After Love

After Love
Bab. 83 Karena Cinta Tidak harus bersama


__ADS_3

Zaza tak habis pikir kenapa kakak kembaran nya begitu sedih hingga menangis. Padahal sebelumnya, Zaza tidak pernah melihat air mata jatuh dari mata Zizi, karena Zizi sangat membenci air mata. Tapi kini ia melihat air mata itu keluar deras dari pelupuk mata Zizi.


Zizi berhambur memeluk Davin, yang langsung di gendong oleh Davin di depan dengan satu tangan kanannya.


Davin berjalan mendekati Moa yang berdiri mematung di tengah halaman menyaksikan Zizi sedang berpelukan dengan Zoe. Davin melihat banyak pula air mata yang terkuras keluar dari mata jernih Moa. Davin merangkul pundak Moa, dengan tangan kirinya, karena tangan kanan nya menahan tubuh Zaza dalam gendongan.


Zoe melihat pemandangan ini cukup miris. Seolah tidak ada rasa, yang lebih sakit melebihi sakit nya melihat orang ia cintai di miliki orang lain.


Zoe hanya bisa menatap dari kejauhan Zaza yang dalam gendongan depan Davin. Karena Zaza sama sekali tidak bisa dekat dengan Zoe. Segala cara sudah di coba Zoe untuk mendekati, namun entah mengapa hati Zaza justru semakin jengkel, jika melihat Zoe mendekati nya.


Zee yang sejak tadi masih berada di teras, menyaksikan Moa dalam pelukan Davin bersama dengan Zaza, merasakan perihnya luka hati yang ia rasakan. Zee berpikir, mungkin inilah saat nya ia pun juga pergi dari kehidupan mereka.


Zee memutuskan akan pergi dari Villa ini, ikut pulang bersama Zoe.


" Tunggu Kak Zoe. Aku akan ikut pulang bersama mu. " ungkap Zee saat Zoe akan membuka pintu mobil nya.


Semua menoleh kearah Zee, yang berteriak sangat kencang dari belakang.


Zee berlari ke depan menghampiri Zoe, dengan membawa tas yang sudah menyerempang di pundak nya.


" Anty... Bisakah kamu menemani liburan ku ini. Setelah oulang dari sini, Anty boleh pulang. " pinta Zizi.


Zizi merasa liburan nya akan jadi membosankan, hanya melihat Zaza selalu memamerkan Davin adalah orang yang paling baik di hidup nya. Karena pada dasar nya memang Zizi sangat berharap Zoe lah yang menjadi Daddy nya.

__ADS_1


Semua menatap ke arah Zee, tak terkecuali Davin. Namun setelah Zee juga menatap ke arah Davin, Davin memandang ke arah lain. Membuat Zee sakit lebih perih lagi. Ia bersikeras akan pulang bersama Zoe, ia mencoba memberi pengertian jika ia punya pekerjaan yang harus ia kerjakan di Indonesia.


Melihat Zizi bersedih, Moa pun memohon pada Zee, agar tetap tinggal. Ia berjanji akan membantu pekerjaan Zee dari sini.


Melihat Moa yang meminta, Zoe pun akhirnya menyuruh Zee agar tetap tinggal hanya untuk menemani Zizi. Karena Zee sangat menghormati juga menyayangi Zoe, ia pun menuruti keinginan Zizi.


Zee tetap tinggal menemani Zizi di vila ini, setelah nya ia akan pulang ke Indonesia.


Namun waktu satu minggu bukanlah waktu yang sebentar. Apalagi ia harus melihat Davin yang selalu memberikan perhatian pada Moa. Melihat pemandangan seperti itu hari hari membuat Zee semakin terluka saja.


Malam ini, adalah malam ke tiga setelah kepulangan Zoe. Itu tanda nya , masih ada emoat hari lagi ia di sana.


Sama seperti Zee, Zizi hanya diam saja saat Moa, Zaza dan Davin merencanakan acara pernikahan mereka. Karena rencana nya, pernikahan mereka akan di gelar di sini, Setelah mengurus perceraian dengan Zoe, Moa akan langsung menikah dengan Davin.


