
Bab ke 3 untuk Hari ini.
Author akan coba Crazy Up After Love yang tinggal Beberapa Episode ini, Karena rencana nya mau lanjutin Kisah Aksara Untuk Diva, yang sudah berkali kali dapat surat teguran dari Mimin karena gak Up ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤. Jangan lupa Vote kalian dong untuk Perpisahan.....😟😟😟
" Selamat Siang Tuan. Saya Zea Ackerley dari Perusahaan BestMith Company. " ucap Zee dengan membungkuk kan badan, ketika berada di hadapan Presdir. Sengaja Zee berbahasa Indonesia, karena Asisten pribadi nya tadi memberitahukan, jika Bis nya ini orang Indonesia. Sang Asisten meminta Zee untuk tidak perlu takut, karena Presdir sangat ramah, hanya saja pengaruh pendengaran yang jadi sedikit masalah nya.
" Daviiin ....... ???? " ucap Zee spontan ketika mendongak badan dan kepalanya.
Davin pun menarik tubuh Zee ke dalam pangkuan nya, yang langsung di berontak oleh Zee namun tidak bisa.
" Lepaskan Davin !!! Kamu sudah menikah, jadi kamu tidak pantas melakukan ini pada ku. Bukan kah kamu sangat mencintai Kak Moa, harus nya kamu tidak menghianiti cinta nya seperti ini. Kisah kita udah usai, dan aku tidak mau mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kali nya. " ucap Zee mencoba membuka tangan Davin yang melingkar di perut nya.
" Jangan bergerak seperti itu, setiap gesekan tubuh mu, membangkitkan hasrat ku untuk bercinta lagi dengan mu. " ucap Davin dengan tidak tahu malu nya tepat di telinga Zee.
Seketika Zee berhenti memberontak, ia sadar Davin berbicara seperti itu, karena kesalahannya sendiri. Ia terlalu murah memberikan tubuh nya, sehingga Davin menilai diri nya sangat lah rendah, sehingga yang di ucapkan untuk nya pun kata kata yang hina.
" Aku tahu aku murahan Davin. Tapi tidak seharusnya kamu merendahkan aku seperti ini. Tolong hargai aku sebagai wanita yang mencoba berubah baik Davin. Jangan kamu terus mengulang merendahkan aku seperti ini terus. " ucap Zee dingin tanpa pergerakan.
Davin pun melepaskan tangan yang melingkar di perut Zee.
" Maaf Zee. Bukan maksud ku merendahkan mu. Aku hanya merindukan. " jawab Davin
Begitu tangan di lepas, Zee segera berdiri, dan berjalan menjauh.
" Apa kamu ingin hubungan kita terangkat publik.? Jika kamu mau Moa tahu hubungan kita, maka pergilah. " ucap Davin
Zee berhenti dan berbalik dan menatap Davin
" Aku tidak menyangka jika kamu adalah orang yang menjijikan Davin. Aku menyesal sudah mencintai mu. Kamu pikir dengan mengancamku seperti itu, Aku akan tunduk pada ku. Aku Zea Ackerley tidak takut apapun pada ancaman. " ucap Zee yang sudah tidak ingin berbicara lebih banyak lagi pada Davin.
__ADS_1
Zee sudah tidak perduli lagi dengan Tender kontrak lagi. Yang ia pikirkan adalah bagaimana ia pergi jauh dan tidak bertatap muka lagi dengan Davin.
Zee meminta Davin untuk membuka pintu, karena ternyata pintu ruangan nya tertutup, bahkan Davin menutup jendela secara otomatis dengan remot yang ia pegang.
" Kemarilah. Dan baca Point point perjanjian, dan denda apa yang harus kamu bayar, jika kamu berani membatalkan perjanjian ini. " terang Davin
Zee mendekati dan membaca Perjanjian yang rangkap nya ia tanda tangani tadi.
Zee merasa tidak aneh dengan perjanjian, hanya sebatas perjanjian kerja. Hanya di akhir Point, Zee terkejut. Karena di sana menyebutkan, jika Zee memutuskan sepihak perjanjian, makan ia harus menikah dengan Davin.
