After Love

After Love
Bab. 70 Kamu Selingkuh ...Aku Balas !!!


__ADS_3

" Davina...... "


Zack berteriak teriak di pagi hari, karena ia tidak melihat istrinya saat membuka matanya.


Zack keluar begitu saja dari kamarnya, dengan celana pendek dan telanjang dada. Ia tak menghiraukan ayahnya yang menasehati agar bersikap layaknya Pria dewasa. Karena Tuan Ackerley melihat Zack seperti anak kecil yang cemas kehilangan ibu nya.


Hati Zack mulai lega, saat melihat Zee dengan Davina sedang duduk santai di halaman belakang. Entah apa yang mereka ceritakan, keduanya seolah tak pernah kehabisan cerita.


Zee yang melihat Zack bersandar di pintu mulai melambaikan tangan, membuat Davina menoleh. Ia malu melihat suaminya telanjang dada seperti itu.


" Berhenti menculik istriku. Aku takut Davina akan terpengaruh pergaulan burukmu. " ucap Zack saat sudah berada diantara keduanya.


" Omong kosong. Aku justru menasehati kak Davina untuk tidak menyesal sudah mencintai kak Zack. " jawab Zee


" Selamanya Davina akan selalu mencintaiku, dan tidak akan berubah. Justru akan semakin dalam, semakin dalam dan semakin dalam. Iya kan sayang?? " ucap Zack


Baik Zee maupun Davina memutar bola mata malas.


" Kak,, apa sih yang membuatmu bisa tergila gila dengan Zack?? " tanya Zee melihat Davina. Karena Zee melihat Davina sangat cantik dan ramah, pasti banyak laki laki yang lebih tampan dari Zack yang mengejarnya.


" Entahlah. Aku justru menyesal telah mengejar nya bertahun tahun, jika aku tahu dari dulu Zack sangat pecemburu, aku akan mundur teratur sejak dulu. " jawab Davina menatap Zack tersenyum mengejek


" Bwahahahaaha............. Kamu dengar itu kak Zack. Baru sehari menyandang status nyonya Zack, Kak Davina sudah menyesal, bagaimana jika melewati satu minggu, satu bulan ??? Pasti akan kabur...... " Ejek Zee


" Diam kau... !!! Ini pasti hasil dari pengaruh burukmu. Aku tak akan mengijinkan kamu dekat dekat dengan istriku lagi. " ucap Zack, kemudian tanpa permisi, Zack memundak Davina begitu saja, layaknya memanggul karung beras.


" Zack... Turunkan aku. Ini di rumah mu.... Jangan buat aku malu .... " pukul Davina mencoba di lepaskan, karena semua Art yang berada di dapur menyiapkan sarapan memandang kearah Davina. Ada yang tersenyum menatap keduanya, namun ada yang hanya berani mencuri curi pandang saja.


Sampai di kamar Zack menurunkan Davina di ranjang.


" Aku harus memberi hukuman karena sudah berani menyesal telah Mengejar ku dulu. " ucap Zack mulai mengukung tubuh Davina


Davina mencoba memberontak, dan mulai berlari menjauh dari Zack.


" Zack... Jangan gilla !!! Ini masih pagi, lagi pula kamu akan ke kantor bukan?? " tanya Davina

__ADS_1


" Sekali lagi sayang. Bagaimana jika di kantor aku tidak bisa menahan. " pinta Zack


" No. " ketus Davina


" Bagaimana jika aku tidak bisa menahan, dan khilaf menarik satu sekretaris ku di kantor. " ucap Zack, yang sejujurnya hanya ingin membuat Davina cemburu.


" Kamu sepuluh, Aku sebelas !! Kamu selingkuh, Aku balas !! " ketus Davina


" Makanya.... sekali ini sayang. " rayu Zack, layaknya anak kecil yang mengemis uang jajan pada ibunya.


" Tidak..... Tidak ...Tidak !!! Jika kamu memaksa,satu minggu kedepan jangan harap bisa menyentuh ku. " terang Davina


Pada akhirnya Zack mengalah, ia lebih memilih berangkat ke kantor. Karena untuk dua minggu kedepan ia akan pergi berbulan madu dengan Davina. Itu tanda nya ia harus menyelesaikan semua agenda yang tertunda, dan menyelesaikan semua pekerjaan.


