
Tidak mudah bagi Moa melewati hari hari nya. Ia harus mengerjakan desain nya, juga harus menjaga perasaan nya setiap bertemu dengan Zoe. Karena bagaimana pun Zoe adalah mentor nya, yang mau tak mau Moa harus tetap berkomunikasi.
Panas, perih, sesak yang ia rasakan saat berdekatan dengan Zoe. Apalagi Vivian yang semakin dekat dengan Zoe, seolah menjawab pertanyaan hati Moa, jika Zoe hanya ingin memanfaatkan diri nya saja. Namun Moa selalu bisa mengusai diri, dengan berpura pura seolah tidak pernah ada hubungan apa pun dengan Zoe.
Satu minggu di umumkan, dan Moa lah yang menjadi pemenang. Itu tanda nya ia akan ikut terbang ke Paris untuk kolaborasi dengan desainer ternama di sana. Dan akan terikat kontrak selama tiga bulan ke depan.
Hari ini adalah hari dimana Moa akan meninggalkan hotel, sekaligus juga akan berpisah dengan Wina. Wina akan kembali Malang, sedangkan dirinya akan ikut bersama dengan Miss Emeli untuk terbang ke Paris, dan bekerja sama dengan Emeli.
Terlihat Zoe mendekati Moa. Namun Moa berupaya menghindar.
" Moa, Sekarang waktunya aku menjelaskan kesalah pahaman kita. " ucap Zoe
" Tidak perlu menjelaskan. Aku sudah memutuskan untuk tidak pernah kembali padamu. Anggap saja semua yang terjadi di masa lalu adalah kesalahan. Lupakan aku, seperti aku yang akan melupakan kisah kita. " ucap Moa meninggalkan Zoe dan segera mendekati Emeli. Zoe mencoba untuk mencegah Moa agar tetap mendengarkan penjelasan, namun Moa sudah keburu mendekati Emeli.
Moa berusaha untuk tidak menoleh kearah Zoe lagi, ia sudah cukup sakit, dan tidak mau kembali sakit. Ia sudah tidak mau seperti orang bodoh yang terpedaya cinta. Ia akan menunjukan jika dia berhak bahagia, suatu saat pasti ia akan menemukan seseorang yang bisa mencintainya tulus. Moa meninggalkan Zoe begitu saja, tanpa ada jabat tangan, atau setidak nya tegur sapa.
**********************
Perjalanan yang sangat melelahkan untuk Moa, bisa tergantikan setelah ia mendapatkan sebuah apartemen mewah. Walau kecil, namun cukup nyaman.
Ternyata Miss Emeli sangatlah ramah, tidak seperti saat menjadi juri, yang terkesan dingin. Setelah Moa bisa di nobatkan sebagai pemenang, Emeli sangatlah hangat pada Moa.
" Beristirahat lah, aku akan menjemputmu besok pagi. Setelah kamu tahu tempat kerjanya, kamu bisa berangkat sendiri nanti nya. " ucap Emeli lembut
" Terima kasih Miss. " ucap Moa yang di balas senyuman oleh Emili.
__ADS_1
Semua bahasa yang digunakan di Paris Bahasa Inggris ya guys.... Authornya males ngetik translate nya....😂😂😂.
Moa melamun di kamarnya, kini ia sendiri lagi. Tanpa Wina, tanpa Bintang yang biasa memberi semangat seperti dirinya dulu saat di Malang. Saking penat nya, tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, Moa sudah menyatu di alam mimpi.
Pagi ini Moa di jemput Emeli untuk pergi ke tempat kerja mereka yang baru. Moa melihat sebuah butik besar dengan banyak karyawan. Moa melewati pakaian pakaian yang terpajang, dan mengikuti Emeli masuk.
Moa di perkenalkan dengan para teman karyawan lama mereka sesama desainer, setelah itu ia pun di tunjukan tempat kerja nya.
Moa mulai mengerjakan tugas yang diarahkan, ia hari ini terlihat sibuk dengan pekerjaan baru nya.
Hari hari di lewati Moa dengan sendiri. Namun ia semakin merasa tenang dan nyaman. Dia tidak terlalu dekat dengan para teman sesama desainer nya di tempat kerja. Tapi baginya itu tak masalah, toh ia hanya akan disana selama tiga bulan saja.
