After Love

After Love
Bab. 17 Wanita penggoda


__ADS_3

Moa dan Zack menatap bersamaan orang yang membuka pintu ruang mereka.


" Moa..... Aku tak menyangka kita bisa bertemu lagi. " kata Davina sambil merentangkan tangan untuk memeluk Moa


Zack yang masih marah dengan Davina pun menatap jengah.


" Moa kau ajari dia menyelesaikan pekerjaan,, ini kantor bukan tempat main main. " jawab Zack sambil keluar ruangan menurup pintu keras.


Sebenarnya Davina sangat sakit melihat perlakuan Zack kepadanya seperti ini. Namun ini sudah ia persiapkan dengan matang.


" Kamu tahu Moa, bahkan kak Davin pun belum mengetahui jika aku pulang ke Indonesia. " kata Davina menatap serius Moa.


" Benarkah ?? "


" He'em. Aku mendapat tawaran untuk bekerja dengan Zack, jadi mana mungkin aku sia siakan. "


" Kamu selalu saja gegabah. Bagaimana dengan kuliahmu di sana?? Kamu belum selesaikan kan? " tanya Moa


" Kamu tahu aku Moa. Aku ngotot kuliah disana karena ingin mengejar pria idaman ku. Dan dia adalah Zack. Jika Zack saja sudah memutuskan kembali, jadi untuk apa aku berlama lama disana. " jawab Davina


Moa menatap Davina dan menarik nafas panjang. Ia saja ingin sekali berkuliah dan melanjutkan pendidikan nya yang sempat tertunda tapi terkendala keadaan dan biaya . Tapi sekarang Davina menyia nyiakan kesempatan pendidikan begitu saja. Apalagi kuliah sampai keluar negeri. Sangat di sayangkan bagi Moa.


" Moa bantu aku dalam kerjaan ini ya. Kamu kan lebih pengalaman dariku di bidang ini. Plis !! " kata Davina memohon pada Moa


Moa pun membantu menuntun Davina dalam pekerjaan. Walau usia Davina lebih tua dua tahun dari Moa, namun sifat Davina masih sering kekanak kanakan. Dia dibesarkan di lingkungan kaya dan juga disayang oleh kakak juga orang tuanya. Namu. semenjak ia pergi kuliah di luar negeri, ia sedikit bisa mandiri dalam mengambil keputusan.


" Moa, doakan aku visa kembali dengan Zack ya. " celetuk Davina begitu saja

__ADS_1


" Aku doakan. Tapi aku tak bisa bantu. " jawab Moa singkat di sela sela ia menerangkan pekerjaaan.


" Tapi kenapa tak bisa bantu. Dulu kamu selalu membantuku. Atau jangan jangan kamu suka pada Zack ya?? " pertanyaan Davina lolos begitu saja dari mulutnya.


Sejenak Moa terdiam Menyelami Perasaan nya sendiri, banyak sekali kebaikan Zack padanya juga cara Zack menggoda Moa sangat membantu meringankan beban hidup Moa selama ini. Lagi pula jika bukan karena Zack Moa pasti juga sudah berada di gelandangan. Karena sampai detik ini, tak ada satu keluarga pun yang menghubungi dirinya termasuk papanya. Orang yang sudah ia perjuangkan mati matian. Namun bagi Moa, setidaknya ini adalah balasan Moa terhadap keluarganya karena sudah bersusah payah membesarkan dirinya. Jadi ia tidak merasa berhutang budi lagi pada keluarga itu.


" Moa, benar kamu cinta pada Zack ?? " tanya Davina tak suka


" Mau berapa lama kalian bersapa. Aku tahu kamu sengaja membawa teman lain untuk mempermudahmu menguasai harta Ackerley bukan?? Jangan harap kamu bisa, selama masih ada aku di sini. "


" Mike banyak pekerjaan. Masih banyak yang ia urus, tidak hanya menunggu dirimu saja. Apa kamu sudah sok kepinteran tanpa di bimbing oleh Mike terlebih dahulu sudah jago. Dasar sampah tak berguna. " Zoe masuk yang sempat mendengar percakapan mereka, merasa panas dengan pertanyaan Davina tentang Moa menyukai Zack dan tidak di jawab oleh Moa langsung. Karena Moa sendiri bingung dengan perasaannya.


