
Zoe melepaskan pelukan Jenifer.
" Pergilah. Aku masih sibuk. " kata Zoe
Kali ini Zoe sudah benar benar kecewa. Sebelumnya Zoe selalu mengalah pada kekasihnya itu. Ia bahkan bisa menerima kekurangan Jenifer yang sudah tidak suci lagi. Jenifer beralasan sebelum ia menjadi artis dan bertemu dengan Zoe. Jenifer di bodohi dengan di jebak berhubungan intim dengan salah satu Sutradara Film gadungan. Saat Zoe akan mengusut kasusnya, Jenifer menolak dengan dalih Sutradara palsu itu sudah di tangkap polisi dan di penjara seumur hidup. Karena tidak hanya dia yang jadi korban.
Tapi semakin kesini, Zoe merasa dirinya hanya dibodohi oleh Jenifer. Tidak sedikit uang yang harus ia bayarkan untuk membayar kartu kredit Jenifer. Dan uang itu hanya di belikan barang barang aksesoris yang harganya sampai milyaran.
" Zoe..... tunggu. Apa kamu marah dengan ku ? " tanya Jenifer berlari mengejar Zoe
" Lebih baik kamu selesaikan misi mu terlebih dahulu, baru aku akan memikirkan jalan keluarnya. " kata Zoe tetap berjalan.
Suasana hati Zoe sedang tidak baik. Ia lebih memilih pulang dari pada harus lembur. Zoe berencana akan pulang ke rumah utama untuk bertemu adiknya Zee. Dengan dia ia bisa sedikit terhibur juga akan ada Zack yang bisa mencairkan suasana. Bagaimana pun ketiga Saudara itu jika berkumpul sangat kompak dan rukun, semenjak ibunya meninggal dunia. Hanya semenjak Moa hadir di sana saja Zoe jarang pulang.
" Zoe... Apa maksud ucapan mu?? Aku tidak mengerti !! " kata Jenifer masih mengejar Zoe. Ia tidak rela pundi pundi rupiahnya hilang begitu saja, apalagi ia akan terbang ke Paris, Jenifer sudah merencanakan berbelanja barang barang branded dengan kartu kredit Zoe.
" Sudah Jenifer. Kejarlah mimpi mu. Aku capek, besok aku harus deadline lagi. " kata Zoe memasuki Lift di ikuti Jenifer di belakangnya.
Jenifer mencoba merayu Zoe dengan masih mendekati berusaha mencium bibir kekasihnya padahal di sana ada dua orang yang baru selesai lembur.
" Jaga sikap mu Jen. " Zoe mulai risi dengan perlakuan Jenifer yang tidak tahu malu.
Zoe masih merasa tercubit dengan ucapan Moa yang masih terngiang ngiang di telinga nya.
__ADS_1
' Aku memang sampah, tapi aku punya etika saat berbicara. Aku memang sampah jalanan, namun aku punya tata krama dalam beradab.'
' Ckkk...Ckkk !! Ingat Tuan Muda Zoe, sampah yang kamu acuhkan ini, lebih bermoral dari pada seonggok bangkai yang kamu simpan ! '
Kata kata Moa masih terngiang jelas di teling Zoe. Bahkan intonasi penekanan kata juga wajah Moa masih tersimpan di memori Zoe.
Sikap Moa yang di anggap anak kecil oleh Zoe, ternyata mampu bersikap dewasa dalam menyelesaikan masalah. Tidak seperti Jenifer yang walau sudah berusia dua puluh enam tahun tapi masih kekanak kanakan. Emosinya masih meledak ledak dalam menyelesaikan masalah. Dan kamarahan itu akan reda jika Zoe memberi hadiah.
Jenifer tau jika Zoe sedang marah padanya. Tapi ia pikir jika setelah pulang dari paris ia akan tinggal di apartemen Zoe sebulan, pasti Zoe akan luluh kembali seperti yang sudah sudah. Lagi pula Jenifer sudah janjian dengan sutradara film nya untuk berkencan di sana. Ia akan di beri fasilitas makan tidur mewah juga berbelanja sepuasnya dari kantong sang sutradara. Karena diam diam Jenifer juga ada hubungan dengan sang sutradara di belakang Zoe. Jenifer bahkan pernah berhubungan badan dengan aktor tampan hanya karena tergoda tubuh kekarnya. Namun semua itu tidak Zoe ketahui, karena Jenifer sangat pandai menutupi itu semua. Ia bermain api jika sedang di luar negeri saja.
