
" My Trip... My Adventure "
Sebuah notifikasi masuk di ponsel Zack. Sontak Zack membulatkan matanya tajam. Ia mengendurkan dasinya dengan paksa, terlihat aura cemburu sudah merasuki tubuh Zack.
" Davina...... " teriak Zack dengan memukul keras setir mobil yang ia kemudikan. Zack benar benar jengkel dengan tingkah Davina yang memasang sebuah foto dengan pilot tampan. Tampak Davina menempelkan wajahnya di bahu sang Pilot dengan begitu mesra.
Zack tidak menyangka jika Davina akan melakukan hal senekat ini. Dulu saja, Davina selalu memarahi setiap gadis yang berani mendekati Zack terang terangan. Tapi sekarang, Davina justru membalas lebih dengan apa yang Zack lakukan. Kini semua berbanding terbalik, ketika Zack mulai benar benar mencintai Davina.
Zack memarahi anak buahnya yang bisa kecolongan dengan kedua gadis ingusan itu.
Tanpa berpikir lagi, Zack segera mengejar Davina ke bandara, ia menjalankan mobil dengan begitu kencang, tak ia hiraukan lampu rambu rambu di jalan, sekalipun merah tidak membuat Zack berhenti. Ia terobos begitu saja.
Di bandara Zack memarkir kan mobilnya sembarangan, dan berlari kearah loket. Ia tanya satu persatu loket dengan penerbangan atas nama Davina. Hingga ia menemukan nama Davina masuk dalam penerbangan pagi ini dengan jurusan ke Paris. Dan lebih mengejutkan lagi, Zee pun turut ikut serta. Sayangnya penerbangan itu sudah lepas landas lima menit yang lalu.
" Sial........ !!!! Berani kamu mempermainkan aku Davina. Kita lihat, hukuman apa yang akan ku berikan agar kamu jera.
Zack benar benar marah, karena tanpa seijin nya, Davina berani melakukan penerbangan. Ia tidak menyangka, jika Davina masih berpikir untuk kabur.
Paris
Davina di buat pusing lagi, karena Zee memaksa ikut serta. Ia takut menghadapi kemarahan Zack nantinya. Karena Davina sudah terlanjur kabur, maka terpaksa Davina membawa Zee turut bersamanya.
Davina membawa Zee ke apartemen Moa. Karena memang daerah inilah yang Davina tahu dan punya saat di Paris.
Davina membunyikan bel, tak berselang lama pintu di buka.
Begitu Moa melihat Davina, ia segera menutup kembali, namun secepat nya Favina ikut mendorong dan memaksa masuk.
" Kak Moa..... ??? "
Panggil Zee terkejut, karena ia tidak menyangka jika Davina akan membawanya bertemu pada Moa.
__ADS_1
Moa lebih terkejut lagi, karena setelah Davina membawa beban, memasukan Davin di kehidupan Moa sekarang ini, sekarang Davina datang dengan membawa keluarga Ackerley.
Belum sempat Moa sadar dengan keadaan, ia sudah di peluk erat oleh Zee. Ternyata Zee begitu merindukan sosok Moa.
" Kak... bisakah aku menumpang kamar mandi, aku ingin pipis. " ungkap Zee yang sejak tadi menahan buang air.
Davina pun menerangkan letak toilet, karena Moa tak kunjung menjawab, saat Zee menanyakan letak toilet. Moa masih tertegun mendapati keadaan yang semakin kacau.
Moa melotot kearah Davina.
" Eee....... Kemarin kamu hadirkan kak Davin, sekarang kamu hadirkan Zee, kenapa tidak kamu hadirkan Zoe saja sekalian. Supaya lebih lengkap penderitaan ku. Apa salahku padamu Davina??? Apa salahku ??? " saking jengkelnya Moa mencakar cakar tubuh Davina.
" Ampun Moa !!! Aku tahu hatimu seluas samudra, kamu pasti memaafkan aku. " pinta Davina
Davina pun memeluk Moa erat, ia benar benar tidak tega melihat sahabatnya bersedih karena ulahnya.
" Mommy..... siapa yang datang?? kenapa berisik sekali. " si jutek Zaza bangun dari tidur siangan nya karena mendengar suara gaduh di ruang tamu. Karena memang Apartemen milik Moa tidak terlalu besar.
