
Bintang terlihat terang,
Saat dirimu datang
Cinta Yang dulu Hilang,
Kini kembali Pulang
Kekasih Yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali Pulang.....
Akan ku bawa dia terbang....
Damai bersama Bintang
Betapa senang ku dendangkan
Dan Tak akan Ku lepaskan......
Kembali Pulang*Kangen Band
Setelah semua tertancap pada tempat nya, Dokter pun menjelaskan kondisi fisik Zoe yang masih lemah, dan Dokter berharap Moa bisa membujuk Zoe untuk mau di rawat agar ia bisa sembuh.
__ADS_1
Moa pun berjanji akan merawat Zoe, dan akan menyakinkan Zoe untuk mau di rawat sampai ia sembuh.
Begitu para Dokter dan Perawatan keluar, Moa menutup pintu, dan Mendekati Zoe. Moa duduk di samping ranjang perawat, serta menyentuh lengan Zoe yang semakin kurus. Wajah Zoe yang dulu terlihat sangat tampan, kini terlihat pucat dan sayu.
Moa meneteskan kembali air mata setiap melihat wajah Zoe. Ia pun meraba wajah Zoe, dan mendekatkan wajah pula.
" Berjanjilah padaku untuk selalu menemaniku menjaga anak anak, Zoe. Mereka butuh Daddy nya, mereka kamu ....Zoe...... " ucap Moa pelan. Entah itu adalah curahan hati Moa atau hanya kata kata manis untuk menghibur Zoe.
Zoe sama sekali tidak membuka mata nya, ia bahkan bergeming tak ada pergerakan.
" Aku tidak ingin kehilanganmu untuk yang kesekian kali nya. Aku mencintai mu Zoe..... Sangat mencintaimu........ " ucap Moa dengan memeluk tubuh Zoe yang terbaring. Moa menjatuhkan tubuh nya di dada Zoe. Dan dengan isak tangis Moa meminta Zoe untuk membuka mata untuk nya.
" Ku mohon kembalilah padaku, dan kita akan bahagia bersama. " ucap Moa meluapkan segala isi hatinya, tanpa ia pikirkan bagaimana nantinya ia menjelaskan pada Davin, jika ia lebih memilih kembali pada Zoe dari pada melanjutkan pernikahan dengan Davin.
Zoe mengangkat tangan nya, dan menahan kepala Moa, agar tetap mencium nya, Ia bahkan mengarahkan wajah Moa kehadapan nya, sampai kedua bibir mereka bertemu. Tak di hiraukan sakit tangan nya karena tangan nya yang tertancang infus ia gunakan untuk menahan kepala Moa.
Mata mereka saling beradu, karena kini Zoe membuka mata nya. Mata mereka saling menatap wajah dirinya masing masing di bola mata pasangan mereka. Tak ada sepatah kata pun terucap dari bibir masing masing. Hanya Zoe mulai menyesap bibir bawah Moa, dan Moa merasai hangat nya sentuhan bibir Zoe yang sudah lama tidak ia rasakan. Lama ia merasai, Moa perlahan menutup mata nya, dan ikut terbuai indah dan lembut nya sentuhan bibir Zoe.
Mereka saling membalas ciuman lembut ini dalam waktu yang lama, seolah mewakili perasaan mereka masing masing, jika mereka sangat merindukan kehadiran satu sama lain. Sekian Lama mereka terhanyut dalam sentuhan bibir satu sama lain,mereka harus di kejutkan dengan kehadiran Dokter yang akan memeriksa nya.
" Sorry.... " ungkap Dokter itu, masih tetap masuk ingin memeriksa keadaan Zoe juga akan memberikan obat lewat suntikan dari cairan infus.
" Tuan Zoe, Anda harus cepat sembuh, karena istri Anda sangat merindukan Anda. Dia bilang dia ingin segera memberikan adik untuk anak kembar kalian. " ucap Dokter itu dengan menyuntikkan obat.
