
Rahang Zoe mengeras menyaksikan Moa yang begitu menikmati ciuman bersama Davin. Dengan langkah lebar ia menghampiri keduan nya.
" Bug.... bug..... "
Dua pukulan mendarat di wajah Davin kanan dan kiri. Membuat Moa tersadar dan ketakutan dengan apa yang sudah ia lakukan.
" Dasar wanita murahan !!! " dengan penuh kemarahan Zoe menyeret Moa pergi dari sana, mengabaikan sebagian para wartawan yang mencuri potret perkelahian mereka.
Davin mencoba menghalangi keduanya.
" Jangan sakiti Moa, Tuan Zoe. " ujar Davin menghalangi langkah keduanya.
Zoe mendorong tubuh Davin hingga terjerembab.
" Cih.... mau jadi sok pahlawan !!! Menyelamatkan diri sendiri saja tidak mampu. " ucap Zoe meremehkan
" Ingat Tuan Zoe. Wanita yang kamu sia siakan ini, adalah wanita berharga. Jika Anda hanya menyakiti saja, biarkan aku yang membalut luka nya. " kata Davin
Zoe merah padam mendengar penuturan Davin. Beraninya dia bilang menyukai wanita yang di miliki Zoe.
Zoe berjalan mendekati Davin dan kembali akan menghajar dengan tangan nya sendiri. Namun Moa segera menghalangi dan berdiri tepat di depan Davin, siap menerima pukulan yang sudah di layangkan oleh Zoe.
" Pukul saja aku Tuan Zoe. Aku yang bersalah di sini. Kak Davin tidak bersalah. " ujar Moa yang kasihan melihat wajah Davin yang sudah biru, bahkan di sudut bibir Davin terdapat darah.
Zoe tambah marah melihat perlakuan Moa yang membela Davin. Zoe kembali menyeret Moa, dan membawanya ke mobil.
Tak ada percakapan di mobil, hening suasana terasa.
Entah Zoe akan membawa Moa kemana, karena Moa nerasa perjalanan nya sangat jauh dan jauh dari keramaian kota, apalagi suasana malam, membuatnya tidak bisa menghafal jalan yang ia lalui.
Zoe menurunkan Moa di sebuah vila, yang sangat indah, walau tidak berdiri megah, namun kesan bersih dan sederhana justru menambah kenyamanan tempat tersebut.
Vila itu jauh dari pemukiman warga, karena Moa tidak menemukan bangunan yang berdekatan samping vila itu saat ini. Apalagi sebelum memasuki lingkungan vila itu, ia melewati yang menurutnya adalah sebuah hutan, karena banyak pohon yang tumbuh di sana.
__ADS_1
Zoe membuka pintu Moa, kemudian kembali menarik Moa keluar.
Dingin yang Moa rasakan saat ini.
Tanpa sepatah kata pun Zoe menarik Moa ke sebuah kamar dan masih menyeret ke dalam lagi.
Kamar Mandi
Zoe membawa Moa ke dalam kamar mandi dan menenggelamkan wajah Moa dalam bathup yang sudah terisi air penuh.
Moa melambaikan tangan, karena terkejut juga merasa tidak bisa bernafas di dalam air. Terasa sangat dingin air tersebut. Bagaikan udara di gunung, seperti es air itu.
Namun seolah tanpa kasihan Zoe kembali menenggelamkan wajah Moa lagi dan lagi.
Terlihat wajah pucat Moa. Ia sudah pasrah dengan keadaan nya saat ini. Tidak ada lagi penolakan atau usahanya untuk memohon minta di lepaskan. Karena berulang kali ia memohon di lepaskan tidak di hiraukan oleh Zoe, ia justru semakin kalap dalam menyiksa Moa di dalam air.
" Berani kamu memberikan tubuhmu pada laki laki lain."
" Dasar wanita murahan !!! "
Karena melihat tubuh Moa yang basah, Zoe melepas pakaian Moa dengan sekali tarikan, tanggal sudah gaun yang di kenakan Moa, hanya tersisa pakaian dalam saja.
Zoe memasukan tubuh Moa dalam bathup dan menggosok gosok bibir dan seluruh tubuh Moa dengan sabun.
Hanya air mata yang keluar dari wajah Moa, tanpa ada penolakan, dan perlawanan ia pasrah dengan keadaan dan semua perlakuan yang di lakukan Zoe untuk nya.
