After Love

After Love
Bab. 79 Amarah


__ADS_3

Davin membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan. Ia mengingat ingat kembali dimana dirinya sekarang berada. Ia memegang kepalanya yang terasa berat dan pusing.


Setelah sekian menit, barulah Davin mengingat kejadian semalam, yang membuat diri nya dan Zee bertengkar hebat.


Bermula ketika Davin dan Zee pulang membereskan barang belanjaan ke dalam mobil. Mereka sepakat akan langsung kembali ke Villa, karena cuaca yang semakin tidak memungkin kan. Deras nya hujan dan kencangnya angin membuat Davin menjalankan mobil dengan sedikit lambat, karena penerangan yang terganggu oleh embun air hujan.


Sepanjang perjalanan, Zee tak berhenti nya komat kamit berdoa, semoga tidak terjadi halangan sesuatu apapun dengan mereka.


Davin menghentikan mobilnya di sebuah jalan, dekat dengan jembatan yang akan mereka lewati. karena banyaknya mobil yang berhenti membuat mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan.


Davin memutuskan keluar dari mobil, untuk melihat kondisi di luar. Zee dari mobil, hanya melihat banyak orang keluar menyaksikan sesuatu.


Di mobil, Zee memberikan kabar pada Zoe, jika diri nya sedang terjebak macet di sebuah jembatan. Dari Zoe, Zee dapat tahu jika jembatan yang akan mereka lewati terputus karena terkena longsor, sehingga jembatan tersebut tidak bisa dilalui.


Akhirnya Zee meminta pada Zoe, agar dia mau memberikan bantuan pada Moa, juga memberitahukan kejadian tersebut. Zoe pun menyanggupi permintaan Zee, dia mendatangi Moa dan memberikan bantuan. Hanya saja, Zoe tidak memberitahukan kejadian, kenapa Davin tidak pulang. Karena memang kehadiran dia tidak di sambut oleh Moa juga Zaza.


Davin kembali ke mobil, dan memberitahukan pada Zee, jika ia tidak bisa melanjutkan perjalanan. Zee yang memang sebelumnya sudah tahu dari Zoe, hanya diam saja. Davin memutuskan menghubungi Moa, dan memberi tahukan jika dirinya terjebak di jembatan putus. Namun sayang, nomor Moa sama sekali tidak aktif, karena ponsel Moa terkendala oleh sinyal.


Berkali kali Davin mencoba menghubungi, namun sayang nomor Moa sama sekali tidak terhubung. Davin semakin gelisah juga takut terjadi sesuatu dengan Moa.

__ADS_1


Davin kembali turun ke luar, ia ingin memeriksa kembali, bisakah jembatan itu di lalui dengan jalan kaki. Jika bisa ia ingin berjalan saja. Namun jembatan itu benar benar terputus dan terlihat jurangan yang sangat dalam.


Angin kencang terus bertiup kencang, banyak mobil yang putar arah untuk kembali ke kota. Karena jalan itu sama sekali tidak bisa di lewati. Davin kembali masuk ke mobil. Kali ini ia dengan pakaian basah. Karena payungnya sudah tertiup terbawa angin.


Zee yang melihat, hanya bisa diam. Ia dapat melihat raut kegelisahan di wajah Davin yang sedang mencemaskan Moa. Ada rasa iri di hati Zee, seandainya ia bisa di cintai oleh Davin, alangkah bahagianya. Namun perasaan itu ia pendam saja. Zee sendiri tidak mengetahui, sejak kapan ia mulai mempunyai rasa sedikit cemburu, saat Davin memperlihatkan perhatian nya pada Moa. Padahal, sejak awal Davin tidak pernah memberikan senyum atau pun kebaikan untuk Zee. Davin terkesan dingin juga ketus pada Zee.


Dengan terpaksa Davin memutar mobilnya ke kembali ke kota, untuk mencari penginapan selama semalam. Karena memang hari juga sudah malam. Barulah ia akan memikirkan jalan keluar jika setelah pagi menjelang. Davin semula bertanya pendapat pada Zee, yang pada akhirnya mendapat persetujuan dari Zee pula.


