After Love

After Love
Bab. 84 Bimbang


__ADS_3

Davin membiarkan Zee pergi beranjak meninggalkan nya. Sengaja Davin membiarkan, karena Davin ingin memberikan ruang untuk Zee agar berpikir lebih jernih, sehingga tidak memilih jalan yang salah dan membuat nya menyesal.


Davin merenungi setiap perbuatan nya selama ini. Dalam hidup nya, ini adalah kali pertama ia melakukan kesalahan menurut nya.


Sebelumnya ia dapat menahan semua godaan wanita yang merayu nya. Karena di goda seorang wanita, bukan Zee saja orang pertama. Tapi sudah banyak wanita yang berbondong bondong. Bahkan ada yang sengaja menjebak, dan berbohong mengandung anak nya, sekalipun itu bukan anak Davin, seperti yang di lakukan oleh Melissa kemarin.


Tapi setan apa yang merasuki Davin malam itu, sampai ia ikut terbuai dengan setiap sentuhan Zee. Tak bisa di bohongi, sejak kejadian malam itu, Davin mulai merasakan debaran untuk Zee. Walau sekuat hati Davin mencoba untuk melawan perasaan itu, namun entah kenapa setiap ia melihat hanya sekelebat bayangan Zee saja sudah membuat Davin berdetak tak karuan.


Apalagi, sejak melewati malam panas bersama Zee, Davin selalu bermimpi mengulang kejadian itu. Terlihat nyata bentuk tubuh Zee berada dalam bawah kungkungan nya. Membuat Davin selalu membayangkan kembali malam kejadian itu.


" Achhhh....... " Davin mengusap wajah nya kasar, karena teringat kembali kejadian itu. Hasrat nya kembali muncul, ia ingin mendatangi Zee. Namun beruntung Zaza dan Zizi sudah sampai rumah.


" Uncleee Davinnnn..... " teriak Zaza dari halaman rumah. Zaza berlari mencari keberadaan Davin, kemudian ia langsung meloncat minta di gendong Davin.


" Kenapa Sudah kembali?? " tanya Davin pada Zaza yang sudah berada dalam gendongan nya.


Zaza pun menceritakan ia sudah keliling semua sudut tempat itu, dan ia juga memamerkan, jika dirinya di beri banyak makanan oleh warga sekitar, karena merasa gemas dengan wajah Zaza yang imut. Semua pun tertawa mendengar celoteh Zaza.


Terlihat Moa sudah menyiapkan makan siang untuk mereka. Karena sejak tadi tidak melihat Zee, Moa pun menanyakan keberadaan nya.


" Biar Zizi saja yang panggil Anty Zee. " ucap Zizi


Tak berapa lama Zizi pun keluar sendiri.


" Dimana Anty Zee, sayang ?? " tanya Moa

__ADS_1


" Dia sedang memberi obat pada lehernya Mom. " ucap Zizi


" Kenapa dengan leher Anty Zee ? " tanya Moa lagi.


" Tadi aku melihat ada banyak tanda merah, lalu aku menanyakan kenapa, dia bilang di gigit serangga saat tidur di halaman. Makan nya ia balik ke kamar lagi untuk diobati, katanya masih terasa gatal. " ungkap Zizi dengan polos


" Uhuuukkkkkk ...... " tiba tiba saja Davin tersendak minum teh yang di buat Moa.


Kemudian Moa pun menuangkan air putih pada Davin agar di minum.


" Pelan pelan Uncle... Zaza tidak akan meminta teh mu... " canda Zaza... yang lagi lagi membuat semua tertawa.


Terlihat Zee datang dengan jaket sweater panjang hingga menutupi lehernya.


" Tadi di gigit semut banyak Kak. Tapi udah aku olesi salep kok. " jawab Zee sambil mengambil makanan, ia tidak menghiraukan Davin yang sedang terus menatap nya.


Begitu makan siang selesai, mereka berencana untuk istirahat siang, kemudian sore hari mereka berencana akan bersepeda melanjutkan perjalanan, mereka berencana akan mengunjungi kebun teh daerah Villa itu.


