
" Aku bilang pergilah dulu Uncle " ucap Zizi dengan menggigiti ujung kuku nya, juga mencabut satu rambutnya.
" Aku akan membantu Uncle, jika Uncle menuruti keinginan ku. Ingat Uncle, sekalipun kamu adalah Daddy kandungku, Aku tidak akan mau menerima Uncle sebagai Daddy ku, jika Mommy tidak menerima Uncle. Tapi jika Uncle mau menuruti keinginan ku, Zizi akan pertimbangkan lagi. " tambah Zizi dengan memberikan ujung kuku juga sehelai rambut nya.
" Aku tahu Uncle membutuhkan ini bukan, untuk memastikan DNA kita sama? " imbuh Zizi
Zoe tidak percaya, jika anak enam tahun itu mengerti tentang hal, yang biasanya hanya di ketahui oleh orang dewasa. Zoe semakin percaya jika Zizi mewarisi kecerdasan yang Zoe miliki.
Zoe pun tidak mau kehilangan Anak dan istrinya lagi, akhirnya mengikuti saran Zizi untuk pergi terlebih dahulu. Ia tidak mau membuat Zizi juga ikut membenci nya seperti Zaza yang menunjukan rasa tidak suka pada Zoe terlalu berlebihan.
Setelah Zoe pergi, Zizi menghampiri Zaza yang sedang asik makan coklat pemberian Mommy nya untuk bekal tadi pagi. Ia sama sekali tidak memperhatikan kakak nya juga Zoe tadi.
" Zaza, berjanjilah kamu tidak akan memberi tahu Mommy, jika kita bertemu Uncle itu. " tanya Zaza
" Kenapa ??? Aku bahkan ingin sekali bercerita pada Mommy, jika Paman itu sangat menyebalkan. Dan Aku tidak menyukainya. " ucap Zaza sambil fokus melihat coklat yang ia makan.
" Aku hanya tidak ingin pindah sekolah lagi Zaza. Jika kamu memberitahukan di dekati orang tak di kenal, pasti Mommy akan memindahkan kita. " kata Zizi menakuti Zaza
" Emmmt.... Baiklah. Aku janji tidak akan cerita. " kata Zaza sambil memberikan jari kelingking nya pada Zizi dan di sambut oleh Zizi sehingga kedua tangan mereka saling berkait.
Tak berselang lama, Moa pun datang dengan mobilnya. Dia turun dan menghampiri anak nya. Berulang kali ia meminta maaf karena terlambat me jemput. Namun Zizi dan Zaza sama sekali tidak keberatan dengan keterlambatan Moa, sehingga Moa bisa bernafas lega
Ketiganya pulang ke rumah, sampai di rumah barulah ketiganya tahu jika Davina sudah pergi di jemput oleh Zack. Karena tadi pagi anak anak juga tidak memperhatikan, mereka sibuk mempersiapkan diri mereka, karena waktu masuk sudah hampir terlambat.
__ADS_1
Karena Davina tidak ada, Akhirnya Moa menitipkan anak anak pada Zee, karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan di Butik siang ini.
Saat berada di lantai bawah, Moa seolah melihat bayangan Pria yang tidak ingin ia lihat. Jantung Moa seakan berhenti, namun ia penasaran siapa Pria itu. Jika memang dia adalah Zoe, ia akan membawa anak anak pergi dari Apartemen ini segera.
Moa sedikit berlari mengikuti Pria itu, namun saat ia melihat jelas ternyata bukan Zoe. Moa bernapas lega karena bukan Zoe, ia kembali berjalan untuk pergi ke butik lagi.
Sedangkan Zoe yang merasa di ikuti, ia segera berlari dan bersembunyi di ujung tembok. Ia tidak ingin menampakan diri, sebelum ia mengetahui secara nyata, benarkah kembar adalah anak nya.
Dan untuk mengetahui perlu waktu besok, karena setelah dari tempat sekolah Zizi dan Zaza, Zoe langsung pergi ke rumah sakit Elite. Dalam hal test ini, ia perlu penanganan khusus, juga waktu yang cepat, sehingga masalah biaya tidak menjadi masalah.
Zoe kembali melanjutkan langkahnya untuk kembali ke apartemen milik nya. Ia mencoba menghubungi Zee dengan Video call, ingin sekali Zoe melihat anak anaknya karena belum lepas rasa rindu nya saat bertemu tadi.
