
Davin mendorong tubuh Zee hingga terbaring, sedangkan Zee sama sekali tidak ada perlawanan.
" Kamu harusnya tahu, bagaimana perasaan Moa mendapat perlakuan buruk dari Kakak mu. Apa sebagai sesama wanita kamu tidak punya hati dan juga nurani, saat melihat Moa menanggung perihnya luka yang Zoe torehkan. "
" Moa harus menanggung hidup menderita sendirian, membesarkan anak anak sendirian. Sebagai wanita apa kamu tidak tersentuh?? Dan apa kamu tidak bisa melihat, semua luka itu disebabkan oleh Kakakmu, oleh Kakak MU !!! " teriak Davin yang tidak bisa mengontrol emosinya
Zee hanya bisa menangis mendengar bentakan Davin. Zee sama sekali tidak berani mendongakan kepala nya.
" Maafkan Kak Zoe, aku tahu dia masih sangat mencintai Kak Moa. " ucap Zee masih dengan menunduk
Davin memegang dagu Zee, dan mengarahkan agar menatap wajah nya.
" Mencintai katamu?? Lalu kemana dia selama enam tahun ini?? Aku lihat dia masih bahagia tanpa Moa. Dia masih bergonta ganti wanita. Sedangkan aku ??? Apa kamu tidak bisa melihat ketulusan cintaku, belasan tahun aku mencintai Moa, belasan tahun aku menahan rasa, agar Moa bisa bahagia. Dan sekarang apa salah jika aku hanya ingin bahagia bersama. Kenapa aku harus mengalah pada orang yang sudah di beri kesempatan, namun menyia nyiakan . "
" Katakan, alasan apa yang bisa aku nalar secara logika, agar aku bisa mengalah pada Zoe. Alasan Apa Zee ??? "
Teriak Davin, ingin rasanya ia mencakar dan menampar bahkan menjambak wanita di hadapan nya ini.
" Aku hanya ingin membalas kebaikan keluarga Ackerley pada ku, terutama kak Zoe yang sudah membawaku pada kehidupan yang lebih baik, membawa ku dari seorang yatim piatu, menjadi tuan putri yang diakui. Aku sangat berharap, aku bisa berarti bagi Kak Zoe, Aku berguna untuk kebahagiaan nya. " ucap Zee penuh dengan air mata
__ADS_1
Davin menatap Zee tak percaya, bahkan Davin sama sekali tidak mengetahui jika Zee hanyalah anak angkat keluarga Ackerley. Karena keluarga Ackerley selalu menganggap Zee adalah putri tunggal keluarga mereka.
" Cih..... Apa perduliku untuk itu. " kata Davin dengan membalik badan
" Aku tahu kamu adalah orang baik Davin. Apa kamu bisa memisahkan sebuah keluarga yang lengkap. " kata Zee
Davin berbalik menghadap Zee, dengan pandangan menyipit.
" Apa kamu bisa merasakan, bagaimana Kakak mu meremehkan aku. Apa kamu bisa merasakan, bagaimana perasaan ku, saat melihat orang yang sangat aku cintai, di tarik paksa oleh kakak mu, di sentuh, bahkan di miliki oleh kakakmu ?? Kamu bisa merasakan, orang yang kita cintai memberikan perhatian kepada orang lain, dan orang itu adalah Kakak mu. Dan Kakak mu melukai orang yang sangat aku cintai. Apa Kamu tidak mengerti Zee !!!!! " mata Davin ikut terbuka lebar dengan suara yang semakin meninggi menatap wajah Zee yang sudah penuh air mata, juga sedang menatap dirinya.
" Aku bisa merasakan nya. " ucap Zee pelan
" Hatiku sakit saat melihat kamu memberikan perhatian pada Kak Moa. Hatiku sakit, saat kamu gelisah karena memikirkan Kak Moa. Hatiku sakit, saat melihat orang yang aku cintai memperhatikan orang lain. Dan orang itu adalah kamu Davin. " tamba Zee tenang
" Aku tidak menyangka jika semua keluarga Ackerley adalah orang gila. " kata Davin melihat Zee dengan meremehkan
" Aku memang gila Davin. Aku memang sudah benar benar gila karena mencintaimu. Namun aku tidak rela jika kamu mengatakan keluarga Ackerley gila. Hanya aku yang gila Davin. Aku yang tergila gila padamu. " ungkap Zee dengan tidak tahu malu nya.
