After Love

After Love
Bab 39 Hukuman


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, keduanya nampak jalan beriringan, nampak Zoe berada di depan sedang Moa di belakang. Setelah terjadi perdebatan yang cukup menggemaskan karena Moa bersikeras tidak ingin membeli ponsel, keduanya membisu seolah tidak pernah salin mengengenal.


Tak jauh dari mereka terlihat Jeniffer sedang mengepalkan tangan melihat kedekatan mereka saat sedang berdebat, yang terlihat Zoe ikut bertingkah seperti anak kecil.


" Jadi ini, kamu mengatakan belum siap bertunangan dan meninggalkan aku begitu saja. Lihat saja Zoe, aku akan membuat dirimu menyesal seumur hidup. Dan kau anak kecil, kamu harus membayar rasa sakit hati dan malu ini, seribu kali dari yang kurasakan. " gumam Jenifer mengepalkan tangannya.


Ada raut penuh amarah yang tertahan dari wajah Jenifer. Sebelumnya ia tak menyangka jika selama di Paris satu kali pun Zoe tidak pernah menghubunginya. Bahkan ketika ia melakukan panggilan Zoe selalu menolaknya, membuat Jenifer merasa khawatir dengan Zoe. Tanpa berpikir panjang Jenifer segera pulang sebelum menyelesaikan syutingnya yang masih perlu beberapa adegan lagi. Ia merayu sang sutradara agar di beri kelonggaran beberapa hari untuk pulang menyelesaikan beberapa masalah keluarga yang terjadi. Berkat rayuan ranjangnya Jenifer mampu meluluhkan sang sutradara agar proses syuting nya di tunda Sampai minggu depan.


Jenifer di buat jengkel saat kehadiranya tidak di perhatikan oleh Zoe, karena arah pandangan nya menelisik seseorang. yang pasti orang itu bukan Jenifer. Karena kedua mata mereka saling beradu namun Zoe belum menyadari, mungkin karena fokus mencari orang itu, sampai melupakan wajah Jenifer yang sudah sangat menggoda.


Dan lebih mengejutkan lagi, saat Jenifer menciumnya, Zoe menolak dan mengurai pelukan. Di depan para media Zoe meninggalkan Jenifer begitu saja, tanpa satu patah kata penjelasan pun yang keluar dari bibirnya.


Jenifer yang kesal pun mengikuti langkah Zoe, niat hati minta penjelasan, dirinya justru di kejutkan dengan pertengkaran Zoe dengan Davin. Keduanya seperti sedang memperebutkan seorang wanita. Karena kondisi yang gelap, membuat Jenifer tidak terlalu melihat dengan jelas wajah wanita yang di perebutkan oleh keduanya.


Namun hari ini Jenifer nyakin, jika wanita itu adalah Moa. Jenifer tidak menyangka ternyata dirinya bisa kalah saing dengan seorang anak kecil ingusan. Dia tidak pernah memakai riasan atau berpakaian seperti wanita pada umumnya. Jenifer juga heran bagaimana bisa Zoe bisa berubah kriteria menyukai gadis yang sama sekali jauh dari wanita wanita pilihan nya sebelum sebelum nya.


Sebenarnya Jenifer ingin mengikuti keduanya, namun nasibnya sial, seperti sudah di ketahui kehadiranya, mobil ban nya kempes.


" Sial !!! " ujar Jenifer di parkiran dengan menendang ban nya yang kempes. akhirnya ia sendiri yang kesakitan, karena saking keras nya ia menendang pada ban, rasa emosi berlebihan melihat Zoe yang sangat berubah dari yang ia kenal selama ini, membuatnya lupa meluapkan kekesalan dengan menendang ban.

__ADS_1


Kini Jenifer hanya bisa memandang mobil Zoe menjauh meninggalkan parkiran yang berada di basemant sebuah pusat perbelanjaan itu. Ia ingin berlari mengejar, namun kakinya yang sangat sakit tidak bisa diajak kompromi.


Pukul sembilan malam Zoe dan Moa, sampai di rumah hutan itu. Nampak Moa sibuk merapikan belanjaan dengan di bantu Mike. Moa merasa sangat senang karena nantinya ia tidak akan kelaparan, banyak sekali makanan ringan yang telah ia persiapkan.


