
Zoe merogoh saku celananya, dan mengeluarkan sebuah ponsel. Entah apa yang di lakukan Zoe, ia sangat sibuk bahkan sangat serius menatap layar ponsel nya tersebut.
Zoe kembali menatap Moa yang sedang memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong.
Tak berselang lama keduanya terdiam, Tidak sampai satu menit terdengar dering suara ponsel milik Zoe.
" Lihatlah, kakak tirimu, juga Ayah laki laki mu kompak sekali melakukan panggilan." kata Zoe memperlihatkan layar ponselnya pada Moa.
Moa membaca " Ansel " , " Sanjaya " . Melakukan panggilan dalam waktu yang sama namun Zoe sama sekali tidak ada niatan untuk mengangkat.
" Ternyata Pria mu terlalu sombong, tidak mau menjatuhkan harga dirinya. Mari kita lihat seberapa teguh dia mempertahankan harga dirinya. " kata Zoe
Moa menatap nanar pada Zoe, jika hanya keluarganya, mungkin Moa tidak akan perduli. Sekalipun Ayah nya yang melakukan panggilan pada Zoe. Tapi jika dengan keluarga Sanjaya, mana mungkin Moa diam saja. Ia berencana akan membayar hutang saja dengan meminjam uang dari Davina, adik dari Davin. Tapi sekarang keluarga mereka justru ikut terseret kedalam permasalahanya. Moa tidak akan mau melibatkan keluarga Sanjaya dalam masalah ini. Apalagi jika keluarga Sanjaya tahu jika dirinya lah penyebab kehancuran ini, pasti mereka tidak akan mengijinkan hubungan nya dengan Davin.
" Kenapa?? " tanya Zoe meremehkan melihat Moa, yang juga sedang menatap dirinya dengan sorot tak bisa diartikan.
Tidak bisa di pungkiri jika hati Moa saat ini begitu tersakiti. Ia benar benar tidak menyangka jika Zoe akan sekejam ini pada dirinya.
" Kenapa Anda melakukan ini semua padaku?? Apa salahku yang ku perbuat sebelumnya, sampai tak ada rasa belas kasih pun terhadapku? " tanya Moa pada akhirnya
" Kesalahan terbesarmu adalah kamu berani membangkang ku. Ingat Moa, satu langkah saja kamu berani melakukan perlawanan, aku akan menghancurkan kedua keluarga ini. Camkan Itu !!! " kata Zoe sambil berdiri
" Buktikan penyesalanmu, dan tunjukan padaku bagaimana kamu memohon untuk mempertahankan kedua keluarga itu. " kata Zoe berlalu meninggalkan kamar mandi.
Terdengar Zoe membanting semua yang ada di dalam ruang kamar, dan memporak porandakan. Membuat nyali Moa menciut. Ia bahkan sampai ketakutan hanya untuk bernafas saja.
Air matanya tak berhenti menetes mengingat kisah hidupnya yang justru semakin terpuruk. Walaupun keluarganya selalu membuat keributan dengan nya, tapi mereka sama sekali tidak melakukan kekerasan. Dan sekarang Moa mendapat kekerasan itu dari Zoe. Membuat jiwanya yang kuat menjadi rapuh. Hidupnya penuh dengan keberanian kini harus lenyap bersama dengan bayang bayang Zoe yang menunjukan kemurkaan terhadapnya.
__ADS_1
Moa yang sudah merasa sangat kedinginan, mencoba bangkit dan membersihkan diri di bawah shower yang mengguyurnya dari atas.
Moa keluar dari kamar mandi, ia menatap sekeliling ruangan yang begitu hancur, banyak puing puing kaca berserakan di lantai. membuatnya harus berjinjit karena ia tidak mengenakan sendal.
Pandangan nya mencari Zoe, namun tidak ia temukan. Ia menggeser pintu kaca yang menghubungkan kamar dengan sebuah teras yang menyuguhkan pemandangan taman hijau. Moa bahkan tidak menemukan Zoe di sana.
Moa berdiri melamun memandang kosong, apa yang harus ia lakukan. Ia tidak bisa menebak apa yang di inginkan Zoe. Bahkan Moa pun di buat bingung dengan sikap Zoe yang seharusnya sedang berbahagia bersama Jenifer karena sudah mengumumkan pertunangan mereka, tapi sekarang justru menyiksa dirinya di tempat terencil seperti ini.