Moa sedang menemani anak anak untuk tidur siang di kamar. Sedangkan Zee yang tidak mau menganggu, memilih duduk di halaman belakang, tempat favoritnya. Ia duduk di gazebo di bawah pohon besar.


Terlihat Davin memberikan salep pada Zee. Zee melihat Davin dengan seksama, kemudian membaca salep itu. salep anti memar.


" Berhenti mendekati ku Davin. Jangan biarkan aku melakukan hal gila di luar nalar lagi. " ucap Zee memegang salep pemberian Davin.


Bukan nya menjawab Davin justru ikut duduk di Gazebo itu, di samping Zee.

__ADS_1


" Davin, Aku mohon jangan seperti ini. Aku tidak mau melukai banyak hati di sini. " ucap Zee panik. Ia takut Moa melihat keberadaan mereka


" Kamu yang memulai Zee. Tapi kenapa sekarang justru kamu yang menghindar. Bukan kah tujuan awal mu, untuk memiliki aku ! Tapi kenapa sekarang justru seolah menolak ku. Jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, karena jika api itu sudah menyala besar, kamu akan sulit untuk memadamkan. " kata Davin menatap wajah Zee


" Aku tahu aku salah, Aku khilaf Davin. Aku tidak memikirkan perasaan Zaza yang sangat berharap kamu jadi Ayahnya. Aku terlalu ceroboh. " ucap Zee menjelaskan maksudnya


" Khilaf ??? Aku rasa kamu tidak Khilaf Zee. Kamu bodoh !!! Secara sadar kamu merayuku saat itu. " ucap Davin


" Berhenti mengingat itu --------- "


Davin membungkam bibir Moa dengan bibirnya. Hingga keduanya terdiam dalam perasaaan.


" Aku bukan Pria pengecut Zee, dan Aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku. Untuk sekarang aku akan memikirkan cara untuk menjelaskan pada Zaza dan Moa. " ucap Davin saat ciuman mereka terlepas


Zee segera beranjak meninggalkan Davin. Entah kenapa, setelah Davin mau mengejar nya, Zee justru semakin takut. Ia takut melukai orang orang di sekitar nya. Ia begitu menyesali perbuatan nya bodohnya, ia akui ia khilaf. Dan sekarang ia sendiri yang dibuat pusing, karena Davin akan memilih diri nya dari pada Moa cinta pertama nya.


Davin membaringkankan tubuh nya di gazebo, ia memijat kepala nya. Sebagai Pria bertanggung jawab, ia mengesampingkan perasaan nya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Jika bisa jujur hatinya juga bimbang. Disisi lain ia juga masih menyayangi Moa dan anak anak. Tapi di pihak lain, ia juga mulai merasakan debaran, getaran, juga rasa kasian pada Zee.


Sikap Moa yang selalu dingin padanya, di tambah sejak kehadiran Zoe beberapa waktu lalu, membuat Moa sering melamun dan jarang sekali memperhatikan Davin jika sedang berbicara. Davin sering mengulang dua tiga kali ucapan nya agar di dengar oleh Moa. Sikap itulah yang membuat Davin mulai mempertimbangkan kembali untuk melanjutkan hubungan ke depan nya dengan Moa.


Tapi jika mengingat Zaza yang sangat menyayangi nya, membuat nya takut untuk melukai hati gadis kecil itu. Walau Davin sadari jika sesungguhnya Zizi tidak mengharapkan menjadi ayah nya.


Semua beban itu menghantui pikiran Davin, ia bimbang, harus jalan manakah yang baik ia ambil. Jalan mana pun yang ia ambil itu akan melukai satu hati diantara semua.


Davin berharap jika Zee mau menguatkan hati nya, seperti dulu, ia dengan berani menggoda dan merayu Davin. Tapi nyatanya, sekarang Zee bagai pengecut yang tidak berani mempertanggung jawabkan atas apa yang ia lakukan. Lama Davin mempertimbangkan, akhirnya ia ikut terbawa kantuk yang akhirnya ia tertidur di Gazebo sendirian.

__ADS_1


__ADS_2