" Mike, apa kamu sudah makan? Aku akan membuat mie panas dan pedas mungkin sangat enak. Jika kamu mau, aku bisa membuatkan untukmu sekalian. " ucap Moa pada Mike.


Bagaimana pun Mike pernah menolongnya memberinya hutangan uang, sehingga ketulusan Mike selalu membekas di hati Moa.


" Aku rasa Mike tidak ada waktu untuk makan mie dengan mu !! Benarkan Mike?? " tanya Zoe penuh penekanan membuat nyali Mike menciut seketika


" Sebenarnya aku sangat ingin Nona, Tapi apalah daya, Tuan Zoe sudah seperti serigala siap memangsa, lalu aku bisa jawab apa selain kata iya untuk nya. " jawab Mike yang hanya berani dalam hati.


" Aku tahu kamu takut dengan Tuan Zoe bukan? Nanti aku akan membuatkan untuk mu. Ku taruh di meja ya !" bisik Moa sangat pelan


" Kamu sudah makan sebanyak itu, masih akan membuat Mie?? Kamu sengaja hanya akan membuatkan Mike bukan?? " ujar Zoe dengan menjewer telinga Moa


" Kamu pikir aku tidak dengar?? Dasar gadis pembangkang.... Sudah di bilang jangan menggoda Pria lain, masih saja ngeyel ya. masih ingat hukuman apa yang harus kamu terima bukan??? " jawab Zoe masih menjewer telinga Moa dan membawanya ke kamar.


" Ampunnnnnnn " teriak Moa dengan berusaha melepaskan tangan Zoe yang masih menempel di telinga nya.

__ADS_1


" Mike... Urus rapat pertemuan Besok !!! ku percayakan semua pekerjaan padamu. Hari ini kamu bisa kembali. Dan jangan menampakan batang hidung mu di hadapan ku selama satu minggu ini. INGAT.... !!! SATU MINGGU MIKE !!! " ucap Zoe dengan menutup pintu sangat keras, saking kerasnya membuat Mike munutup matanya paksa.


Tak mau membuat api kemarahan Zoe bertambah lagi, ia segera pergi meninggalkan vila itu. Urusan nya masih satu, mengawasi pergerakan Jenifer, supaya tidak menimbulkan kerusuhan nantinya.


Pagi harinya Moa di buat tidak bisa berjalan karena kecemburuan Zoe, melupakan segalanya. Ia membuktikan jika hukuman nya tidak main main. Ia ingin membuat Moa jera agar tidak berani lagi menggoda Pria mana pun sekalipun tukang kebun pun, Moa tidak di ijinkan.


" Dasar Bule mesum. " gumam Moa yang hanya melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, tapi dirinya masih belum beranjak bangun karena merasakan sekujur tubuhnya remuk di hancurkan Zoe tadi malam.


Moa berpikir keras bagaimana caranya agar dirinya tidak hamil, karena pil kontrasepsi yang ia sediakan tidak ia bawa. Keadaan yang mendadak dan memaksa membuat Moa tidak membawa satu barang berharga pun miliknya.


Lama Moa melamun, ia di kejutkan oleh Zoe yang sudah tampan sekali, dengan pakaian santai Zoe sudah membawa satu nampan Nasi goreng dan juga teh hangat.


" Makanlah !!! Jangan sampai kamu sakit. Jangan sampai kamu tidak bisa menemani malam panjangku, nanti malam. " ucap Zoe enteng dengan meletakan nampan berisi sarapan pagi di nakas samping Moa tidur.


Senyum sumringah yang tadi mengembang di wajah Moa, kini redup langsung, setelah mendengar ucapan Zoe barusan.


" Khannnn..... Baru ku bilang bule mesum. Sekarang sudah berubah jadi bule gila. " gumam Moa jengkel.


Tadinya Moa sangat terharu dan senang karena Zoe mulai menunjukan rasa perhatian. Tapi jika mendengar dari ucapan nya, Zoe memberinya makan hanya karena agar tidak sakit sehingga bisa melayani dirinya nanti malam.

__ADS_1


" Sungguh Terlallu !!! " ketus Moa kembali menutup seluruh tubuhnya masuk ke dalam selimut. Moa enggan untuk makan, jika mengingat malam panjang dengan Zoe tadi malam yang tiada habisnya.


__ADS_2