After Love

After Love
Bab. 30 Pengakuan Moa


__ADS_3

Berharap ada yang berbaik hati memberikan votenya untuk Author ....🤗🤗🤗🤗


Karena Minggu Baru Untuk Vote Baru....🥰🥰🥰


Moa hanya bisa pasrah dan menerima setiap sentuhan yang di layangkan oleh Zoe. Dia menyesali kenapa harus terbesit untuk merayu Zoe. Karena pada akhirnya pasti dirinya akan berakhir di bawah kungkungan Zoe.


Moa tidak menyangka jika Zoe akan bisa melakukan hubungan ini lagi dan lagi. Padahal baru tadi pagi Zoe melakukan hal ini padanya. Moa pikir dengan merayu Zoe hanya sebatas ciuman bibir saja. Tapi nyatanya Zoe tidak pernah cukup menyentuh Moa jika hanya berciuman saja.


Setelah selesai mencapai pelepasan Zoe tumbang di atas tubuh Moa. Karena Zoe yang terlalu terobsesi pada Moa, tidak menghiraukan lagi posisi mereka yang sekarang ini hanya di sofa.


Zoe meraih ponsel yang sejak tadi berdering namun tidak di hiraukan oleh Zoe. Padahal sejak tadi Moa sudah mengingatkan untuk mengangkat.


Zoe yang sudah di hubungi Zack untuk ke lokasi akhirnya segera memakai pakaian nyq dan aku meninggalkan Moa begitu saja tanpa pamit.


Moa segera bergegas membersihkan diri. Ia bertekad akan membeli obat kontrasepsi. Ia tidak mau hamil, atau setidaknya ia tidak mau disalahkan jika sewaktu waktu dirinya hamil dan di suruh mengugurkan oleh Zoe. Jika sudah terlanjur hamil, Moa tidak akan tega untuk membunuh janin nya.Jadi sebelum itu terjadi, Moa harus menyiasati terlebih dahulu.


Setelah rapi ia membuka pintu kamarnya perlahan, dan melihat pintu kamar Zoe. Ia tidak ingin berpapasan dengan Zoe.


Moa segera berlari dan menuju Lift, ia berencana akan mencari farmasi di samoing hotel ini, karena hotel yang ia tempati saat ini dekat dengan pusat perbelanjaan. Moa nyakin jika di sekitaran sini sana ada farmasi.


Benar saja, tepat di samping hotrl tempatnya menginap ada sebuah farmasi besar. Ia dengan ragu melangkahkan kakinya. Seorang wanita datang menghampirinya dan menanyakan keperluanku nya.


Moa pun mengutarakan jika menginginkan sebuah pil kontrasepsi dan juga vitamin C dalam kemasan besar.


Setelah di berikan dan di bayar Moa segera mendekati tempat sampah. Ia membuang vitamin C yang ia beli dan menuang pil kontrasepsi yang ia beli ke dalam tempat vitamin tersebut. Sedangkan botol pil kontrasepsi ia buang bersama pil vitamin itu.


Moa tidak ingin ada yang mengetahui jika ia mengkonsumsi obat tersebut, ia takut jika sewaktu waktu ia menaruh di dalam tas, dan ada yang tak sengaja membuka, ia akan bingung untuk menjelaskan. Karena di area kantor, tidak ada satu pun karyawan yang mengetahui pernikahan Moa dengan Zoe kecuali Zack dan Davina.

__ADS_1


" Hey... Sedang apa di sini ? "


" Davina ??? " jawab Moa yang gugup karena Davina menatap obat yang ia pegang.


Davina memungut wadah tempat obat pil kontrasepsi itu dari tempat sampah.


" Moa ??? Kamu bisa jelaskan ini ?? " tanya Davina menatap Moa menyelidik


" Jangan bilang kau dan Tuan Zoe sudaaaahhh?? " imbuh Davina lagi


Moa menutup mulut Davina dan mau tak mau ia harus menjelaskan pada sahabatnya itu.


" Kamu sudah tahu bukan tentang pernikahanku dengan Zoe? Aku sudah di jual oleh keluargaku Vin. Aku bisa menolak bagaimana, jika sudah di katakan seperti itu? " jawab Moa memelas.


Moa sendiri juga sebenarnya sudah lelah menjalani hidup seperti ini. Apalagi keluarganya yang sama sekali tidak perduli. Ya walaupun ia bicara pada Ansel kakak tirinya, memang Ansel bisa apa? Ansel sendiri juga di bawah tekanan ayah dan ibunya.


