
Katakanlah sekarang
Bahwa Kau tak bahagia...
Aku punya ragamu... Tapi tidak hatimu....
Kau tak perlu berbohong,
kau masih menginginkan nya.
Ku rela kau dengan nya,
Asalkan kau bahagiaaaaaa......
Armada*Asal Kau Bahagia
Zoe bercengkerama dengan Zee dan kedua buah hatinya di teras, yang kemudian tatapan matanya mengarah pada Moa dan Davin yang sibuk menurunkan barang belanjaan, sesekali diiringi dengan sebuah senyuman dari Moa saat Davin berbicara. Sakit dan sesak yang Zoe rasakan saat melihat pemandangan itu. Namun ia berusaha kuat menahan setiap amarah, cemburu yang ia rasakan saat ini.
Melihat Zee bercengkerama dengan babby Twin, Zoe berjalan mendekati Moa dan Davin yang kini berada di samping mobil menurun kan barang belanjaan. Tatapan dingin dari Davin mulai Zoe rasakan. Namun ia tetap menyunggingkan senyum nya untuk Davin dan Moa. Bahkan Zoe mengulurkan tangan nya untuk saling berjabat. Lama Davin menatap tangan Zoe, kemudian dengan berat ia pun membalas uluran tangan Zoe.
Zoe pun menawarkan diri untuk membantu, disinilah ia mulai mengucapkan kata kata yang sejak kemarin ingin ia sampaikan namun tak di beri kesempatan oleh Moa.
Zoe mengucapkan selamat atas kebersamaan mereka. Dia juga meminta maaf atas dirinya dan keluarganya yang sudah memisahkan mereka. Zoe juga meminta maaf pada Moa, jika kehadiran nya selama ini membuat penderitaan di hidup Moa. Zoe berjanji mulai saat ini, ia tidak akan menganggu dan mengusik kebahagiaan mereka. Jika kehadirannya hanya membuat Moa sakit, ia juga berjanji tidak akan menampakkan diri nya di hadapan Moa lagi.
Davin dan Moa masih diam saja, tak menjawab satu pun kalimat dari bibir Zoe. Hanya saja Davin sedikit terkejut saat Zoe mengatakan bahwa Zizi dan Zaza adalah anak kandung nya, karena Zoe sudah melakukan test DNA. Berbeda dengan Moa, ia sudah menduga jika Zoe pasti bisa melakukan apapun di luar dari kehendak nya.
Namun Zoe juga mengatakan ,jika seandainya, untuk kedepannya Mao tidak mengijinkan Zoe bertemu dengan Zizi dan Zaza.
__ADS_1
Maka Zoe pun juga tidak akan memaksa. Mungkin ia hanya akan melihat dari kejauhan. Namun jika Moa mengijin kan, ia pun akan meminta ijin terlebih dahulu pada Moa.
Karena kini Zoe menyadari, setiap tingkah buruknya dulu, berdampak buruk juga di kehidupan Moa.
Itulah sebab nya, mulai saat ini, ia akan memberikan kebebasan pada Moa, untuk menentukan jalan kehidupan untuk anak anak nya. Karena Zoe percaya, Mao bisa membawa dampak yang baik untuk anak anak nya.
Dan apa pun yang di lakukan Moa, adalah yang terbaik untuk anak anak nya. Tak terasa air mata baik Zoe maupun Moa mengalir tanpa di minta. Membuat Davin memegang pundak Moa untuk menenangkan.
Sakit.... sakit..... hati ku. Hancur hancur jiwaku... Namun tak bisa aku menyalahkan mu, ini lah jalanku, inilah takdirku yang tak kusuka.....
Zoe begitu teriris, saat wanita nya kini menangis,dan bukan dia yang menenangkan. Sidah ada Davin yang menggantikan posisi nya.
Zoe membawa barang barang belanjaan itu ke teras. Begitu semuanya sudah beres, Zoe pun meminta ijin untuk pamit undur diri. Malam ini ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dengan alasan ada beberapa pekerjaan yang sudah menanti.
