
Pagi ini Moa sudah bangun, menyiapkqn semua keperluan si kembar. Pagi ini ia di bantu Zee yang sudah ikut bangun membantu pekerjaan Moa. Sedangkan Davina dan si kembar masih terlelap di alam mimpi.
Sesuai kesepakatan semalam, jika Davina akan membantu si kembar untuk mempersiapkan diri, yang kemudian nanti akan diantar sekolah Davin. Namun seperti nya pekerjaan Davina akan di gantikan oleh Zee karena Davina masih terlelap.
Moa pagi ini harus berangkat sangat pagi karena harus menyelesaikan gaun yang akan di ambil oleh pihak pemesan pukul delapan pagi ini.
Setelah Moa berangkat, agar Zee tidak kembali tidur ia memilih menyalakan televisi di ruang tamu. Baru ia menempelkan pantatnya di sofa, ia harus berdiri kembali karena ada suara bel pintu, yang ia nyakini itu adalah Davin.
Zee membuka pintu, raut wajah yang tadi datar kini bisa menyunggingkan senyum yang sangat di paksakan.
" Hehe.... Kak Zack . Bagaimana bisa kamu sampai di sini? " ucap Zee basa basi. Walau tidak bertanya pun ia sudah pasti tahu jawabanya. Bukan hal yang sulit bagi kakak nya menemukan keberadaan nya.
" Dimana Davina ?? " tanya Zack
Tanpa basa basi Zack mencari keberadaan Davina, yang sebelumnya sudah di beri isyarat tangan oleh Zee, dimana letak keberadaan istri nya.
Zack langsung membopong istrinya, yang semakin berat saja menurut Zack.
Davina yang sadar tubuh nya melayang di udara, segera membuka matanya. Ia begitu terkejut, karena dirinya berada dalam pelukan seorang Pria. Davina mendongak melihat siapa gerangan yang membopong tubuhnya.
" Zack ??? " kata Davina tak percaya sambil mengusap matanya berkali kali.
" Bagaimana bisa kamu di sini. Dan turun kan aku !! " ucap Davina mencoba turun, ia sangat malu di lihat orang sekitar apartemen yang melihat, karena Zack sudah membawanya keluar dari apartemen.
" Zack, ini sangat memalukan. Kenapa kamu selalu bertindak sangat memalukan seperti ini. " ungkap Davina mencoba turun
Tidak ada suara sedikitpun dari mulut Zack. Ia tidak menghiraukan sama sekali ucapan Davina, ia sudah memasukan Davina ke dalam mobil yang ia bawa kemari.
Zee hanya bisa menatap kakak juga kakak ipar nya keluar dari apartemen dengan mobil dari jendela apartemen. Tak berselang lama Zee kembali ke ruang utama untuk membuka pintu.
__ADS_1
Terlihat Davin sudah rapi dengan pakaian kerja, ia sengaja datang lebih awal karena akan membantu kembar. Karena Davin sangat hafal jika Davina tidak bisa diandalkan.
Davin masuk begitu saja tak menghiraukan Zee yang sudah membuka pintu untuknya. Jangan kan untuk menyapa melihat pun Davin sangat enggan.
Terlihat Davin sangat lembut pada kedua anak kembar itu. Dengan sabar ia membantu kembar dalam merapikan diri.
Sedangkan Zee hanya bisa melihat dari kejauhan. Tanpa Zee sadari, ia mulai mengagumi Davin. ketampanan, kesabaran, bahkan kelembutan yang Davin tunjukan pada kembar, walaupun baby twin bukan anak kandung nya, terlihat ketulusan dari diri Davin, yang bisa menerima status baby twin.
Zizi dan Zaza sudah siap, pagi ini ia akan berangkat dengan Davin. Setelah sarapan keduanya berpamitan dengan Zee. Walau Zaza tidak terlalu menyukai Zee, namun ia masih menghormati dengan ikut berpamitan seperti kakak nya dan mencium tangan Zee. Dengan senang hati Zee pun menyambut salaman kedua anak itu, tak lupa ia mencium kening Zizi dan Zaza.
