After Love

After Love
Bab. 31 Kecewa


__ADS_3

" Honeyyy...... " panggil Jenifer yang langsung mengalungkan kedua tangan nya ke leher Zoe.


Dan betapa terkejutnya Zoe melihat kehadiran Jenifer di hadapan nya, padahal Zoe sudah menyusun rencana akan memberikan kejutan pada Moa, bahwa hari ini Zoe akan mengumumkan status pernikahan dan akan segera menggelar acara mewah bulan depan, namun kini harus tertunda karena kehadiran Jenifer di acara tersebut.


" Bukankah harusnya kamu masih syuting di Paris? " tanya Zoe seperti tak suka dengan kehadiran Jenifer kali ini.


" Honey, kenapa kamu seperti tak suka dengan kejutan yang aku berikan?? " tanya Jenifer seolah memelas


" Bukan begitu Jen ----- "


" Tapi memang seperti itu. " jeda Jenifer


Jenifer langsung memeluk Zoe dengan erat, tak perduli banyak wartawan di sana. Jenifer justru seolah mempertontonkan kepada khalayak media, jika ingin meliput dirinya saat ini yang s dang bersama kekasihnya.


Mata Zoe mencari seseorang, Moa yang dalam pikiran Zoe saat ini. Zoe justru sangat ketakutan jika Moa melihat nya seperti ini. Namun Zoe juga tidak bisa melepas Jenifer begitu saja.


" Aku sengaja mempercepat syuting ku, agar kita segera menikah Zoe. Aku sudah mantap untuk menikah sekarang. Bukankah kamu berjanji akan mengumumkan pertunangan kita malam ini. Aku sudah mempersiapkan cincin pertunangan kita. " kata Jenifer yang seperti sudah merencanakan jauh jauh hari tentang hari ini.


Sebenarnya Zoe pun juga sudah memiliki sepasang cincin, tapi itu untuk Moa. Dan sekarang Zoe di sudutkan diantara dua pilihan. Haruskah ia melanjutkan cintanya dengan Jenifer yang sudah terjalin dua tahun ini. Atau ia harus mengakhiri dan melanjutkan pernikahan bersama Moa yang sudah menemani hidupnya satu tahun terakhir ini.


Moa yang seharusnya bisa bersikap biasa saja, kini sedang menata batin nya yang sedang bergejolak. Moa tak habis pikir dengan perasaan nya. Seharusnya dia tidak mencintai Zoe, dan harusnya menerima kehadiran Jenifer dengan lapang dada karena kehadiran nya yang salah. Datang di saat keduanya masih merajut tali asmara.


Tapi pada kenyataan nya, hatinya terasa perih melihat Zoe yang sedang berciuman bibir dengan Jenifer di depan mata kepala. Ya walau kejadian ini pernah ia lihat sebelumnya, namun dulu ia sama sekali tidak merasakan sesuatu di hatinya. Tapi ternyata sekarang, hatinya mulai protes dan berkata, harus aku yang berada di sana.


Para wartawan berkerumun mendatangi Zoe dan Jenifer seolah mencari berita, hubungan seperti apa yang mereka jalin. Karena keduanya terlihat sama sekali tidak malu berciuman di depan umum.


Dengan percaya diri Jenifer memperkenalkan Zoe sebagai tunangan nya. Mereka akan segera menikah pada tahun ini. Sedangkan Zoe hanya bisa diam. Sebenarnya ciuman itu Jeniferlah yang melakukan, sedangkan Zoe hanya diam tanpa menolak, tapi di mata khalayak umum, mereka seperti sedang mengumbar kemesraan.


Moa hanya bisa mengigit bibir atasnya, untuk menutupi kesedihan nya. Berlahan ia mundur dan menjauh dari acara tersebut.


Davina yang sejak tadi mencari keberadaan Moa, akhirnya bisa menemukan.

__ADS_1


" Moa... Kamu baik baik saja?? " tanya Davina khawatir


" Seperti yang kamu lihat. " jawab Moa tersenyum palsu


" Aku tahu kamu sebenarnya rapuh. Jangan sok kuat menghadapi ini semua yang tidak mudah. " kata Davina sambil meraih tubuh Moa dalam pelukan


" Aku baik baik saja Vin, jangan khawatirkan aku. Tapi bisakah kamu menolongku untuk kali ini?? " tanya Moa


Davina mengurai pelukannya.


