After Love

After Love
Bab. 9 Pesona Zack Ackerley


__ADS_3

Moa berjalan menyusuri jalanan. Di lihat hari juga sudah malam, ia bingung harus kemana. Teman pun juga tak punya karena Moa seorang wanita yang suka menyendiri.


Ia terduduk di taman. Ia merogoh sakunya, ada uang pemberian ayah mertuanya juga uang yang ia pinjam dari Mike ia sekarang mempunyai uang delapan ratus ribu. Jika harus mengontrak pun itu tidak cukup untuk membayar uang sewa selama satu bulan. Belum lagi ia tidak punya pekerjaan.Dengan apa ia harus membayar kekurangan nya nanti.


Lama Moa melamun, hingga sebuah petir menyambar mengagetkan lamunan nya. Ia melihat ke kanan ke kiri terlihat hujan. Tapi ia melihat bajunya masih kering tidak kehujanan, lalu ia melihat ke atas ada sebuah payung yang melindunginya. Seketika Moa menoleh kebelakang sudah ada Mike berdiri di belakangnya.


" Mari saya antar pulang Nona ! "


" Aku sudah di usir dari rumah Zoe, ia ingin aku pergi sejauh mungkin dari hadapan nya. "


" Tuan Besar yang menginginkan Anda pulang Nona. " jawab Mike


" Apa Tuan Barcas tahu aku pergi meninggalkan rumah Zoe? " Moa terkejut dengan penjelasan Mike


" Tuan Besar tahu semua Nona. Beliau ingin Anda ikut pulang bersama saya. " jawab Mike


Moa berpikir, bagaimana bisa Mertuanya tahu semua kejadian hidupnya. Apa dia menaruh mata mata tanpa sepengetahuan nya.


" Mungkin saja, sebab pacar Zoe saja bisa dia ungkap kebusukan nya. Aku harus lebih hati hati. Atau jangan jangan Tuan Barcas juga sudah tahu jika tadi siang aku di lamar oleh kak Davin. Untung saja aku tidak menjawabnya. " batin Moa dengan mengusap dadanya.


" Mari Nona saya antar. "


" Apa kamu akan mengembalikan aku pada binatang buas itu?? tanya Moa ragu ragu


Mike berpikir tidak mengerti.


" Saya akan membawa Nona ke rumah Utama Nona. Disana hanya tinggal Tuan besar dan kedua adik ipar Anda. "


Moa mengangguk angguk, ia akhirnya ikut saja, toh jika kembali kerumah yang ada ia bisa di kembalikan pada Zoe lagi oleh ibu tirinya secara kasar. Jadi sama saja, ia ikut Mike akan kembali pada Zoe, jika ia pulang ke rumah juga akan di kembalikan pada Zoe.


Sepanjang perjalanan Moa hanya melamun, bagaimana ia memikirkan nasibnya nanti. Ia pasti akan di rendahkan oleh Zoe serendah rendahnya, karena pada kenyataannya ia tidak bisa pergi jauh dari lingkaran hidup Zoe.

__ADS_1


Sampailah Moa di kediaman Ackerley, Rumah yang sangat luas dan berdiri kokoh bak istana surga yang jauh dari angan angan Moa. Rumah itu mungkin hanya setengah dari rumah miliknya.


Moa segera di sambut oleh Asisten rumah tangga wanita yabg sudah cukup tua. bisa di tafsirkan jika umurnya sudah enam puluh tahun. Sampai Moa terheran kenapa keluarga kaya memperkerjakan orang serenta ini.


Moa di persilahkan masuk keruang kerja Tuan Barcas. Setelah Moa masuk Asisten itu menutup pintu itu kembali dan meninggalkan keduanya.


" Duduklah. "


Kata Barcas yang masih dalam posisi duduk di kursi kebesarannya.


Dengan hati hati Moa menarik kursi itu. Sekarang jiwa pemberontak nya sudah lenyap, karena uang pun sudah tak punya, membuat nyalinya juga ikut hilang. Ia sadar tidak mudah hidup dengan keadaan dirinya sekarang, tidak punya uang, masih serasa tidak punya saudara juga.


" Bagaimana Moa, dengan kesepakatan kita? Apa kamu sanggup membuat Zoe jatuh cinta. Atau kamu akan menjadi gembel jalanan yang tak punya saudara juga materi. " Barcas memulai percakapan.


