
Cinta......
Tegarkan Hatiku !!!!!
Tak mau sesuatu merenggut Engkau
Naluri ku berkata,
Tak ingin terulang lagi
Kehilangan cinta bagai raga tak bernyawa
Deg.........
Jantung Moa berdetak tak karuan dari dalam kamar Zaza di rawat. Ia sudah mempunyai firasat tak baik dari sini.
Moa segera berlari keluar, menghambur mendekati Zizi anak sulung nya.
" Daddy........... Bangunlah !!! Aku akan memanggil mu Daddy dan Kamu harus mendengar nya. " Zizi menangis meraung raung mengikuti ranjang yang membawa Zoe berpindah kamar.
" Dokter, apa yang terjadi ??? Kenapa dengan Suami saya ??? " tanya Moa ( dalam bahasa Inggris) mendapati Zoe yang sudah memejamkan mata, tak sadarkan diri, dan di tarik pindah kamar.
" Maaf, Keadaan Pasien sekarang ini, mengalami kondisi kritis. Ia harus di bawa ke ruang ICu. Karena Anak nya sudah mulai membaik, kami sudah mulai memberhentikan tranfusi darah nya. " jawab salah satu perawatan ( dalam bahasa Inggris)
" Kenapa Bisa seperti ini Dok?? " tanya Moa panik
Sang Dokter pun menjelaskan, sebenarnya Zoe dalam keadaan tidak sehat. Namun dia memaksa sang dokter agar bisa melakukan tranfusi darah apa pun resiko nya.
Dari sinilah Moa mengetahui yang sebenarnya keadaan Zoe. Di lihat dari riwayat penyakit nya, Zoe mengalami sebuah depresi berat.
Moa menangis saat Zoe di bawa masuk, kedalam ruangan. Ia berlari menggoyang kan tubuh Zoe. Ia bahkan tidak memperdulikan Orang tua Davin yang berada disana menatap nya sendu.
__ADS_1
" Zoe... Aku mohon bangunlah. Kita besarkan Zizi dan Zaza bersama. Kita akan memberikan adik untuk mereka, Lalu kita akan menua bersama..... Tapi Ku mohon bangunlah ..... !!! " ucap Moa di sela isak tangisnya
Davin yang menatap pun kini juga menyesali, tidak seharusnya ia melanjutkan Pernikahan ini, karena sekarang ia benar benar di buat membuka mata hatinya lebar lebar, jika sesungguh nya Moa sangat tersiksa dengan adanya pernikahan ini. Ia dapat melihat, jika cinta Moa hanya untuk Zoe Sekarang ini. Nama nya sudah hilang tidak berbekas di hati Moa Sekarang ini.
Davin berlahan meraih Moa, dan membawanya dalam pelukan untuk menenangkan.
" Kak Aku mencintai Zoe Kak. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada nya. " entah sadar atau tidak, Moa mengucapkan kata kata itu pada Davin.
Sedangkan Davin hanya membelai pundak Moa untuk menenangkan.
" Semua akan baik baik saja Moa. " ucap Davin.
Di sudut ruangan Zizi pun juga terisak, ia di temani oleh orang tua Davin yang berusaha menenangkan. Disisi lain ia kecewa dengan Moa, tapi di sisi lain ia juga merasa bersalah jika memaksa perasaan Moa untuk tetap mencintai Davin. Orang tua Davin membelai Zizi dengan kasih sayang, tanpa mencampur adukan urusan orang dewasa.
Sementara pintu Ruangan ICu tertutup, Zoe mendapat penanganan khusus dari pihak rumah sakit. Mereka menyiapkan alat alat untuk memacu kesehatan Zoe agar membaik.
Sementara Davin membimbing Moa agar menemui Zaza kembali, dan menguatkan Moa agar tetap tegar di depan Zaza.
Saat kondisi Zaza sudah benar benar pulih, Zaza sudah di perbolehkan pulang. Namun sebelum kepulangan nya, Zaza pun mendapat penjelasan dari Moa, Jika sesungguh nya, Ayah Zaza adalah Zoe. orang yang selama ini ia benci. Dan orang yang mentranfusikan darahnya adalah Zoe, Moa juga memberitahukan jika Zoe dalam keadaan tak sadarkan diri sejak satu minggu yang lalu, tepat saat Zaza siuman.