Moa sebenarnya dalam hati yang terpojok, Ia bingung dengan keadaan dua anak nya yang berbeda pilihan. Zaza yang sangat menginginkan Favin sebagai ayahnya, tapi Zizi sangat berharap dengan ayah kandung nya. Sedangkan Moa sendiri, jika boleh jujur, hati nya sudah terpatri oleh Zoe.


Cinta pertama untuk Davin, tidak bisa ia kembalikan lagi seperti dahulu. Sebuah rasa, Debaran, cemburu, itu hanya muncul ketika ia bersama dengan Zoe. Ia begitu cemburu jika Zoe bersama wanita lain, ia akan berdetak hebat jika berhadapan dengan Zoe. Namun jika bersama Davin, entahlah.... Moa sendiri tidak nyakin bisakah ia bahagia, Saat rasa untuk Davin sudah memudar.


Pagi ini Zee duduk termenung di halaman belakang. Tidak ada yang di rumah, karena semua berjalan jalan keluar bersama dengan anak anak.


Zee memutuskan tidak ikut, dengan alasan sedang pusing. Ia memilih untuk meminum teh dirumah.


Baru setengah jam Zee di tinggalkan, ia tidak menduga jika ternyata ada Davin yang kembali pulang ke Villa.

__ADS_1


Zee begitu terkejut, saat tiba tiba Davin menyodorkan plastik kehadapan nya secara tiba tiba.


Zee meraih plastik pemberian Davin, dan melihat isinya.


Zee membaca kegunaan obat itu, yang guna nya untuk sakit kepala.


" Jangan memberiku perhatian lebih, karena itu akan membuatku menaruh harapan untuk mu Davin. " ucap Zee


" Aku hanya tidak ingin di salahkan kakak mu, saat bersama ku, kamu dalam keadaan sakit dan aku membiarkan nya. itu sama saja aku menelantarkan mu. " jawab Davin ikut duduk di sebelah Davin


Zee menatap wajah Davin yang sedang menatap ke depan.


Zee tersenyum kecut, mendengar penuturan Davin. Ia sudah tahu, ini semua adalah sikap dari rasa tanggung jawab Davin sebagai laki laki.


" Jangan bersikap baik padaku dalam hal apa pun Davin. Karena itu akan meruntuhkan janjiku untuk tidak mendekati mu lagi. Kembali lah bersikap dingin padaku. Agar aku semakin nyakin untuk pergi meninggalkan mu. " ucap Zee


" Bagaimana jika aku ingin kamu tetap di sisiku. " ungkap Davin


" Berada di sisi mu ??? Maksud mu melihat mu bersama Moa, dan aku menghianati nya dari belakang. Tidak Davin.... Aku tidak segila itu. Aku tahu aku salah kemarin, tapi sekarang aku tidak akan mengulangi nya lagi. Aku sadar aku bodoh, aku sadar aku terlalu gegabah. Aku tahu aku sangat murahan.... " ucap Zee begitu menyesali perbuatannya kemarin. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.


Davin menggapai kedua tangan yang menutupi wajah Zee, seraya memandang wajah ayu Zee yang penuh air mata, bahkan pipinya sudah memerah karena air mata.


" Aku akan bertanggung jawab atas perbuatan kita. Tapi aku butuh waktu untuk menjelaskan pada Moa juga Zaza dan Zizi. Aku tahu cinta Moa hanya untuk Zoe, jadi apa salah jika aku ingin membuka hati untuk wanita yang sudah mengorbankan hal berharga nya untuk aku. " ucap Davin

__ADS_1


" Tidak Davin. Aku akan pergi, aku akan seperti Kak Zoe. Membiarkan mu bahagia dengan orang yang kamu cintai. Bukan dengan aku yang mencintaimu. Di sini, akulah yang bersalah, jadi aku lah yang harusnya mengalah dan pergi. Karena cinta tidak harus bersama, namun membuat orang yang kita cintai itu Bahagia. " jawab Zee berdiri.


__ADS_2