Moa masih melamun, membayangkan saat Zoe dengan kejam mendorongnya hingga tersungkur berkali kali. Bahkan dengan lantang merendahkan dirinya. Semua itu tidak akan ia lupakan begitu saja.


Belum lagi lawan nya adalah Jenifer aktris terbaik dalam seni peran nya. Pasti sangat sulit mengalahkan permainan drama nya.


" Ayah.....!!! "


Seorang gadis cantik masuk tanpa mengetuk pintu, ia berlari memeluk Ayahnya, jika di lihat dari wajahnya seharusnya dia satu pantaran dengan Moa.


Gadis itu melihat Moa dengan seksama.


" Bukankah kamu kakak Ipar?? Akhirnya kakak mau membawa kakak ipar kesini. Perkenalkan aku Zea. Tapi semua orang selalu memanggilku dengan sebutan Zee aja. " kata Gadis itu dengan mengulurkan tangan


" Aku Moa. Moa Neilson. " jawab Moa dengan membalas uluran tangan Zee


Moa menatap gadis itu, ia bingung sepertinya baru pertama kali ia bertemu, tapi adiknya sudah mengetahui jika ia adalah kakak iparnya.


" Ayah, bicara bisnisnya nanti saja. Makan malam sudah siap, ayo kita makan. " kata Zee

__ADS_1


" Aku pamit undur diri saja, ini juga sudah terlalu malam. " kata Moa yang tidak enak jika harus makan bersama, karena ia sudah menolak kesepakatan dengan mertua nya.


" Kakak ipar baru pertama kali ke sini. Tidak menghormati kami jika tidak ikut bergabung makan bersama kami dulu. "


Moa di sudut kan dengan sebuah pilihan yang tidak enak


" Malam ini bermalam lah di sini. Besok baru silahkan pergi. " ucap Barcas pada akhirnya.


Karena Barcas sudah mengijinkan, tinggal Moa menebalkan muka saja untuk mengisi perutnya yang kosong. Ia hanya berpikir harus makan yang banyak sebelum di usir juga oleh mertuanya besok.


Semua sudah duduk di meja makan, terlihat masih ada seorang laki laki yang menuruni tangga, terlihat sangat tampan, juga ia terlihat ramah karena dari jauh saja sudah memamerkan senyum yang begitu menawan.


" Hoho... kita kedatangan tamu agung rupanya. Siapa gadis cantik ini gerangan, belum pernah aku melihat gadis secantik bidadari seperti ini. " kata Zack sambil mengulurkan tangan untuk berjabat dan di sambut oleh Moa. Dengan percaya diri Zack mencium tangan Moa dan terseyum memukau.


" Kamu selalu mengucapkan kata kata yang sama setiap aku bawa teman ku kak. " Zee memutar bola matanya malas.


" Tapi ini berbeda cantik!! Ini seperti bidadari khayangan. " ucap Zack terus memandang wajah Moa yang begitu cantik menurutnya. Padahal Moa sama sekali tidak memakai make up juga belum mandi.


" Jelas saja berbeda. Dia itu kakak iparmu kak. " jawab Zee


" Kakak ipar?? Kenapa tidak aku saja yang di jodohkan padaku dulu Ayah !! " kata Zack sedikit kecewa.


" Jaga sikap mu Zack. Jangan samakan kebiasaan mu di LA dengan di sini Zack !! Lebih hormatlah sedikit pada wanita. " kata Barcas penuh wibawa.


" Bukankah aku sangat menghormati wanita Ayah. Aku bahkan sekarang sedang memujanya. " Zack dengan percaya diri duduk di samping Moa dan menghadapnya.


" Duduk dengan benar Zack. Dan mari makan dengan baik . " Barcas mengatakan dengan penuh penekanan sehingga semuanya makan dalam diam. Hanya Zack saja yang masih diam diam melirik ke arah Moa, seperti sudah terhipnotis kecantikan nya, tidak perduli dia kakak iparnya.


Zee saja merasa sangat aneh melihat Zack yang berbeda dengan biasanya, ia selalu melihat saat Zack mencuri pandang pada Moa.


" Gawat. bisa perang Saudara jika kak Zoe bisa tahu. " batin Zee dapat merasakan jika Zack benar benar jatuh hati pada Moa.

__ADS_1


__ADS_2