Zaza menangis, ia sekarang justru merasa bersalah, dan merasa semua ini terjadi karena kesalahannya. Dalam isak tangis nya, Zaza ingin menemui Zoe, dan mengucapkan terima kasih.
Akhirnya sebelum pulang, Zaza memohon pada Mommy nya agar bisa di pertemukan dengan Zoe. Akhirnya Davin pun menemui pihak rumah sakit agar bisa menemukan Zaza dengan Zoe, walau hanya sebentar.
Sebenarnya kunjungan belum di perbolehkan, karena melihat kondisi Zoe yang belum ada perubahan. Namun karena Zaza terus memohon dan menangis akhirnya dokter mengabulkan dengan catatan sebentar saja.
Zaza yang sudah di beri pakaian besuk, juga rambut yang tertutup, ia masuk melihat Zoe yang terbaring sendiri dengan tertancap beberapa selang di tangan, dada juga hidung nya.
Zaza meraba tangan Zoe, ia pun meneteskan air mata. Ia mengucapkan terima kasih, karena berkat diri nya Zaza bisa sembuh. Zaza juga memminta maaf karena sikap nya selama ini sangat menjengkelkan untuk Zoe.
Zaza pun mencium pipi Zoe, sebagai permintaan maaf juga terima kasih. Ia berjanji akan menyayangi Zoe kedepannya jika Zoe mau membuka mata nya.
__ADS_1
Sepuluh menit berlalu, Zaza di persilahkan untuk meninggalkan ruangan, karena jam besuk nya sudah selesai.
Zaza menghapus air mata nya, yang sejak tadi menetes melihat kondisi Zoe yang terbaring tak sadarkan diri.
Zaza berbalik dan akan meninggalkan ruangan, namun ia mencoba membalik wajah nya lagi untuk melihat wajah Zoe.
Zaza berhenti, karena ia melihat gerak jari jari Zoe yang sudah mulai ia gerakan.
" Dokter Lihat, Uncle Zoe menggerakkan jari nya. " ungkap Zaza dalam bahasa inggri
Sang dokter yang melihat pun menghampiri, dan melihat kondisi Zoe terkini. Ia mulai memeriksa semua alat. Dan ia tersenyum karena berkat Zaza, ada perubahan di diri Zoe. Keadaan denyut jantung nya yang sudah mulai berangsur membaik, juga denyut nadi nya juga mulai kuat berdenyut.
Zaza pun tersenyum dan kembali menghampiri Zoe.
" Aku tahu Uncle memaafkan aku kan. Uncle menyayangi Zaza, makanya Uncle sembuh. Aku juga sayang Uncle. " ucap Zaza senang.
Lama di tunggu Zoe bisa membuka matanya, seulas senyum berat mulai tampak di wajah Zoe, sengaja ia berikan pada Zaza.
" Maafkan Aku Uncle. Zaza Sayang Uncle.... !! " Zaza berhambur memeluk Zoe
" Uncle juga sayang Zaza. " jawab Zoe
Zaza pun berlari keluar ruangan mencari Zizi dan memberitahukan jika Zoe sudah sadar.
Tak menunggu lama Zizi segera ikut masuk ke kamar. Ia segera berhambur memeluk Zoe, yang kemudian di tahan oleh Dokter karena takut melukai Zoe. Namun Zoe justru sangat senang, mendapat pelukan dari kedua anak nya. Sehingga sang Dokter membiarkan mereka.
Zizi pun memarahi Zoe karena di pertemuan ini, Zoe tidak bisa memperlihatkan mainan sesuai janjinya. Siapa sangka ternyata Zoe memberikan mobilan itu pada Zizi dari Saku celana nya. Zoe menerangkan jika mobilan itu tak pernah pisah dari Zoe kapan pun. Zoe selalu membawa mobilan itu, karena memang ukurannya yang kecil sehingga bisa di bawa kemana pun.
Zizi tersenyum dan memeluk Zoe, ia senang karena Zoe selalu mengingat nya.
" I Love You Daddy..... " ungkap Zizi
__ADS_1
Zoe pun terkejut mendengar Zizi mau memanggil nama nya dengan sebuatan Daddy.......