" Aku rasa mungkin Tuan Zoe sudah jatuh cinta padamu Mo?? Nyatanya dia mau menyentuhmu. Lebih baik kamu justru mengandung anaknya supaya bisa mengikatnya" kata Davina


" Dia tidak mencintaiku Vin. Zoe hanya ingin menyiksaku sebagi wujud dendamnya padaku. " jawab Moa


" Dendam?? " tanya Davina tak mengerti.


Bagaimana pun Davina selama ini pergi ke LA dan jarang berkomunikasi dengan Moa, jadi ia tidak terlalu mengerti dengan kisah Moa dan Zoe.


" Sebelum ia menikah dengan ku, Zoe sudah mempunyai kekasih. Dan karena perjodohan ini. Terpaksa ia menyetujui, sebagai wujud baktinya pada Ayahnya, karena sebelumnya Zoe sering membuat kecewa ayahnya. Setelah satu tahun Zoe akan menceraikan aku, dan baru akan menikah dengan ke kasihnya. " kata Moa


Davina ikut merasakan kesedihan Moa, tapi ia sendiri juga bingung. Karena sekarang saja hubungannya dengan Zack masih dingin tidak ada perubahan. Ia hanya bisa berbohong pada Moa jika ia berhasil menaklukkan Zack, sebagai kesombongan semata.

__ADS_1


" Tapi setidaknya jika kamu hamil, kamu bisa mengikat Zoe, untuk tidak menceraikanmu. " jawab Davina enteng


" Aku tidak mencintainya, dan Zoe juga tidak mencintaiku. Bukankah hanya akan saling menyiksa perasaan kita masing masing jika itu sampai terjadi. Hidup dalam bahtera rumah tangga tanpa ada ikatan cinta, itu justru hanya akan melukai anak anak kita nanti. Aku tidak mau egois Vin. " kata Moa


" Lalu apa rencanamu?? Lihatlah tubuhmu semakin kurus karena terlalu banyak beban. Ikut dengan ku. " Davina menarik tangan nya menjauh dari farmasi.


Tanpa mereka sadari, ia di perhatikan oleh seseorang. Pria yang tadinya akan meluapkan kekesalan pada gadis itu, namun tertegun karena mendengar penuturan Moa yang membuat hatinya teriris.


Davina membawa Moa kesebuah resto di sekitaran hotel.


Davina kembali mengintrogasi Moa, apa rencana nya selanjutnya.


" Setelah aku berhasil menyimpan uang, akan pergi dari kehidupan Zoe. Untuk saat ini, hutang ku masih terlalu banyak Vin. Zack membelikan gaun untuk acara ini. Namun Zoe memaksa untuk membayar. " kata Moa


" Kamu jangan cemburu dulu. Zack hanya kasihan melihat keadaan ku yang selalu di campakan Zoe. " kata Moa tak enak hati


" Tidak apa apa. Aku sudah sering mendapat perlakuan seperti itu dari Zack. Ia terlalu memberi peluang pada setiap gadis. Bahkan ia sendiri juga menabur banyak perhatian pada setiap wanita. Aku saja yang bodoh, tidak bisa berhenti untuk mencintainya. " kata Davina


" Apa kamu baru menyadari, jika kamu bodoh?? " gurau Moa


" Sesama orang bodoh jangan menghina Ya !!! " celetuk Davina


" Tapi aku tidak sebodoh dirimu, mencintai laki laki terlalu dalam, sampai rela saja di dua tigakan. " jawab Moa.


" Apa Menurutmu, menerima saja perjodohan demi menyelamatkan keluarga yang sama sekali tidak perduli dengan mu, bukan sebuah kebodohan??" jawab Davina tak mau kalah


" Ya.... ya... kita memang sama sama bodoh. " jawab Moa, lalu mereka tertawa bersama menyadari kebodohan mereka

__ADS_1


Setelah selesai berbincang kesana kemari, mereka memutuskan kembali ke hotel karena sebentar lagi acara peresmian Pameran akan segera di mulai. Terlihat dari kejauhan sudah banyak tamu undangan yang sudah berdatangan. Membuat langkah keduanya di percepat. Mereka tidak mau di salah kan oleh atasan masing masing yang sama sama berkepala batu.


__ADS_2