Zack yang di cari.
" Apa aku naik bis saja ya, yang lebih irit. " batin Moa. Ia masuk ruangan, dan menaruh berkas berkas yang ia bawa, tak lupa ia segera memasukan ke dalam sistem, apa yang ia dapatkan dari pertemuan hari ini.
Sudah selesai Moa merapikan semua dokumen yang berserakan di meja. Lalu ia pun mematikan layar monitor komputernya. Moa meneliti tasnya, dan mulai berdiri.
" Pak, saya sudah selesai. Saya pulang dulu. " jawab Moa lembut
" Hmmmt..... " jawab Zoe yang serius menatap komputernya.
__ADS_1
Moa pun berjalan keluar meninggalkan ruangan. Sudah tidak ada yang tersisa diruang kerja karyawan.
Hawa hangat setelah keluar dari kantor menyapa tubuh Moa. Ada perasaan lega karena dihari pertama kerja sebagai Asisten Zoe, setidaknya Zoe tidak bersikap keterlaluan padanya. Jika hanya di diamkan, Moa tidak merasa keberatan justru ia merasa lebih tenang.