" Perjanjian macam apa ini??? Kamu sudah menikah Davin. Untuk apa kamu macam macam lagi. Kamu sudah mendapatkan wanita yang kamu cintai, untuk apa lagi kamu mempermainkan perasaan ku lagi. " ucap Zee
Davin menyerahkan ponsel nya untuk dilihat Zee, kemudian Zee pun meraih ponsel itu, tapi dengan tatapan mata kearah Davin, karena tidak mengerti maksud Davin memberikan ponsel nya.
" Lihatlah,!!! kamu akan mengerti . " ucap Davin
Zee pun melihat Ponsel Davin. Ia terkejut kemudian mendongak kan kepala, menatap Davin.
Zee pun menatap Davin dengan sebuah rasa, dan sebuah pertanyaan.
" Iya. Kakak mu sudah merebut Moa dari ku. Dan kini mereka sudah bahagia bersama, tanpa memikirkan perasaan ku bagaimana. " ucap Davin
" Aku ingin memutuskan perjanjian kerja sama ini sepihak. " ucap Zee mantap tanpa mendengar lagi ocehan Davin.
Davin mengerutkan kening nya, menatap Zee yang sudah berdiri dan berhambur memeluk tubuhnya.
" Kamu pikir, hanya kamu saja yang ingin menikah?? Aku juga sangat mendambakan menikah dengan Pria yang ku cintai. " ucap Zee senang memeluk Davin
" Bukan kah kamu Jijik dengan ku??? " ucap Davin membalikan kata
__ADS_1
" Maafkan aku Davin. " ucap Zee malu sudah berburuk sangka dengan sikap Davin
" Bukan kah kamu menyesal sudah mencintai aku. " ucap Davin lagi menggoda Zee
" Daviiiinnnn....... Berhenti menggoda ku. " ucap Zee dengan mencubit pinggang Davin, sontak membuat Davin berteriak karena merasa geli juga sakit.
" Aku hanya mengingatkan mu, jika semenit yang lalu kamu berkata itu, dan aku sakit hati atas perkataan mu. " ucap Davin yang memang sengaja menggoda Zee
" Baiklah... Aku minta maaf. Dan Aku minta maaf... Dan Aku minta Maaf. Dan Aku mencintai mu.!!! " ucap Zee menatap Davin.
Davin tersenyum menatap Zee, Ia juga merasakan sebuah cinta tulus dari mata Zee. Ternyata di cintai itu lebih membahagiakan dari pada harus merasakan sakit hati terus tersakiti karena tidak berbalas cinta dari orang yang ia cinta.
Zee berjinjit agar tubuhnya bisa sedikit sejajar dengan Davin. Kemudian dengan tak tahu malu nya Zee mencium sekilas bibir Davin lalu melepaskan kembali.
" Kamu berani menggodaku marmut kecil....... " ungkap Davin tersenyum kemudian mencium lembut bibir Zee. Zee merangkulkan tangan nya di pundak Davin, karena tubuh Davin jangkung sehingga Zee terlihat sangat pendek jika sejajar dengan Davin
Keduanya terlibat ciuman manis, Zee mulai membalas ciuman Davin, membuat detak jantung mereka terdengar satu sama lain.
Tak puas dengan ciuman hangat bibir, Davin mulai menjalar ke bawah mencium leher jenjang Zee, tercium aroma wangi dari tubuh Zee, membuat Davin semakin ingin turun ke bawah.
" Ummmmt..... Ahhhhh..... "
Suara indah Zee membuat Davin semakin tidak mampu membendung rasa ingin mencumbui Zee. Davin memberikan tanda di dada Zee yang kancing kemeja nya sudah di buka oleh Davin sehingga terlihat Dada Zee yang berukuran sedang terbungkus sebuah bra berwarna merah tua.
" Ach..... Davin....... " suara serak keluar dari mulut Zee, ia sudah lupa dengan sebuah lontaran kata yang ia tujukan pada Davin tadi, jika dirinya menyesal telah mencintai Davin, Karena pada kenyataannya ia sangat mendambakan sentuhan lebih dari Davin.
Davin mengangkat kepalanya, lalu menutup kembali kemeja Zee.
" Aku akan melakukan nya, setelah kamu sudah sah menjadi milik ku. Aku tidak ingin membawamu pada sebuah dosa yang memberatkan kita. " ucap Davin
__ADS_1
Zee yang semula kecewa kini menjadi bahagia, ternyata Davin mencintai nya juga sangat menghormati nya. Ia benar benar bahagia, mendapat sebuah balasan cinta dari Davin.