" Katakan ! " jawab Davina


" Bisakah kamu meminjamkan uang kepada ku? " tanya Moa ragu ragu


" Berapa?? " tanya Davina


" Aku butuh dua puluh juta, untuk membayar hutangku pada Zoe. " jawab Moa


Davina menatap Moa intens, ia melihat Moa yang sudah sangat dewasa, padahal ia berada dua tahun di bawahnya.


" Aku ada. Kirimkan nomer rekeningmu pada ku ! " pinta Davina


" Tapi aku tak punya ponsel. Nanti aku akan menulisnya. Terima kasih Vin. Aku pasti akan mengembalikan setelah aku dapat pekerjaan baru. " jawab Moa


" Jangan pikirkan. Tapi kamu mau pindah kerja di mana? " tanya Davina


" Entahlah. Yang jelas, sebelum aku pergi meninggalkan kota ini. Aku akan mengurus perceraian ku terlebih dahulu. " kata Moa


" Good Girl !! Aku akan selalu mendukung mu. " jawab Davina


Setelah bertukar pikiran, terpaksa Davina meninggalkan Moa, karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia lakukan.

__ADS_1


Moa melamun sendirian di sebuah pinggir pantai, ia sengaja menjauh dari tempat pameran di laksanakan. Namun bisa terlihat tempat Pameran itu dari tempat Moa duduk sekarang.


Moa meneguk sebuah anggur yang di ia bawa tadi, ia penasaran dengan rasa anggur yang belum pernah ia sentuh. Setidaknya bisa untuk menghangatkan hatinya yang sedang teriris.


" Moa.... !" panggil seseorang dengan lembut


Moa menoleh dan melihat dengan seksama siapa yang sudah memanggilnya, karena sedikit gelap, hanya terlihat samar samar saja wajah orang itu. Tapi Moa percaya dia seorang laki laki.



" Kak Davin ?? " ucap Moa


Moa tidak terlalu terkejut dengan kehadiran Davin, karena memang hari sebelumnya ia sudah pernah melihat.


Davin ikut duduk di sebuah kursi samping Moa, ia menatap wajah di hadapan nya yang sangat ia rindukan selama ini.


" Sekarang kamu sudah berani menyentuh minuman itu ? " tanya Davin melihat gelas yang di pegang Moa, terlihat hanya tinggal seteguk.


" Aku hanya penasaran dengan rasanya kak. " jawab Moa yang mulai merasakan pusing karena tidak pernah meminum minuman seperti itu.


Sesekali Moa menutup matanya dengan kuat, agar bisa menetralkan kembali pikiran nya yang sedikit hilang karena pengaruh minuman itu.


" Moa, Apa kamu baik baik saja. " tanya Davin yang melihat Moa diam saja. Ia mulai memegang pundak Moa


Moa menatap wajah Pria tampan dihadapan nya. Pria yang pernah mengisi hatinya dulu. Ia tersenyum dan mulai menata hatinya yang mulai merasakan getaran saat bertemu pandangan mata.


Davin ikut menatap wajah Moa dengan intens, wanita yang ia cintai sejak dulu, namun ia takut untuk mengungkapkan. Davin takut jika pengakuan nya akan membuat jarak kedua saat bersama. Sehingga Ia lebih memilih memendam perasaan itu.


Walau Davin pernah meminta Moa untuk menikah dengan nya, namun ia juga tidak mendapat jawaban dari Moa.


Kedua mata mereka beradu, Moa teringat saat Zoe berciuman dengan Jenifer membuatnya ingin merasakan ciuman saat ini. Perlahan Moa menutup mata nya dan mendekatkan pada Davin, sebenarnya Davin tidak ingin membalas, karena ia tahu Moa saat ini dalam keadaan tidak sadar. Namun saat Moa mengalungkan kedua tangan di lehernya, akal sehat Davin mulai tidak bekerja dengan baik.

__ADS_1


Davin mencium bibir wanita yang sangat ia cintai. Keduanya terbuai dalam perasaan masing masing. Sampai mereka tidak menyadari jika mereka sedang dalam pengawasan seseorang. Tak jauh dari tempat mereka duduk, ada seorang Pria yang kecewa menahan amarah. Dia mengepalkan tangan bersiap untuk menghabisi Davin.


__ADS_2