Moa merapikan barang barangnya, setelah melihat Zoe pergi. Moa berbalik pada Davina.


" Selamat datang di jurang kesabaran. Karena disini kita butuh kesabaran extra untuk menghadapi atasan masing masing. Aku tak bisa membantumu bukan karena aku menyukai Zack, karena hidupku lebih mengenaskan dari pada kisah cintamu. " kata Moa terseyum pada Davina.


" Moa.... " panggil Davina


" Semangat !!! " kata Davina saat Moa menoleh.


" Semangat.... !! " bisik Moa dengan mengerlingkan satu matanya pada Davina dan keluar dari ruangan nya, meninggalkan Davina sendiri di ruangan itu.


Moa memasuki ruangan Zoe dengan pelan. Ia sering melewati ruangan itu jika sedang akan rapat saja. Karena ruangan Moa terletak sebelum ruangan Zoe.


Moa menaruh barang barang nya di meja yang sudah kosong. Mike pun langsung membimbing Moa tentang pekerjaan. Moa yang sudah hampir sebulan bekerja di sana, sudah menguasai kode kode perusahaan sehingga memudahkan dirinya dalam menginput data ke sistem.


" Bagaimana Nona, apa ada yang tidak dimengerti? " tanya Mike sopan

__ADS_1


Moa masih serius menatap layar monitor mengingat ingat setiap ucapan Mike saat ini. Ternyata menjadi Asisten pribadi Direktur Produksi lebih rumit dengan pekerjaaan nya sebagai Asisten Pribadi bagian Pemasaran.


" Aku sudah mengerti Mike. Jika aku lupa bisakah aku menghubungi mu, untuk menanyakan lagi. " tanya Moa terseyum pada Mike


Zoe entah mengapa merasa panas mendengar Moa akan menghubungi Mike, padahal dirinya saja ada yang akan membantu nya jika kesulitan.


" Tentu saja Nona. " jawab Mikr dengan berkemas


Zoe sendiri juga bingung, bagaimana bisa mereka akan saling menghubungi, padahal ada Dia diantara mereka. Dan Ternyata itu berarti Moa sudah mempunyai nomer Mike.


Moa mendapatkan nomor Mike saat ia tidak di perbolehkan naik mobil yang sama dengan Zoe kala itu. Zoe menyuruh Mike memberikan kartu namanya. Namun Mike keliru memberikan kartu nama miliknya sendiri.


Setelah dirasa cukup dan sudah berpamitan, Mike keluar dari ruangan meninggalkan keduanya di ruangan yang sama.


Moe teringat jika dirinya berhutang oada Mike pun mengambil dompetnya dan berlari keluar mengabaikan Zoe.


" Mike tunggu... !!! " ucap Moa yang masih bisa di dengar oleh Zoe


Mike berhenti dan berbalik menatap Moa.


" Mike, ini hutangku waktu itu. Aku sangat berhutang budi padamu. Jika suatu saat kamu membutuhkan pertolongan, aku adalah orang pertama yang akan menawarkan jasa itu. " kata Moa masih menggenggam tangan Mike karena tadi memberika uang dengan mengenggamkan pada Mike.


" Aku memberikan itu dengan ikhlas Nona, lagi pula itu juga uang Tuan Muda Zoe. " kata Mike ingin mengembalikan uang itu pada Moa lagi.


" Bagus. Di kantor ini, akan berapa laki laki yang akan kau goda, dasar wanita penggoda !! " teriak Zoe yang tidak bisa lagi membendung rasa panas di dadanya menyaksikan Moa mengenggam tangan Mike.


Semua karyawan yang tadinya hanya melihat dengan mencuri curi saja mendongakan kepala, melihat dengan seksama apa yang mereka berdua kerjakan. Banyak yang memandang tak suka pada Moa, bagaimana tidak. Moa yang tadinya hanya seorang Cleaning Service bisa menjadi Asisten pribadi Zack setelah di pecat. Dan sekarang menjadi Asisten pribadi Zoe, tapi saat ini Moa mengenggam tangan Mike yang akan beranjak pergi dari kantor.

__ADS_1


__ADS_2