Keduanya memutuskan berpisah di lobby, karena Jenifer sudah membawa mobil sendiri. Sedangkan Zoe memilih kembali ke basemant mengambil mobilnya yang terparkir di sana. Zoe akan pulang ke rumah utama, untuk mencari sedikit hiburan bersama kedua saudaranya.
Berbeda dengan Moa, ia yang berencana akan mencari tempat tinggal, terpaksa tidak jadi karena hari sudah mulai malam. Tidak baik jika ia mencari kontrakan malam malam pikirnya. Apalagi akan berbahaya baginya malam malam masih berkeliaran. Karena selama ini Moa adalah anak rumahan yang tidak pernah mengetahui dunia luar seperti apa. Hari harinya hanya sibuk belajar dan membereskan rumah, karena ibu tiri juga adiknya sering menyuruhnya membantu para asisten rumah tangga di rumahnya.
Sampai dirumah kediaman Ackerley Moa di kejutkan dengan teriakan Zee yang menggelegar di telinganya.
" Kak Moaaa..... " panggil Zee semangat, karena dia terlalu dimanja oleh ayah juga kedua kakaknya membuat Zee selalu bersifat seperti anak kecil pada orang orang terdekatnya. Namun jika ia tidak menyukai seseorang ia akan mengacuhkan juga bisa bersikap kasar dan tak sopan sama seperti kedua kakaknya.
" Lihatlah, kamu merusak gendang telingaku karena teriakanmu. Apa pita suaramu tidak bermasalah jika kamu berteriak seperti itu? " tanya Moa yang suasana hatinya sedang buruk karena ulah Jenifer masih menerima sikap Zee yang seperti anak kecil. Padahal usia mereka sepantaran.
" Kak Moa, Kenapa dengan pipi mu?? Merah juga seperti bengkak? " tanya Zee yang akan membelai wajah Moa namun Moa menghindar. Sebenarnya Moa juga merasakan pipinya terasa panas. Namun ia tidak menyangka jika akan bengkak dan di ketahui semua orang.
" Tadi di jalanan saat menunggu taxi ada orang gila yang lupa ingatan mengira aku adalah selingkuhan suaminya. Ia menamparku sangat keras. " ucap Moa santai.
__ADS_1
" Kakak Moa tidak membalasnya?? " tanya Zee
" Jika aku membalasnya, bukan kah aku sama gilanya dengan orang gila itu. " kata Moa terseyum.
" Hahahh.... Kak Moa benar. Sini aku kompres dengan es batu, biar tidak bengkak. " kata Zee menarik tangan Moa ke dapur dan Moa terkejut ternyata di ruang tamu ada Zoe yang sudah berada disana. Sudah pasti ia mendengar ucapan nya yang mengatai kekasihnya orang gila.
" Tamatlah riwayat ku jika Zoe kembali mempermasalahkan aku mengatai kekasihnya. " batin Moa melewati Zoe yang sudah duduk di sofa.
Tapi ternyata dugaan Moa salah, karena Zoe diam saja. Bahkan seolah tidak memperdulikan keberadaan dirinya dan Zee. Ia sibuk bermain ponsel.
Zee mendudukan Moa di kursi dengan paksa, Moa hanya menurut saja seperti ia di perintah majikan nya.
Zee mengambil es batu dari dalam kulkas dan mulai menyiapkan kain juga baskom untuk Moa. Pelan pelan Zee menempelkan es batu dengan kain ke wajah Moa.
" Auwwww..... " reflek Moa berteriak saat es batu itu menempel di pipinya.
" Sakit ya kak??? " tanya Zee tak tega, karena terlihat raut kesakitan di wajah Moa.
Bersambung....
" Sakit gak..... Sakit gak ???? Ya sakit lah..... " jawab Author tapi.... 😁😁😁. Kalau jawab Zoe mungkin lain lagi.... Di tunggu terus kelanjutan nya ya... dengan mengasih hadiah akan membuat Author semangat terus up. Dan pasti melanjutkan benih benih cinta Zoe untuk Moa pastinya... Tapi tidak dengan Moa pastinya ya....😂😂😂😂.
Cuz berikan Vote kalian untuk meramaikan After Love Author yang masih sepi ini ya....😘😘😘
__ADS_1