After Love

After Love
Bab. 51 Malam Indah


__ADS_3

Minggu Baru untuk Vote Baru.....♥️♥️♥️♥️


Moa mendorong tubuh Zoe agar menjauh dari tubuh nya.


" Kamu sengaja kan, masuk ke kehidupan ku kembali, untuk menjatuhkan aku. Kamu belum puas menyiksaku, sampai kamu hadir di sini. Kamu sengaja menjeratku untuk bisa mencintai mu. Lalu dengan mudahnya, kamu akan menekan ku kembali. Kamu bisa mengendalikan aku dan mempermainkan aku sesuka hati mu " ucap Moa menatap tajam pada Zoe


Zoe menatap Moa intens, ia tak menyangka jika Moa punya pikiran seburuk itu tentang dirinya.


" Moa, apa sangat buruk perlakuan ku terhadapmu, sampai kamu mempunyai pikiran seburuk itu terhadapku. " ucap Zoe


Moa hanya diam tidak menjawab.


" Aku tahu aku salah, dan aku ingin memperbaiki semuanya dari awal. Moa mari kita membuka lembaran baru bersama. Aku berjanji akan merubah semua keburukan ku di masa lalu dan akan memperbaiki di masa mendatang. " ucap Zoe mendekati Moa


Zoe membelai rambut panjang Moa yang masih terurai. Ia membawa rambut Moa dan menghirup nya dalam dalam. Moa masih terdiam.


" Aku mencintaimu Moa. Aku sangat mencintaimu. " ucap Zoe.


Zoe meraih dagu Moa, dan mendekat kan wajah nya. Semakin mendekat hingga hembusan nafas Zoe terasa di wajah Moa. Ada debaran di hati Moa, panas yang ia rasakan saat ini. Zoe menatap intens wajah Moa, semakin lekat hingga keduan nya mendalami perasaan masing masing.


Zoe mencium lembut bibir tipis Moa, dan mulai menyesap nya. Merasa tak ada penolakan, Zoe mulai berani meraih tengkuk Moa, semakin dalam, dan semakin dalam. Ciuman Zoe semakin menuntut saat Moa mulai membalas pagutan Zoe. Keduanya saling bertukar saliva. Ciuman yang semula begitu lembut dan hangat, kini berubah menjadi sebuah ciuman yang sangat menuntut.


Zoe mulai melucuti pakaian nya sendiri, dilanjutkan melucuti pakaian Moa satu per satu tanpa melepas pagutan. Kedua nya seolah lupa konsekuensi apa yang di terima jika tertangkap basah oleh para mentor lain nya. Yang mereka rasakan adalah rasa rindu yang membuncah, mereka tidak dapat lagi menyembunyikan rasa rindu yang selama ini mereka pendam.

__ADS_1


Zoe membimbing Moa mendekati ranjang tanpa melepas ciuman, kini Keduanya sudah di atas ranjang tanpa satu pakaian pun menghalangi mereka. dengan Moa di bawah kungkungan Zoe. Zoe mulai menciumi setiap inci dari tubuh Moa, seolah tidak ingin terlewatkan satu centi pun dari ciuman nya. Tangan Zoe pun tak tinggal diam, ia bermain main di dada Moa, membuat Moa mengelijang, merasakan sensasi yang sudah lama ia lupakan. Zoe semakin bersemangat saat Moa pun ikut memberi sentuhan sentuhan lembut di saat Zoe memberi pemanasan untuk nya. Zoe melakukan penyatuan dengan lembut sesekali Zoe mencium kening Moa dan memberikan senyum penuh cinta untuk Moa, membuat Moa malu dan hanya bisa membalas senyuman.


Malam panas mereka habiskan berdua. Bahkan ia lupa harus beralasan apa pada Wina nanti nya. Moa tidur berbantal lengan Zoe tanpa memakai pakaian. Mereka sangat menikmati indah nya malam ini. Mereka seolah berbicara ingin rasa nya waktu berhenti saat ini. Keduanya masih terdiam, terulas senyum mengembang dari wajah Zoe, dan sesekali mencium puncak kepala Moa. Zoe menarik tangan Moa, dan mencium nya.