Hari berganti, minggu berlalu, tanpa terasa hampir tiga bulan Moa menjalani rutinitas nya di sana. Hari ini Moa di panggil oleh Emili untuk menemui di ruangan nya.
Tok...tok....tok
Moa pun memasuki ruangan Emeli, dan ternyata kehadiran nya sudah di tunggu.
" Duduk !! " ucap Emili dengan tersenyum
Moa pun membalas senyuman dengan duduk di kursi sebrang Emeli.
" Begini Moa, tanpa terasa kamu audah bergabung dengan perusahaan kami selama tiga bulan. Selama ini, kamu hanya mendapatkan keuntungan dari hasil karyamu dua puluh persen, dari hasil penjualan, sesuai kesepakatan diawal perjanjian kita. Aku melihat hasil kerjamu semakin hari semakin memuaskan. Aku benar benar mengagumi kegigihanmu Moa. " ucap Emeli mengawali perbincangan
" Diakhir kontrak ini, aku mau menawarkan empat puluh persen dari hasil penjualan di setiap hasil karya mu. Kamu bisa melanjutkan kerja sama ini tanpa taken kontrak seperti tiga bulan yang lalu. Bagaimana, apa kamu mau ? " tanya Emeli ramah. Ia sangat puas dengan apa yang di desain Moa.
__ADS_1
" Maaf, tapi seperti nya saya ingin melanjutkan usaha saya di Indonesia saja. " jawab Moa
" Begini Moa, kamu bisa saja memantau usahamu yang di Indonesia, dengan kamu mengambil cuti beberapa waktu. Aku pasti mengijinkanmu. Kamu bisa memikirkan ini semua, karena masih ada sisa waktu di akhir kontrak. "
" Baiklah saya akan memikirkan nya. " ucap Moa. Walau sesungguhnya ia sudah bulat untuk kembali ke Malang.
" Kamu seorang gadis, namun selalu aktif. Biasanya seorang gadis banyak yang manja, atau sensitif saat bulan bulan tertentu. Namun aku lihat kamu sama sekali tidak Moa. Kamu selalu tanggung jawab pada pekerjaan. " ucap Emeli
Moa tersenyum mendapat pujian itu. Namun kemudian ia introspeksi diri, biasanya ia akan meringis kesakitan tiap datang bulan. Namun selama di Paris ia sama sekali tidak merasakan.
Deg
Bahkan bulan ini, jangankan merasakan sakit, ia bahkan baru menyadari jika selama di Paris ini, Moa tidak mendapat tamu bulanan nya.
Setelah percakapan santai, Moa kembali ke ruang kerja nya. Pikiran Moa menjadi tak tenang, bagaimana bisa selama tiga bulan ini ia tidak haid, padahal biasanya ia selalu rutin tiap bulan.
" Tidak mungkin aku hamil. Aku tidak merasakan apa pun. Tidak ada yang berubah dari tubuhku. " ucap Moa bergumam. Moa juga melihat kondisi tubuhnya yang tidak berubah, masih sama saja tetap ramping.
Moa memang sama sekali tidak merasakan morning sickness, bahkan nafsu makan nya justru bertambah.
Setelah pulang kerja, Moa yang begitu penasaran, memutuskan sebelum pulang akan mencari apotek. Dia akan mencari tespek untuk menguji urin nya.
Moa yang begitu penasaran, tidak sanggup lagi menunggu besok pagi. Saat itu juga ia mencari toilet untuk mengecek urin, dan memastikan jika dia tidak hamil.
Satu detik ... dua detik.... tiga detik....
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, dua garis biru terpampang nyata. Moa menatap tak percaya dengan apa yang di lihat. Ia menutup mulutnya yang ternganga karena keterkejutan nya.
" Bodoh...bodoh.... bodoh... !!! " Moa memukul kepala nya. Moa bahkan sampai lupa, ia pernah bersetubuh dengan Zoe tiga bulan yang lalu tanpa pengaman, bahkan ia juga tidak mengkonsumsi obat kontrasepsi, karena terlalu sibuk dengan acara lomba.