After Love

After Love
Bab. 55 Penyakit Aneh


__ADS_3

Moa pun menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan Zoe kembali, dan ia sempat terbuai oleh rayuan Zoe. Moa juga menceritakan jika Zoe hanya mempermainkan perasaan nya, karena hanya berbeda hari saja, Zoe sudah tinggal dengan wanita lain di kamar hotel yang sama.


Dan bodohnya Moa sama sekali tidak menyadari jika diri nya hamil, karena selama tiga bulan ini, Moa sama sekali tidak merasakan apapun, seperti wanita lain nya. Ia sama sekali tidak mengalami morning sickness, atau mengidam sesuatu dan sebagainya.


Davina mendengar semua pengakuan Moa dengan seksama. Ia merasa iba dengan kejadian ini.


" Moa, aku mohon jangan sampai kamu menggugurkan kandungan mu. Kita rawat anak ini bersama sama. Aku berjanji akan selalu membantumu merawat mereka. " ucap Davina meraih kedua tangan Moa


" Tidak Dav, aku benar benar ingin melupakan Zoe dari hidupku. Dan satu satu nya jalan agar aku bisa melupakan adalah dengan menggugurkan bayi ini. " ucap Moa mantap


" Tapi Moa, bukan kah anak ini sama sekali tidak menyusahkanmu. Siapa tahu jika kedepan nya dia lah yang akan membalaskan sakit hatimu pada ayah nya. " ujar Davina


Moa menatap Davina, seolah menimang apa yang barusan Davina katakan.


" Bagaimana jika kita periksakan dulu bagaimana keadaan nya. Jika memang keadaan nya masih bisa di gugurkan, aku tidak akan menghalangi. Karena kamulah yang lebih berhak atas hidup dan mati bayi itu. " ucap Davina. Walau sesungguhnya Davina punya rencana lain di sebalik pemeriksaan Moa nanti.

__ADS_1


-------------------------------------------


Semenjak Moa memutuskan meninggalkan Zoe begitu saja, Zoe sudah benar benar akan melepasnya pula. Waktu empat tahun bukan waktu yang sebentar untuk menahan rasa cemburu, amarah. Namun hanya karena kesalah pahaman sedikit saja, Moa begitu mudah nya menelan mentah mentah apa yang ia lihat. Tanpa sedikit oun ingin mengerti penjelasan Zoe, ia sudah memutuskan sepihak hubungan yang semula sempat membaik itu.


Zoe begitu sakit hati, dengan perlakuan Moa yang langsung mengacuhkan bahkan mengabaikan Zoe begitu saja. Padahal Zoe sudah bersabar dan mengalah untuk mendekati Moa terus menerus.


Semenjak kepergian Moa, juga sikap Moa yang mengacuhkan dirinya saat ia memohon pada Moa agar mendengarkan penjelasan nya sebelum ia terbang ke Paris dulu. Zoe benar benar terhina saat itu. Belum pernah sebelum nya, ada wanita yang mengacuhkan diri nya berkali kali, bahkan kejadian itu di tempat umum.


Zoe bertekad jika ia pun bisa melupakan Moa, seperti yang Moa pinta. Jika Zoe harus melupakan Moa, seperti Moa, yang akan melupakan kisah cinta nya bersama Zoe.


Zoe sungguh benar benar berubah, ia mengindahkan setiap teguran ayah nya, yang melarang Zoe untuk tidak bermabuk mabukan seperti itu.


Namun sayang nya, masa bersenang senang Zoe tidak genap satu bulan. Karena Zoe seolah mendapat azab. Zoe menderita penyakit aneh, sudah banyak dokter yang di datang kan oleh Tuan Ackerley, namun tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakit Zoe.


Semenjak menderita penyakit aneh, Zoe di rawat di rumah utama. Zoe selalu muntah, pusing, dan lemas. Zoe seolah tidak punya tenaga, namun ia juga sering marah marah setiap ada yang berkunjung untuk melihat keadaan nya. Setiap dokter yang memeriksa, hanya bisa menjawab jika Zoe menderita asam lambung. tapi setiap obat yang di berikan, tidak bisa menyembuhkan penyakit Zoe. Ada juga dokter yang beranggapan karena seringnya meminum minuman keras. Segala obat, terapi juga dokter di datangkan, namun tidak ada yang bisa menyembuhkan Zoe.

__ADS_1


Tubuh Zoe terlihat sangat kurus, karena hanya mendapat cairan infus saja. Zoe sering menolak makanan, karena nantinya akan membuatnya muntah muntah, jika perutnya di isi makanan.


Kondisi Zoe sangat memperihatinkan, karena segala obat sudah ia minum, namun tak kunjung membuatnya sembuh. Di setiap sadarnya, Zoe menyesali banyak dosa yang ia lakukan selama satu bulan yang lalu. Banyak dosa, Zina, juga melawan ayah nya, sering ia lakukan. Membuat Zoe menyadari jika mungkin benar, ini adalah azab yang harus ia terima di dunia ini.


Zoe sampai bernazar, jika ia tidak akan menyentuh wanita lagi selain istri sahnya. Juga jika di beri umur yang panjang, ia tidak akan memyentuh minum minuman keras lagi. Namun walaupun Zoe sudah bertobat, juga berdoa, penyakit itu tak kunjung sembuh. hampir dua bulan hanya berbaring di tempat tidur, dengan selang infus yang menancap di tangan nya, karena Zoe bersikeras tidak mau makan.


Hari berganti, minggu berlalu, bulan pun berubah. Tiga bulan Zoe merasakan penderitaan tanpa ada tanda tanda akan adanya kesembuhan baginya. Zoe pun sampai sudah putus asa. Ingin rasanya ia mengakhiri hidup nya saja. Karena ia merasa hidup pun sudah tiada berarti lagi.


Zoe melamunkan hidupnya yang tidak berarti ini. Ia berandai-andai jika saat ini ia masih bisa bertemu dengan Moa. Akhirnya Zoe memohon pada Allah, jika memang ini dosa yang ia perbuat karena menyakiti Moa, jika seandainya Zoe bisa sembuh, Zoe berjanji tidak akan menyentuh wanita lain selain Moa. Ia juga berjanji tidak akan jatuh cinta lagi. Zoe akan menutup diri pada semua wanita.


Siapa sangka, doa Zoe yang memohon pada Allah agar di maafkan karena menyakiti Moa. Juga bernazar tidak akan jatuh cinta pada wanita, selain Moa. Justru seolah di dengar oleh Allah. Karena kondisi Zoe sedikit bertenaga. Ia juga tidak terlalu sering mual mual lagi.


Empat bulan Zoe mengalami penyakit itu. Tubuh nya yang sangat kurus dan terlihat tua, seolah bukan Zoe. Matanya cekung, rambut panjang, juga jambang, jenggot juga kumis yang tumbuh liar di sekitar wajah membuatnya terlihat seperti orang gila yang tak terawat. Karena semenjak penyakit itu bersemayam, Zoe juga sangat jarang sekali mandi. Seolah ia enggan, bahkan jika melihat air, Zoe merasa jijik.


Hari ini, Zoe sudah terlihat sedikit membaik. Zoe sudah bisa duduk, dan bisa menelan sedikit bubur yang di siapkan oleh art. Walau tidak habis satu mangkuk. Namun setidaknya, itu sudah bisa membuat keluarga Ackerley sedikit bernafas lega.

__ADS_1


__ADS_2