" Ingat Moa jika kamu berani menggoda laki laki lain lagi. Aku bersumpah akan membunuh laki laki itu tepat di hadapanmu. " kata Zoe penuh penekanan
Zoe beranjak pergi meninggalkan Moa yang masih penuh dengan busa karena Zoe menuangkan semua sabun cair ke tubuh Moa. Zoe sengaja menuang banyak sabun, agar Moa membilas bersih sampai tak ada bekas jejak laki laki itu menempel di tubuhnya.
" Kenapa? "
Pada akhirnya Moa bersuara, namun tanpa memandang wajah Zoe sama sekali. pandangan nya kosong melihat depan.
__ADS_1
Zoe berhenti lalu berbalik melihat Moa kembali.
" Kenapa kamu bilang??? Berani kamu berciuman di depan ku !! Berani kamu menggoda laki laki lain di depan ku. Kamu masih bertanya kenapa?? " tanya Zoe kembali emosi setiap mengingat Moa lah yang mendekatkan wajahnya pada Davin.
" Yang aku tanyakan kenapa harus laki laki itu yang kamu bunuh. Kenapa tidak aku saja yang kamu bunuh?? Kenapa kamu bisa mencium wanita lain di depan mataku, atau bahkan di depan umum, sedangkan aku tidak ada hak untuk membalas. Kenapa kamu ingin membunuh laki laki yang aku goda, sedangkan kamu menyiksaku seperti ini?? Perasaan seperti apa yang kamu rasakan saat ini Tuan Muda Zoe ??? Apa kamu Puas ?? Apa kamu Bahagia melihat setiap tetes air mata yang keluar dari mataku??" Apa yang Anda rasakan Tuan Muda?? " tanya Moa menatap wajah Zoe yang sudah semakin merah padam.
" Jangan bilang kamu melakukan ini karena kamu cemburu melihat Jenifer menciumku Moa? Lalu kamu berani mencium laki laki lain sebagai luapan kecemburuanmu?? " ejek Zoe meremehkan
" Ingat Moa !! Kamu tidak layak untuk cemburu. Karena Jenifer adalah kekasihku. Karena Jenifer adalah tunangan ku yang sesungguhnya. " karena emosi Zoe, memanasi hati Moa mulai terbesit.
Sebenarnya Zoe sangat bahagia mendengar Moa mulai tak terima dengan kedekatan nya bersama Jenifer. Tapi Zoe juga tidak terima jika Moa membalas perlakuan itu padanya. Egois Bukaan ??
Moa diam mendengar penuturan Zoe padanya. Hatinya bagai teriris sembilu tajam, perih yang ia rasakan.
" Aku akan membayar hutang yang Anda rinci. Dan mari kita bercerai. " ucap Moa pada akhirnya.
Hatinya yang kuat, tidak kuat lagi menahan segala penghinaan yang Zoe lontarkan. ia juga tidak sanggup lagi menerima perlakuan kasar yang Zoe lakukan. Moq seakan wanita yang benar benar sudah tidak ada harga diri lagi. Jangankan untuk di cintai, di hargai oun sama sekali ia tak rasakan dari semua perlakuan Zoe padanya.
" Cerai kamu bilang ??? "
" Dengan cara apa kamu mau melunasi hutang hutangmu? " tanya Zoe penuh selidik
" Oh... Dari laki laki tak berguna itu? Jadi dia sudah membayarmu lebih mahal lagi dari ku, sampai kamu memberikan tubuhmu pada laki laki itu?? " kata Zoe menambahkan
" Kamu tahu Moa, aku bisa menumbangkan laki laki itu bersamaan dengan runtuhnya keluargamu, hanya dalam hitungan menit. Ingat Moa dalam hitungan Menit !! " kata Zoe penuh penekanan
" Mari kita buktikan. " kata Zoe yang sama sekali tidak mendapat respon dari Moa, membuatnya tertantang untuk membuktikan ucapan nya.
Kira kira apa yang di lakukan Zoe pada Davin dan keluarga Moa ya 🤔🤔🤔
Segera layangkan Gift juga Vote kalian untuk Author biar semangat Up date.
Author lagi sedih Karya After Love tak ada peminatnya....ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
Ayo ramaikan agar Author jadi semangat lagi...Like, komen, gift dan Vote kalian sangat berguna untuk karya Shanyu..... 🤗🤗🤗
Terima kasih. Salam Manis dari Author 😘😘😘