Bahkan kini Zee duduk di ranjang dan meraih lengan Davin dengan tatapan penuh cinta. Sebuah rasa yang sebenarnya hanya ingin ia tahan di hati saja, akhirnya ia luapkan begitu saja di hadapan Davin.
__ADS_1
Zee mengangkat tubuh nya dan bertumpu pada lututnya, hingga tubuhnya berhadapan pada Davin sejajar.
" Aku mencintai mu Davin. " ucap Zee dengan menempelkan bibirnya di bibir Davin, dan mulai menyesap nya. Merasa tak ada penolakan, Zee tidak menghentikan aksinya, ia menempelkan tubuhnya ke dada bidang Davin.
" Gilaaa...... Apa kamu semurah ini Zee. Aku tidak menyangka jika semua anak Tuan Ackerley semua nya ba*****ngan. " kata Davin dengan mendorong tubuh Zee sampai terbaring.
Zee hanya diam saja mendapat penghinaan itu dari Davin. Zee juga menyadari, tindakan nya tadi sangatlah keterlaluan sebagai wanita. Walau itu adalah pertama kali Zee lakukan, namun ia juga terima Davin mengatakan jika diri nya murahan. Karena jika di pikir kembali ia seperti wanita murahan yang mengemis cinta dari seorang pria.
Davin menatap Zee yang terbaring telentang, terlihat setiap lekuk tubuh Zee di hadapan nya. Kemudian Davin memilih untuk kembali berbaring di lantai, bajunya yang basah tak kunjung kering menambah rasa dingin di kamar ini, walaupun mereka tidak menyalakan ac.
Begitu terasa sentuhan hangat bibir Zee menempel di bibir Davin. Kini pikiran dan hasrat Davin mulai tidak sejalan. Hawa dingin membuat dirinya tidak sanggup menahan hasrat yang sempat ia pendam tadi. Lama Davin bertahan dengan pendirian nya agar tidak tergoda oleh Zee, namun saat teringat bayangan Zoe merebut Moa dari nya. Juga mengingat luka yang di torehkan untuk Moa dari Zie, membuat niat Davin untuk membalaskan dendam Moa pada Zoe kembali menyala.
Davin kembali berdiri, dan menatap posisi Zee yang belum berubah. Masih telentang dan juga sedang menatap ke arah diri nya.
Davin mulai membuka kancing kemeja nya satu per satu sampai habis. Kemudian membuka nya, ia juga membuka kaos dalam yang ia pakai ke lantai. Dengan telanjang dada Davin mulai merangkak diatas tubuh Zee. Tidak ada penolakan sedikit pun dari Zee, saat tangan Davin mulai menyibakan kaos keatas hingga terlihat dua gundukan di dada Zee yang masih tertutupi. Perlahan Davin mulai memasukan tangan nya ke dalam kain yang menutupi gundukan itu.
" Kamu akan tahu, bagaimana sakitnya jika orang yang kamu cintai mempermainkan mu, karena ulah Kakak tercintamu. " terang Davin
" Aku mencintai mu Davin. Dan itu tidak bersyarat. Jika kamu meniduriku malam ini, atau kamu merenggut kesucianku, aku pun tidak akan menuntut mu bertanggung jawab menikah dengan ku. Karena cinta yang aku berikan untuk mu, adalah sebuah ketulusan, bukan cinta yang mengharapkan balasan. " balas Zee
__ADS_1
Davin tertegun menatap Zee, dan Zee pun menarik tangan Davin agar kembali melanjutkan aksinya. Zee memegang pipi Davin seraya membawanya agar menyentuh dada nya.
Davin mencium aroma wangi semerbak di dada Zee, ada debaran juga sesak dan panas yang Davin rasakan bercampur aduk, karena ini adalah pertama kalinya Davin melakukan hal seperti itu.