" Lepaskan !!! Aku memang lucu, aku memang imut. Anda orang ke seribu yang mengucapkan itu. " ketus Zaza yang memang baru bangun tidur. Dan Zaza memang tumbuh menjadi anak gadis sangat galak di umur lima tahun ini.
" Zaza sudah Kakak bilang, bersikap sopan pada orang yang lebih tua !! " Zeze ikut keluar dari kamar dan menghampiri mereka di ruang tamu.
" Dia menyakiti ku, Bro.... " jelas Zaza
" Panggil Kakak !!! " ungkap Zeze yang tidak suka jika Zaza memanggilnya dengan sebutan Bro.
" Itu sebutan sayangku Brother.... Sama saja kan Brother dengan kakak. " ungkap Zaza
Zee yang melihat perdebatan kakak adik itu pun melongo. Zee benar benar takjub dengan wajah kedua bocah itu. Benar benar kembar. Dan Zee juga mengingat, jika kedua bocah itu sangat mirip dengan seseorang, namun siapa ia juga belum ingat.
" Mimi ??? "
__ADS_1
Zee pun mendekati Davina, dan Davina pun segera memeluk erat Zeze.
" Mimi iiiiii ....... !!!! "
Zaza pun ikut heboh berhambur ikut memeluk Davina, karena Zaza baru menyadari keberadaan Davina.
" Mimi tahu,,, Zaza berhasil membawa Dad Davin bertemu Mommy. " terang Zaza yang pamer, usahanya untuk mempertemukan Davin dengan Mommy nya berhasil.
" Uncle Zaza, Sudah berapa kali Kakak ralat. " Zeze yang gemas dengan tingkah adiknya pun memjitak keningnya.
" Aduh....Mommy !!! Brother menyakitiku. " Zaza berhambur memeluk Mommy, berharap Mommy nya memarahi Zeze.
" Kak Zeze benar Zaza. Panggil Uncle Davin, bukan Dady. " Moa ikut membela Zeze.
Zaza pun manyun, usahanya meminta sekutu Mommy nya gagal.
" Sudahlah. Kak Zeze selalu saja mengacaukan aku. Kemarin hampir saja Dad Davin melamar Mommy. Gara gara kak Zeze sakit jadi gagalkan. " celetuk Zaza
" Jadi benar, kamu bersekongkol dengan Uncle Davin?? " tanya Moa
Sedangkan Zaza yang merasa sudah keceplosan, karena sudah membohongi Mommy juga kakaknya pun hanya nyengir.
Kemarin malam, Zaza bersikeras ingin makan malam disebuah resto. Mommy nya sudah membujuk agar meminta sesuatu, dan akan di pesan online, tapi Zaza bersikeras ingin makan di resto A, dengan alasan teman satu bangkunya bercerita resto tersebut sangat enak. Karena Zaza terus merajuk dan tak mau makan, akhirnya Moa memboyong kedua anak nya untuk makan di resto yang di tentukan Zaza. Dan disana mereka bertemu Davin.
Zeze bisa tahu, jika itu semua adalah rencana Davin dengan Zaza. Ini pasti ada hubungan nya dengan Mommy nya. Zeze tahu, jika Mommy nya merasa tak nyaman jika bertemu dengan Davin. Akhirnya Zeze berpura pura sakit perut, agar mereka bisa segera pulang.
Benar saja, acara makan malam yang sudah di rencana oleh Zaza dan Davin pun berantakan. Mereka mengantarkan Zeze kerumah sakit terdekat. Dan kembali ke apartemen.
Moa hanya bisa memijit pelipis kepala nya, ia merasakan pusing mendadak siang ini. Kemudian ia duduk di sofa tanpa bicara apapun.
Moa pusing memikirkan ini semua. Mulai dari masalah pertemuan dengan Zee, masalah Zaza yang sudah berani berbohong karena sangat menginginkan Davin sebagai ayahnya.
__ADS_1
Zee yang sejak tadi berdiri mematung, mulai mencerna ucapan satu per satu. Zee menyimpulkan jika si kembar anak dari Moa. Namun yang Zee pertanyaan kan, siapa ayah dari si kembar, karena kakaknya tidak pernah bercerita jika dirinya mempunyai anak dari Moa.