Siang Ini Davina mencari paspor dan semua keperluan nya. Ia berencana akan meminta Zack untuk berbulan madu di Paris, sekaligus menemui Moa dan minta maaf.


Tring....


Sebuah notifikasi masuk dalam ponselnya. Davina membuka pesan itu, ia nyakin itu adalah Zack, karena yang tahu nomer ponselnya baru suaminya.


Davina semula cemburu, namun ia berpikir ulang. Jika ia marah marah di kantor, itu akan menjatuh harga dirinya. Ia tersenyum penuh arti, Davina punya rencana yang jauh lebih bagus untuk mengerjai balik suaminya.


Setelah berkutat dengan ponselnya, Davina segera berberes semua kartu identitas nya.


Ia berjalan keluar, namun ia begitu kesusahan karena melihat banyak sekali penjaga di rumah Zack.


" Apa semua Pria itu penjaga untuk mengawasi ku ?? " batin Davina sambil mengingat saat ia akan kabur saat akan melewati malam pertama kemarin.


Davina kembali masuk ke dalam rumah pelan pelan. Namun ia berusaha agar tidak terlihat seperti akan kabur. Karena banyak mata yang berkeliaran di rumah utama. Davina melihat sekeliling ruangan, banyak sekali Art yang bekerja di pagi hari. Dan di belakang rumah pun ternyata juga di jaga ketat.


" Berapa karyawan di rumah ini?? Sebegitu kayanya kah keluarga Ackerley, sampai hanya menggaji orang berdiri macam itu. " gumam Davina melihat para penjaga yang hanya berdiri di depan gerbang belakang.


Davina masih berpikir keras, bagaimana ia bisa membalas mengerjai suaminya.


" Aha..... Zee...... " akhirnya terlintas wajah adik iparnya, untuk di mintai pertolongan.

__ADS_1


" Aku nyakin jika Zee akan jadi sekutu untuk ku. " batin Davina berjalan cepat menuju kamar Zee.


Tok...tok...tok....


Setelah mengetuk pintu, Davina melongokan kepala nya ke dalam kamar Zee. Terlihat Zee sedang sibuk berkutat dengan laptopnya.


Karena kerja Zee sebagai desain interior, ia bekerja hanya free line. Sehingga ia bisa mendesain dari rumah saja. Setelah deal barulah ia terjun ke lapangan.


Davina langsung duduk di samping Zee, dan mengutarakan maksud dan tujuan nya. Benar dugaan Davina, Zee pun setuju dengan rencana yang akan ia buat.


Keduanya sudah rapi,dan akan pergi bersama. Beberapa pengawal akan mengantar, namun oleh Zee di tolak. Akhirnya para pengawal itu hanya mengekor di belakang mobil zee dan Davina.


" Mereka mengikuti kita Zee. Aku nyakin pasti mereka melaporkan pada Zack. " kata Davina


" Tenang saja kak. Aku sudah lebih ahli dalam hal kabur. " ucap Zee


*********************


Zack berkali kali melihat ponselnya, namunasih bersih sama sekali tidak ada notifikasi apa BNN pun atau pun panggilan. Yang lebih membuatnya gelisah karena Davina sudah membuka pesan dari nya.


Zack gelisah, ia Sekarang yang di buat repot karena Davina sama sekali tidak menghubungi nya. Bahkan Davina di hubungi pun tidak diangkat.


Zack sedikit lega, karena pengawal nya memberi tahukan jika Davina dan Zee keluar mengendarai mobil.


Zack tersenyum, pasti Davina membawa Zee untuk membantu nya dalam memarahi sang sekretaris.


Zack membayangkan jika Davina dan Zee berebut menjambak rambut sang sekretaris karena berani menggoda dirinya.


Sepulu menit, satu jam, dua jam.


Zack kembali jengkel karena Davina maupun Zee tidak kunjung sampai di kantor.


Jangan...... jangan......


Zack segera meraih kunci mobil nya, dan berjalan tergesa gesa meninggalkan kantor.

__ADS_1


__ADS_2