After Love

After Love
Bab. 40 Sakit Hati


__ADS_3

Tanpa terasa sudah hampir satu minggu Zoe dan Moa menjalani hari hari tanpa dunia internet di villa.


Keduanya juga semakin dekat, Zoe bisa mulai bersikap hangat pada Moa. Zoe mencoba untuk mulai mengerti dan memahami sifat Moa. Sifat Zoe yang kaku berlahan mulai melembut.


Pagi ini Zoe dan Moa memutuskan untuk kembali ke Jakarta setelah satu minggu meninggalkan pekerjaan, mau tak mau mereka harus kembali karena di tuntut oleh pekerjaan Zoe.


Moa sudah siap berangkat, Zoe memberitahukan jika ia akan kembali ke hotel untuk mengambil barang barang keperluan mereka, yang mereka tinggalkan begitu saja.


Moa menatap sekeliling tempat ini. Villa ini adalah saksi perubahan Zoe pada nya. Moa tidak tahu, apakah Zoe akan berubah setelah di Jakarta, atau masih sama hangat seperti saat ini. Hanya waktu seminggu kebersamaan mereka, namun membawa perubahan signifikan bagi Zoe.


Tak pernah terpikirkan oleh Moa jika dirinya bisa sedekat seperti sekarang ini dengan Zoe. Padahal seminggu sebelumnya, Zoe masih bersikap memaksakan kehendak.


Sampai di hotel.


" Rapikan barang barangmu. Dan aku akan membereskan barang barang ku terlebih dahulu, baru aku akan membantumu. Mike sudah memesankan tiket untuk kita dari Jakarta. Jam sembilan nanti kita akan lepas landas. " ucap Zoe saat keduanya sampai di depan pintu kamar hotel.


Moa hanya menampakan senyumnya tanpa menjawab.


Di dalam kamar Moa mulai membereskan barang barangnya. Ia menyentuh obat yang ia beli di apotik, sejenak ia melamun. Moa membayang sikap Zoe yang berubah hangat, haruskah ia membuang obat itu dan menerima jika suatu saat ia hamil, atau ia tetap meminumnya berjaga jaga jika sewaktu waktu dirinya di acuhkan kembali.


Setelah melamun beberapa saat, Moa memilih meminum obat itu. Ia masih perlu waktu untuk membuktikan ketulusan Zoe padanya.


Moa kembali merapikan semua barangnya, terlihat Zoe menghampiri diri nya.


" Sudah beres?? " tanya Zoe


" Hmmm. " jawab Moa singkat


Keduanya berjalan beriringan dengan Zoe yang menarik dua koper kecil miliknya dan milik Moa.


Jakarta


Perjalanan yang melelahkan bagi keduanya, Zoe mengajak Moa ke Apartemen miliknya.

__ADS_1


Zoe melihat jam di pergelangan tangan nya, menunjukan pukul dua siang, Zoe memutuskan akan datang ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang terbengkalai.


" Moa, istirahat lah !! Aku akan ke kantor. Mungkin pukul tujuh, aku sampai rumah lagi. " ucap Zoe


Moa hanya tersenyum tanpa menjawab. Entah mengapa Moa masih merasa risi dengan perubahan Zoe padanya.


Moa mulai membersihkan semua ruangan, pukul lima sore ia sudah selesai mandi dan merias diri.


Moa mengerutkan keningnya, saat mendengar suara bel Apartemen yang berbunyi tak beraturan. Moa mulai merasakan sesuatu yang buruk bakal terjadi.


Benar saja. Setelah pintu terbuka, Moa jatuh terjerembab kebelakang karena dorongan kuat dari seseorang di balik pintu.


" Kurang ajar !! Berani sekali kamu masih menginjakan kaki di Apartemen Zoe. " teriak Jenifer sambil mendorong Moa dengan sangat kencang nya.


Jenifer masuk dengan angkuhnya, melewati Moa yang masih terduduk di lantai.


" Baru saja ingin hidup tenang tanpa masalah, sudah datang biang rusuh ini lagi. " batin Moa sambil mencoba berdiri


" Angkat kakimu sekarang juga, sebelum Zoe mengusir mu dari hadapan ku !! " ucap Jenifer dengan nada memerintah


" Berani sekali kamu menjawab ku !! Kamu pikir Zoe akan memilih mu? Mimpiiii !! " ujar Jenifer merendahkan


Jenifer masuk kamar Zoe, ia mulai menurunkan pakaian pakaian Moa dari lemari satu per satu.


Jenifer melihat beberapa bandrol harga yang masih melekat di pakaian Moa yang masih baru.