Zee melihat dari jauh Davin bersama Zizi dan Zaza yang sudah keluar ruangan dari pintu. Zee membayangkan jika itu adalah anak nya dengan Davin, dan mereka berangkat kerja juga sekolah bersama.
" Ehem...... "
Lamunan Zee hilang saat mendengar deheman seorang Pria dari seberang tetangga apartemen nya.
" Kak Zoe ??? Bagaimana bisa Kakak Di sini ?? " untuk kedua kalinya Zee di kejutkan oleh tingkah kedua kakak nya yang datang menjemput istri.
" Aku membelikan penghuni ini di Apartemen yang lebih layak. " jawab Zoe singkat.
Zee tersenyum, ia tahu kedua kakaknya bisa saja melakukan hal gila. Tetapi ia merasa tindakan Zoe sangat gila. Ia memberikan apartemen yang lebih mewah pada orang yang tidak di kenal, hanya karena ingin mengejar Cinta Moa.
Zoe bertanya pada Zee, dimana Zizi dan Zaza sekolah. Namun Zee tidak tahu, terpaksa Zoe hanya bisa mengikuti mobil Davin dari belakang.
Zoe hanya bisa menatap dari jauh dengan hati yang sangat tersayat saat melihat kedekatan Zaza pada Davin, yang bermanja manja ingin di peluk dan di cium terlebih dahulu sebelum masuk sekolah. Mungkin Zaza ingin memamerkan pada seluruh sekolah jika ia mempunyai Dady yang tampan.
Zoe sama sekali tidak beranjak pergi, ia setiq menunggu Zizi dan Zaza sampai keluar sekolah.
Benar saja, hampir empat jam di dalam ruangan Zizi dan Zaza keluar. Keduanya berdiri menunggu jemputan dari Mommy nya.
__ADS_1
Zoe membuka pintu mobil nya dan berjalan pelan mendekati keduanya.
Zoe terus memandang Zaza, karena memang yang berada di hadapan nya adalah Zaza. Sedangkan Zizi memilih duduk di tempat tunggu.
" Bukan kah kamu Paman yang menyebalkan waktu di pantai itu. " ucap Zaza Polos
Zoe tidak menjawab ucapan Zaza. Ia justru semakin mendekat dan membelai rambut Zaza. Zoe menatap rambut di tangan nya. dan mencoba menyembunyikan nya. Namun semua tindakan itu tidak luput dari pengawasan Zizi yang sejak tadi terus memperhatikan Zoe mendekati Zaza.
" Zaza duduklah !! " perintah Zizi dingin
Sedangkan Zaza yang memang tidak menyukai Zoe memilih mundur dan duduk.
" Aku tahu kamu mendekati Zaza hanya ingin mencuri rambutnya khan?? Katakan apa tujuan Paman melakukan ini? " ucap Zizi tanpa basa basi
Zoe menatap Zizi dengan sorot mata memelas, bahkan sudah ada genangan air di mata nya.
Zizi yang melihat Zoe justru semakin merasa aneh dengan tindakan Zoe.
" Katakan Paman, apa sebenarnya Tujuan mu?? " ulang Zizi
Zoe tidak menyangka, jika anak yang berusia hampir enam tahun itu sudah sepintar ini. Bahkan dari tutur kata nya, seperti bukan ucapan anak seusianya.
Zoe mengusap wajah nya, karena air mata yang tiba tiba menetes tak bisa tertahan kan.
" Jika aku Ayahmu. Apa kamu masih mau menerima kehadiran dan penyesalan Ayah. " ucap Zoe sambil mulai berjongkok.
" Jangan seperti itu Paman. Daddy ku sangat jahat, dia meninggalkan Mommy. Dia sudah menyakiti Mommy, itu berarti Daddy juga menyakiti aku. " ucap Zizi dengan wajah yang sudah memerah. ada Aura kebencian untuk Zoe.
" Mommy lah yang meninggalkan Daddy sayang. Daddy sudah memohon ampunan, tapi Mommy tetap pergi meninggalkan Daddy sendiri, tanpa memberitahukan keberadaan juga kehadiran kalian. " ucap Zoe berusaha memberi pengertian pada Zizi
__ADS_1
" Pergilah. " ucap Zizi