Davin berhenti di sebuah hotel, terlihat banyak sekali mobil yang terparkir, bisa di pastikan itu adalah orang orang yang akan melewati jalur jembatan putus itu. Semua orang itu, memilih menyewa hotel untuk bermalam dulu.


Karena bencana ini, hotel pun sudah penuh, hanya tinggal satu kamar, itu pun dengan satu ranjang saja. Dengan terpaksa Davin menerima, ia berpikir mungkin itu lebih baik, dari pada harus bermalam di mobil. Jika parkir sembarangan di jalan, ia takut terkena musibah yang tidak diinginkan, karena cuaca juga sangat tidak bersahabat. Seperti angin yang sangat kencang, derasnya hujan, juga petir yang menyambar nyambar.


Davin masih mencoba menghubungi Moa, namun masih sama saja, nomor Moa tidak bisa. Pikiran Davin gelisah, ia takut terjadi sesuatu pada Moa dan anak-anak.


Karena melihat Davin tidak kunjung tidur juga, Zee memberi tahu kan jika Moa, dalam keadaan baik. Di sana sudah ada Zoe yang akan menjaga mereka.


Davin segera beranjak dari tidurnya mendengar penuturan Zee. Dengan pandangan penuh kebencian ia berdiri di hadapan Zee yang masih berbaring di ranjang.


" Apa Maksud mu??? " tanya Davin emosi.

__ADS_1


Zee pun bangun, dan duduk dari berbaring nya. Ia menceritakan jika tadi di jalan, ia sempat berkomunikasi dengan Zoe.


Zee meminta bantuan pada Zoe agar menjaga Moa dan Si kembar. Namun sekarang nomor Zoe juga tidak aktif, Hanya saja, Zoe sempat memberitahukan jika daerah Villa mati lampu. Mungkin setelah ini, ia tidak bisa berkomunikasi.


Meluaplah amarah Davin mendengar penuturan Zee. Ia bahkan mencekik leher Zee, sedangkan Zee sama sekali tidak ada perlawanan.


" Aku ikhlas kamu membunuhku Davin, asalkan kamu merelakan Kak Moa kembali bersatu dengan Kak Zoe. " ucap Zee susah karena leher Zee tercekik.


" Apa kamu bilang?? Meeereeelllaaakkkaaannn ???? Sudah berapa kali aku mencoba bersabar untuk kakakmu, sudah berapa kali aku mengalah untuk Kakak mu,Tapi apa yang kakak mu berikan untuk Moa,, hanya sebuah penghianatan dan luka yang Zoe berikan. "


" O.... Aku tahu, apa alasan kamu selalu menganggu kebahagiaan ku bersama Moa. Kamu sengaja ingin memisahkan aku dengan Moa, agar kamu bisa menyatukan Moa dengan Zoe bukan? Jangan mimpi !!! " ucap Davin dengan mendorong leher Zee kebelakang setelah ia cekik keras.


Zee terbatuk batuk dengan memegang lehernya


" Ahhhhhh....... " teriak Davin marah pada dirinya sendiri. Ia menyesali kenapa tak mendengar kan Moa, agar berbelanja besok pagi saja. Yang nantinya mereka dapat berbelanja bersama.


Pikiran Davin pun mengarah pada hal hal negatif. Ia membayangkan jika Zoe kembali menyentuh Moa. Sikap Zoe yang begitu pemaksa, membuat pikiran Davin berkecamuk. Ia tidak rela jika Moa kembali disetubuhi oleh Zoe. Dan bayang bayang itu semakin nyata di matanya, setelah Zee memberitahukan keberadaan Zoe di villa.


Davin melihat Zee dengan penuh kebencian. Zee yang terduduk di ranjang sangat dekat, dan hanya berselimut kan sprei tipis sampai ke paha, membuat Davin gelap mata. Pikiran kotor untuk membalas perlakuan Zoe pada Moa mulai bergelanyut di benak nya.

__ADS_1


__ADS_2