Kebetulan Zizi dan Zaza sedang istirahat tidur siang sehingga Zoe bisa melihat secara lama, keadaan anak anak nya. Tanpa terasa air mata Zoe tidak bisa ia bendung, pada akhirnya ia memutuskan panggilan sepihak. Hati Zoe sangat hancur, ternyata selama ini Moa sudah menanggung beban hidup yang sangat berat, Moa harus menghidupi anak anak nya, sedangkan Zoe sama sekali tidak berada di sisi nya. Tak henti henti nya bibir Zoe mengucapkan kata Maaf yang tidak bisa di dengar oleh Moa.
Pagi ini Zoe sudah bangun lebih awal. Dia sudah rapi, dan sejak tadi sudah standby di depan pintu kamar apartemen nya. Ia sibuk mengintip dari kaca pengintai di belakang pintunya. Pertama ia melihat Moa, kemudian di ikuti kedua anak anak nya. Terlihat kegembiraan di wajah mereka. Zoe sangat bahagia melihat pemandangan ini. Tangan Zoe membelai pintu, seolah sedang membelai ketiga orang yang sangat berarti di hidup nya.
Tak berselang lama, Zoe mengikuti ke tiga nya dari belakang sampai tiba di sekolah si kembar. Begitu Moa kembali ke mobil dan melesat kan mobil nya ke jalanan. Zoe keluar dan mendekati pintu gerbang. Banyak anak anak yang sedang berlari dan bermain. Zizi yang menoleh kebelakang, melihat ada nya Zoe di gerbang itu. Ia pun menyuruh Zaza untuk masuk terlebih dahulu, dengan alasan ia akan pergi ke toilet terlebih dahulu.
Di pertemuan sebentar itu, Zizi memberi tahukan, jika minggu depan sekolahnya libur. Dan untuk mengisi liburan itu, ia , Zaza, Mommy, Anty Zee juga Uncle Davin akan berlibur di sebuah Villa yang sangat indah. Sayang nya Zizi belum mengetahui jelas tepatnya. Hanya saja Zizi memberitahukan sebuah desa yang akan ia kunjungi adalah Mittelbergheim. Zizi bercerita jika tempat itu jauh dari keramaian, sehingga ia sangat akan menyukainya.
Zoe hanya mendengar kan celoteh buah hati nya. Ia sangat bahagia jika Zizi mau bercerita. Itu tanda nya, Zoe sudah ada sedikit di hati Zizi. Begitu bel berbunyi, Zizi pun menyuruh Zoe untuk pulang. Zizi berpesan agar jangan menemuinya siang ini, karena Mommy nya sudah berjanji tidak akan terlambat menjemput.
Zoe hanya menganggukan kepalanya dengan senyum, dan air mata yang ia tahan. Entah mengapa, setiap ia bisa bertemu dengan Zizi atau Zaza, air mata Zoe ingin keluar begitu saja.
__ADS_1
" Zizi....... " panggil Zoe untuk pertama kali pada anak lelaki nya.
Zizi pun menoleh, melihat Zoe yang menghapus air mata nya.
" Bolehkah aku memelukmu. " pinta Zoe dengan terbata dan suara yang berat.
Zizi masih melihat Zoe. Entah mengapa Zizi pun merasa iba. Zizi memang sangat menyayangi Mommy nya. Tapi jauh di lubuk hati nya, ia pun juga merindukan pelukan dari seorang ayah. Hanya saja Zizi menutupi rasa itu, agar tidak membuat hati Mommy nya bersedih.
Akhirnya Zizi mendekati Zoe dan merentangkan tangan nya.
" Satu Menit. " ucap Zizi, saat Zoe akan segera menyambut pelukan Zizi dengan senyum mengembang di wajah nya.
Zoe segera Zoe memganggukan kepalanya, dan tak ingin membuang waktu segera menghambur memeluk Zizi
Bersambung............
Hay para Reader semuanya.... Dukung karya aku dengan Like di sana ya Plisss.........
Love Puooooolllll untuk yang meninggalkan jejak Favorit juga like di sana.....😘😘😘😘
Salam Manis,
__ADS_1
Shanyu.....♥️♥️♥️