Zoe pun bersalaman dengan Davin dan Moa. Seperti tak ingin melepaskan pegangan tangan Moa, saat kedua tangan itu mulai bersentuhan. Namun Zoe hanya bisa pasrah saat Moa menarik tangan nya dari genggaman tangan Zoe.
Zee pun memeluk kakak nya erat, bukan karena ia dapat merasakan kesedihan kakak nya. Namun ia juga merasa sakit yang teramat dalam, mendapati kenyataan pahit. Tindak kebodohan yang di luar nalar dan logika nya membuat nya menetes kan air mata.
Ia benar benar menyesal dengan tindakan apa yang ia lakukan kemarin malam. Hanya karena untuk pertama kalinya ia bisa merasakan getaran untuk Pria, dengan mudah nya ia memberikan hal berharga dalam hidupnya itu begitu saja. Dan miris nya lagi, Pria itu adalah Pria yang sudah membuat Kakak nya, orang yang sangat ia sayangi di dunia ini terluka.
Zoe melihat ke dalam, Zizi dan Moa yang tak kunjung keluar, di tambah Davin yang sudah menampakan aura tidak bersahabat, membuat Zoe memutuskan untuk segera pergi.
Zoe pun berjalan mendekati mobil nya. Ia membuka mobil nya kemudian menutup kembali.
" Uncle Zoe...... " teriak Zizi dari dalam rumah.
Namun sayang, karena pintu mobil yang sudah tertutup, panggilan Zizi tidak bisa di dengar oleh Zoe dari dalam mobil.
__ADS_1
" Uncle Zoe...... " teriak Zizi lagi, ia berlari ke halaman, tak ia hiraukan ia yang terjatuh, Zizi bangkit, dan kembali berlari lagi mengejar mobil Zoe .
Moa yang melihat Anak nya terjatuh pun ikut berlari menghampiri, dan ikut mendekati Zizi.
Zoe yang baru melihat Zizi di belakang mobil nya dengan berlari mengejarnya dari kaca spion pun mengerem mobil nya.
Zoe mematikan mobilnya, lalu turun dari mobil. Ia pun menjatuhkan lulutnya ke tanah, mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh anak lelaki kesayangan nya itu
" Uncle, berjanji lah padaku. Jika kita bertemu kembali, Uncle harus membawa serta mobil kesayangan ku ini. Uncle harus menjaga dengan baik mobil kesayangan ku ini, sebagai bukti jika Uncle benar benar menyayangi juga merindukan Zizi. " ucap Zizi dengan deraian air mata, dan menyerahkan sebuah mainan mobil kesayangan nya
Kehadiran Zoe yang hanya sebentar itu, sudah membuat hati Zizi meluluh.
Kasih sayang, perhatian, dan senyum tulus Zoe untuk Zizi sudah membekas di hati Zizi. Bagaimana pun Zizi sudah merasa nyaman bergaul dengan Zoe.
" Sepakat !!! " ucap Zoe dengan meneteskan air mata, karena Zizi mau bersahabat dengan diri nya. Zoe mengulurkan jari kelingking nya, untuk saling di kaitkan sebagai tanda perjanjian yang di sepakati.
Zizi pun membalas kaitan jari kelingking itu. Dengan deraian air mata pula Zizi tersenyum pada Zoe.
Zoe mengusap air mata Zizi yang sudah membanjiri wajah nya.
" Bolehkan aku memelukmu sekali lagi ??? " tanya Zoe dengan memelas menatap Zizi.
" Satu Menit... Hanya satu menit... " ucap Zoe dengan menirukan gaya bicara Zizi dulu, saat Zoe ingin memeluk Zizi di gerbang sekolah.
Zizi pun tersenyum dan mengerti jika Zoe sedang menggoda nya. Ia segera memeluk erat Pria yang sangat ingin ia sandingkan dengan Mommy nya. Karena Zizi sudah tahu, jika Zoe adalah Daddy kandung nya.
" Uncle akan melakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia, Zizi. " ungkap Zoe dengan deraian air mata. Ia memejamkan matanya merasai, seolah ini adalah pelukan terakhir nya untuk Zizi.
__ADS_1