
Bab. ke 4 hari ini.......
Berharap di kasih mawar dan kopi
JeDuarrrr..........
Kilat juga petir menyambar bersahut sahut, seola memperingatkan sepasang muda mudi yang bukan mahrom nya itu. Namun panas nya api gairah, tak bisa ia padamkan lagi. Terdengar suara petir yang sangat kencang, menjadi saksi terenggut nya mahkota kesucian Zee.
Davin melupakan jika penantian untuk Moa yang sebentar lagi ia miliki, harus ternodai. Yang ia rasakan hanya keindahan surga dunia, yang baru pertama kali ia rasakan. Sungguh Davin sudah terbuai dengan setiap balasan sentuhan Zee.
Davin menatap Zee, walau pun terlihat meringis kesakitan, namun ia tetap tersenyum untuk Davin, seolah ia sama sekali tidak menyesali sesuatu yang berharga harus di berikan pada seseorang yang bukan seharusnya ia berikan.
Malam ini begitu melelahkan untuk keduanya, sampai keduanya enggan untuk membersihkan diri, dan langsung tertidur begitu saja.
Pagi Ini Davin membuka matanya yang terasa berat, mengingat dimanakah dirinya saat ini. Ia menoleh pada punggung putih mulus yang sedang membelakangi nya. Barulah Davin sadar tentang apa yang mereka lakukan semalam.
Davin segera bangun melihat tubuhnya. Ia berharap jika semalam adalah mimpi. Namun ia dapati tubuhnya tak berpakaian, begitu pun dengan Zee.
Davin memijat kepalanya, dan gelisah. Sehingga membangunkan Zee.
Zee menoleh, dan menatap Davin yang sedang gelisah, dan nampak sangatlah jelas jika Davin menyesali perbuatannya.
" Percayalah Davin, sejak saat ini aku tidak akan menganggu mu lagi. Dan aku pun sudah tidak akan ikut campur urusan mu dengan Kak Zoe. Kalian berdua adalah orang yang sangat berarti untuk ku. Dan juga, aku tidak akan meminta pertanggung jawaban dalam bentuk apa pun padamu. Mulai saat ini, anggap saja apa yang kita lakukan semalam, tidak pernah terjadi. " kata Zee sambil memegang lengan Davin, kemudian ia beranjak menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Zee memunguti pakaian nya dan membawa nya ke kamar mandi. Sebenarnya ada rasa sakit bahkan sampai nyeri dihati, mendapati kenyataan jika apa yang ia miliki sudah tidak berharga lagi. Dan mirisnya, ia memberikan pada Pria yang tidak mencintai diri nya.
__ADS_1
Selesai membersihkan diri, Zee keluar dari kamar, semula Davin tak perduli, namun pikiran buruk mulai menggelayuti. Davin takut jika Zee melakukan bunuh diri.
Davin segera ikut membersihkan diri, dan memakai pakaian nya kembali, karena memang keduanya tidak mempunyai pakaian ganti.
Davin ikut keluar kamar, dan berjalan cepat mencari keberadaan Zee. Davin bisa bernafas lega, karena ternyata Zee duduk sarapan. Namun Davin merasakan sedikit rasa tak suka, saat melihat Zee duduk dengan seorang Pria. Dan terlihat Pria itu seperti mengagumi Zee.
" Cih... baru semalam kamu di bawah kungkungan ku. Sekarang begitu mudahnya dia tertawa dengan Pria lain. Apa memang serendah itu dan semurah itu dia menjajakan tubuhnya. " ucap Davin. Walau sesunggu nya ia menyadari jika dia lah orang pertama untuk Zee.
" Selesaikan makan mu. Kita akan cek out pagi ini." kata Davin setelah di dekat meja Zee, dengan pandangan tak suka.
" Putri, siapa dia?? " tanya Pria itu
" Emt.... dia .. dia kakak ipar ku. " jawab Zee
Nampaknya Zee tidak begitu menggubris ucapan Davin. Ia sibuk menghabiskan makanan pesanan nya.