" Bersihkan ruang ini, dalam waktu sepuluh menit. " tiba tiba saja suara Zoe mengagetkan lamunan Moa yang sedang mengagumi sebuah teras yang seperti sudah di desain untuk membuat kejutan. Karena banyak lampu warna warni di sekitar taman yang ada kursi dua di sana.
Moa terhenyak kemudian segera melewati Zoe begitu saja mencari sapu juga tempat sampah.
Moa memunguti satu per satu pecahan kaca dari sebuah cermin. Dengan hati hati ia mengambil agar tidak terkena serpihan itu.
Zoe melihatnya dari sebuah pintu, seolah sedang mengawasi jika Moa berani kabur dari hadapan nya.
Zoe hanya memandang saja tanpa ada niat sedikit pun untuk melihat bahkan mengobati luka Moa.
" Perih yang kamu rasakan saat ini, belum seberapa Moa. Lebih pedih luka yang kamu goreskan untuk ku. " batin Zoe
Zoe mengingat beberapa hari ini ia di sibukan dengan pencarian tempat yang menurutnya sangat jauh dari keributan, atau bahkan tidak ada satu orang pun yang bisa menemukan nya nanti.
Sampai Zoe menemukan tempat ini. Ia merenovasi tempat itu, di buat senyaman mungkin, bahkan ia sudah mempersiapkan segala makanan untuk satu minggu ke depan. Zoe berencana setelah mengumumkan pernikahan nya dengan Moa, akan membawa Moa kemari dan menikmati hari hari indah tanpa ada satu pun yang mengganggu. Bahkan Zoe menyuruh sepasang suami istri penghuni villa itu untuk pulang terlebih dahulu selama satu minggu kedepan.
Namun rencana tidak seindah dengan bayangan. Pada kenyataannya semua nya berbanding terbalik, jangankan pengumuman, atau kejutan. Justru dirinya di buat terkejut dengan sikap Moa yang jauh dari ekspektasi nya.
Zoe yang berencana akan menjadikan tempat ini sebagai saksi bisu kebahagiaan nya, justru berubah menjadikan tempat ini sebagai saksi kemurkaan nya.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan semuanya, Moa membersihkan tangan di kamar mandi. Lalu kembali keluar. Terlihat Zoe masih berdiri bersandaran pintu.
Moa duduk di sisi ranjang, dengan menunduk ia melihat tangan nya yang tidak berhenti mengeluarkan darah.
Zoe datang menghampiri dengan membawa kotak obat yang tersedia di dinding kotak p3k.
Zoe meraih jari tangan Moa dan melihat masihkan ada serpihan kaca di dalamnya. Dan benar masih ada serpihaan kaca di dalam jari Moa.
Zoe berusaha mengeluarkan dengan menekan tangan nya, membuat Moa berusaha menarik tangan nya. Dan spontan menepuk lengan Zoe sebagai tanda prostes atas perlakuan Zoe padanya.
" Sakitttt " kata Moa dengan mendesis
" Lebih sakit hatiku yang kamu curangi Moa. " ucap Zoe lepas begitu saja.
" Katakan dengan cara apa kamu akan memadamkan api kemarahan ini Moa?? " kata Zoe yang mulai menempelkan plester di jari Moa.
" Jika hatimu saja sakit. Lalu bagaimana dengan perasaan orang yang Anda siksa ini. " jawab Moa
" Kenapa kamu selalu melawanku Moa? Kenapa kamu selalu membangkang setiap ucapanku Moa? " ucap Zoe menatap bola mata Moa
Seharusnya Zoe membuang Moa, karena pantang bagi Zoe jika wanita yang sedang bersama dirinya di sentuh laki laki lain. Tapi dengan Moa, Zoe tidak bisa membuangnya begitu saja. Ia tidak bisa meninggalkan Moa bersama dengan laki laki lain, sekalipun ia sudah di sentuhnya.
" Lalu bagaimana dengan Anda. Anda sudah jelas jelas mengumumkan pertunangan kalian dengan Jenifer, lalu kenapa masih saja menyiksa ku seperti ini. " kata Moa
" Jenifer ??? Bagaimana dengan Jenifer saat ini ??? "
Tunggu kelanjutan Jenifer bagaimana ya....
__ADS_1
Kalian maunya diapain nih.... 😂😂😂