" Aku mencintaimu Moa. " ucap Zoe


Moa masih terdiam belum menjawab. Dirinya masih menyadarkan diri nya, jika semua ini adalah nyata, dengan mengingat semua reka adegan yang mereka lalui beberapa menit yang lalu.


" Aku harus kembali Zoe. Aku tidak ingin ada yang mengetahui keberadaan ku di sini. " ucap Moa dengan beranjak duduk. Dengan membawa selimut ia akan memunguti pakaian yang bercecer di lantai karena Zoe melepaskan sembarangan tadi.


Namun Zoe menarik selimut itu dan sontak membuat Moa terkejut dan berteriak.


" Zoe... !!! " teriak Moa dengan mempertahankan selimut itu.


Zoe mengungkung tubuh Moa di sofa, dan melanjutkan aksi nya yang tadi sempat terjeda.


" Zoe, lepaskan !! Aku harus segera kembali. " ucap Moa menahan Zoe agar tidak kembali menyentuh nya.


" Sekali lagi Moa. Sudah hampir empat tahun aku berpuasa. " ucap Zoe


" Aku tak mempercayai nya. Seorang Zoe bisa menahan hasrat bertahun tahun. " ucap Moa meremehkan, di balas senyuman dari Zoe


" Senjatanya sudah tahu tempat nya. Dia tidak mau bangun jika bukan pada tempatnya. " ucap Zoe enteng.

__ADS_1


Wajah Moa bersemu merah mendengar penuturan Zoe yang sevulgar itu menurut nya.


Akhirnya kedua nya mengulang untuk kedua kali nya, mereka sama sama memberikan sentuhan dan balasan. Mereka seolah membayar waktu yang mereka lewati kemarin, tanpa mengenal lelah dan menunggu hari esok lagi.


Pukul dua dini hari, Zoe akhir nya Zoe melepaskan Moa untuk kembali. Walau seolah berat, namun Zoe tetap mengalah pada Moa.


Karena Zoe ingin mengantar namun di tolak Moa, akhirnya ia hanya bisa melihat kepergian Moa sampai dalam lift dari pintu kamar nya.


Zoe bersenyum bahagia, kini akhirnya bisa mendapat senyum Moa kembali. Dan lebih membahagiakan lagi saat membayangkan malam ini, mereka baru saja melewati malam panjang bersama.


Zoe membelai sofa saksi bisu pergulatan mereka. Kemudian ia mengambil selimut yang tergelatak di lantai karena tadi di gunakan Moa, namun di tarik oleh Zoe.


Zoe membawa selimut itu.ke ranjang, dan memeluk nya, seolah ia adalah Moa, karena sesekali ia menciumi selimut itu dalam dalam, karena ada sisa keringat Moa menempel di selimut itu, membuat aroma tubuh Moa menempel di selimut itu.


" I Love You Moa. " gumam Zoe yang kemudian ia terlarut dalam alam mimpi.


Berbeda dengan Moa, ia berjalan mengendap endap di kamar nya, dengan sangat pelan, ia berpura pura tidur di ranjang nya. Ia takut jika membangunkan Wina. Ia belum tahu harus beralasan apa pada Wina besok pagi. Terlihat Wina sudah tidur di sisi ranjang sangat lelap.


Akhirnya Moa bisa berbaring di ranjang nya dengan sempurna, dengan pelan ia menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


Moa masih tersenyum sendiri, jika mengingat malam indah nya dengan Zoe.


Zoe yang memberi sentuhan manis, dan perlakuan yang sangat lembut, membuat jantung Moa berdegup kencang lagi. Ia berharap pagi segera menjelang, karena perasaan apa, Moa ingin sekali segera bertemu dengan Zoe. Berbeda dengan kemarin seolah Moa tidak ingin melihat Zoe, tapi sekarang ia bahkan menunggu pagi sangat lama. Moa susah untuk memejamkan mata nya. Karena setiap ia terpejam, wajah Zoe selalu tersenyum di mata nya.

__ADS_1


__ADS_2