" Kakak mu tadi sudah menelpon, dia bilang ada jalur lain yang bisa kita lewati untuk sampai Villa kembali. Jadi lebih baik kita segera mencari jalan lain itu. " ucap Davin sambil berlalu.
Entah apa yang di bicarakan Zee, saat Davin menoleh Zee belum juga beranjak. Bahkan ia tertawa lepas dengan Pria seumuran nya itu. Entah kenapa, ada rasa benci saat Davin melihat pemandangan itu. Apalagi rambut Zee yang digulung dan di ikat di atas, membuat leher Zee terlihat jenjang dan menggoda. Davin mulai merasakan sesuatu yang lain saat melihat leher Zee.
Lama Davin menunggu, Zee tak kunjung kunjung menyusul nya ke kamar. Kini Davin sudah mulai merasai gelisah, saat Zee bersama Pria lain. Davin ingin keluar dan memanggil Zee kembali. Saat Davin ingin membuka pintu , bertepatan dengan Zee yang sudah akan masuk ke kamar.
Davin langsung segera menariknya masuk. Secara sadar Davin ******* bibir Zee dengan rakus dan mendominasi. Ciuman Davin ia turunkan di leher dan menyesap nya, membuat tanda merah kebiruan di leher itu. Tak puas hanya satu tanda itu Davin membuat lagi, lagi dan semakin turun di dada Zee.
__ADS_1
Tak ada penolakan, juga tidak ada pergerakan sambutan, membuat Davin tersadar. Ia berdiri tegak kembali dan menatap Zee.
" Tok....Tok.... Tok.... !!! "
" Putri... Jadi bareng gak ?? " ucap Pria yang tadi duduk satu meja dengan Putri saat sarapan.
Zee mendorong tubuh Davin agar menjauh darinya.
" Ya aku jadi. Tunggu sebentar ya. " jawab Zee dari dalam kamar.
" Aku akan pulang dengan Pria itu. Kita akan bertemu nanti saat di Villa. " ucap Zee mengambil tasnya.
Tak lupa Zee memakai jaket dan menutupnya sampai ke atas, sehingga tak terlihat bekas kecupan Davin tadi.
" Apa maksudmu menutupi tanda itu?? Apa dengan menutupi tanda itu kamu bisa merayu Pria lain lagi, seperti semalam. Dan kenapa kamu tidak pulang bersamaku, bukankah kita berangkat bersama? " ungkap Davin tak suka juga terkesan meremehkan.
" Jika aku pulang bersama dirimu, dan Kak Moa melihat tanda ini karena tidak aku tutupi, kira kira apa kak Moa percaya, jika aku bilang ini di lakukan Pria tidak di kenal?? Tapi jika aku pulang bersama Pria itu, setidak nya jika Kak Moa tak sengaja melihat tanda ini, ia akan berpikir jika Pria itulah yang melakukan. Kecuali jika Kamu berencana menikahi ku, dan membatalkan pernikahan kalian, aku akan memberikan seluruh hidupku untuk kamu seorang. " ungkap Zee
Davin tidak menjawab, lama Zee mengharap jawaban iya dari Davin, tapi jangakan suara, pandangan pun tidak. Zee memutuskan kembali ke villa diantar oleh Pria kenalan nya itu. Sedangkan Davin mengikuti dari belakang, mobil Pria itu.
Sampailah Davin di Villa, ia mendapati Zoe sudah berinteraksi dengan Zizi. Mereka sedang bermain game online dan saling melawan. Keduanya sangat serius dalam memainkan nya. Sedangkan Pria kenalan Zee sudah kembali, setelah bersalaman dengan Moa juga Zoe.
Zee mendekati kakak nya, dan saling berpelukan. Setalah sekian tahun jarang bertemu, Zee mengenalkan Zoe pada Zizi dan Zaza jika Zoe adalah Kakak nya.
__ADS_1
Setelah melihat Davin, Zaza langsung meminta gendong, yang juga langsung di sambut oleh Davin. Zee menatap Davin saat menggendong Zaza, membuat dirinya melamunkan jika seandainya anak perempuan nya meminta gendong pada Davin, itu adalah hal yang paling bahagia untuk Zee. Namun sayangnya, Zaza bukan anak dari meeka berdua.