__ADS_1
Wajah Moa merona mendengar penuturan sang Dokter, bagaimana tidak merona, ia kini tengah malu, ia mengucapkan kata kata itu, saat dirinya tidak sadar. Kata kata itu spontan terlontar begitu saja, saat Zoe dalam keadaan kritis. Dan sekarang kenapa Dokter itu harus memberitahukan pada Zoe, jika dirinya ingin membuat Anak bersama Zoe.
" Apa dokter ini tidak tahu apa, kamu sudah bercerai. " batin Moa .
Pada dasar nya memang sang dokter tidak mengetahui status keluarga Zoe, ia hanya mendengar saat Moa menangis dan menanyakan pada dokter juga keadaan Zoe dengan mengatakan jika Zoe adalah suami nya. Maka nya sang dokter berasumsi jika mereka masih berstatus suami istri. Dan ciuman yang mereka lakukan tadi, karena mereka sudah lama tidak melakukan ciuman ini, karena sudah hampir dua minggu mereka berada di rumah sakit.
Selesai berbincang dengan Zoe, sang dokter pun pamit undur diri. Sang dokter pun mengingatkan Moa untuk mengunci pintu kamar nya, agar tidak ada perawatan yang menganggu setelah ini. Otomatis Moa pun semakin malu, karena sang dokter mempermalukan diri nya untuk kesekian kali nya. Karena mendengar sang dokter mengatakan demikian, kekuatan Zoe seolah pulih.
Zoe tersenyum penuh arti, Ia hanya menatap Moa dengan senyum senyum. Sedangkan Moa yang di tatap pun menjadi salah tingkah, mereka sudah seperti layak nya abg yang baru pubber dan merasakan cinta. Seolah ia melupakan jika anak anak mereka sudah besar dan sangat pintar di rumah.
" Memang nya berapa banyak, adik untuk Zizi dan Zaza yang kamu inginkan dari ku ??? " tanya Zoe. Walau suaranya masih lemah, tidak meruntuhkan niat nya untuk bisa menggoda Moa.
" Zoe....... " panggil Moa, dengan isyarat agar tidak ikut menggoda nya seperti dokter tadi.
" Apa kamu begitu takut kehilangan ku, Moa ??? " tanya Zoe dengan lembut
" Zoe.... Sebaiknya kamu istirahat. " jawab Moa mengalihkan pembicaraan.
Zoe pun terdiam, kemudian menutup mata nya. Sebenarnya ia ingin menggoda Moa lebih dalam, namun tiba tiba mengingat Moa sudah menikah dengan Davin, dan yang lebih menyakitkan adalah, kini mereka sudah berstatus bukan suami istri lagi. Perasaan yang semula bersinar kini kembali redup. Dan kini ia menyadari apa yang ia lakukan dengan Moa tadi adalah kesalahan. Ia sudah lepas kendali dengan mencium bibir Moa tadi. Tapi yang Zoe sesali, kenapa Moa masih merespon dan membalas ciuman nya tadi.
" Sebenarnya aku dan Kak Davin belum menikah Zoe.. " ucap Moa tanpa di minta. Ia tahu jika Zoe memikirkan perasaan nya saat ini.
Zoe kembali membuka mata nya, ia menatap dalam wajah Moa, seorang wanita yang sudah berhasil memporak porandakan hidup nya, seorang wanita yang bisa mengubah hidup nya dari terang menjadi gelap, Ia bagai kehilangan arah dan tujuan, ia seolah kehilangan udara untuk bernafas Ketika Wanita ini tega menggugat cerai dan meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Tapi sekarang, ia sudah berada di hadapan nya, ia memberitahukan jika dirinya belum menikah. Bolehkan Zoe berharap, itu sebuah lampu hijau untuk diri nya kembali mengejar cinta nya. Apa itu suatu pertanda jika Moa menginginkan dirinya untuk kembali.