Jenifer terseyum sinis, lalu membawa pakaian itu ke hadapan Moa.


" Kamu lihat, Zoe membelikan mu pakaian pakaian murahan seperti ini. " kata Jenifer dengan memperlihatkan harga baju yang hanya harga beberapa ratus ribu saja.


" Kamu tahu, Zoe membelikan aku scarf ini harga berapa?? Tiga Pulu Lima Juta !! Dia tidak akan pelit membelikan aku. Dan ini, ini, ini " Jenifer menunjukan tas gaun juga sepatu nya.


" Kamu harusnya tahu dari nama brand nya saja. Ups.... Sorry kamu begitu kampungan ya. Kamu bisa browsing di internet daftar harga aksesoris yang saya pakai ini. Cristian Dior..... Jangan lupa, Klik di internet, supaya kamu bisa tahu betapa murahnya dirimu menukar tubuhmu. Jauh dari harga yang di belikan untuk ku. Itu tandanya, kamu hanya di nilai sangat murah oleh Zoe. Jadiii.... jangan Mimpi Zoe akan lebih memilih dirimu. " ucap Jenifer melempar pakaian Moa yang ia pegang tadi tepat di wajahnya.

__ADS_1


Jenifer keluar dari kamar nya dengan sengaja menyenggol pundak Moa dengan keras nya.


Belum jauh dari hadapan Moa, Jenifer membalikan badan seraya mengatakan.


" Perlu di ingat Moa, kamu hanya mainan Zoe, setelah Zoe puas, dia akan membuang mu, lalu kembali ke sisi wanita pilihan nya. Bukan wanita yang dengan murah nya menjajakan tubuhnya. "


" Menukar tubuhnya dengan uang, kira kira sebutan apa yang cocok untuk wanita seperti ya?? Yang jelas sangat menjijikan. " ucap Jenifer sambil berbalik lagi dan keluar dari apartemen.


Moa hanya bisa mengepalkan tangan nya erat. Karena posisi kehadirannya memang salah. Dia di paksa menikah dengan Zoe sebatas untuk menyelamatkan kehidupan Orang tuanya.


Moa melamun menatap pakaian yang di lemparkan Jenifer tadi.


Moa melihat bandrol harga nya hanya tujuh ratus ribuan, sedangkan Harga yang di pamerkan Jenifer tiga puluh lima juta. Harga yang sangat fantastis bagi Moa. Karena memang Moa masih sangat muda untuk mengenal fashion.


Terngiang ngiang di kepala Moa, ucapan Jenifer yang menyebutkan ' itu tanda nya, kamu hanya di nilai sangat murah oleh Zoe. Jadiii.... Jangan mimpi Zoe akan memilih dirimu.' Bahkan intonasi juga raut wajah Jenifer terlihat jelas di kepalanya.


Moa duduk di sofa kamar memikirkan ucapan Jenifer padanya. Jika di pikir selama ini, memang Moa tak bisa berbangga. Perlakuan Zoe hangat pun, juga baru seminggu terakhir ini. Kenapa bisa tadi ia berbangga menunggu Zoe untuk memilih. Karena jawaban nya sudah ia ketahui sejak awal pernikahan.


Namun jika mengingat perlakuan Jenifer padanya selama ini, Moa menjadi timbul dendam. Ingin rasanya ia membalas sakit hati yang ditorehkan Jenifer.


Lama Moa melamun ia mendengar pintu Apartemen di buka oleh seseorang, yang di nyakini Moa, jika itu adalah Zoe.


Moa segera beranjak dan berlari ke ranjang. Berpura pura tidur adalah pilihan terbaik pikir Moa.


Benar dugaan Moa, karena terdengar Zoe memanggil namanya dari luar.


Zoe membuka pintu kamar dan di lihat Moa yang memejamkan mata. Zoe mendekati Moa dan mencium kening nya. Berlanjut ia menaruh tas nya di meja kerja samping Balkon kamar.


Terdengar Zoe membuka pintu kamar mandi dan menutupnya. Barulah Moa membuka matanya.


Para Pembaca yang baik hati. Sambil menunggu kelanjutan Zoe mengejar cinta Moa,, boleh dong mampir di karya ke empat ku.


Yang pernah baca karya pertama ku, Arya - Ania dalam BIARKAN CINTA BICARA. di sana nanti aku akan mengulas kisah adiknya Aksara yang menentang perjodohan dengan Aktris papan Atas. Begitu juga Sang Diva yang juga jijik dengan tingkah sombong Aksara. Kepo in yuk aksi perang genjatan senjata mereka...😁😁😁

__ADS_1



Terima kasih atas dukungan kalian Muah.....😘😘😘😘


__ADS_2