
Malam Hari
Moa berjalan bersama Wina dengan anggun. Di bantu Wina sedikit make up tipis, membuat Moa terlihat sangat cantik. Moa mengenakan dress tanpa lengan panjang, dengan rambut di sanggul modern keatas, membuat pundak Moa terekpos sangat putih dan mulus. leher jenjang Moa di pasang scarf leher pemberian Zoe, karena kebetulan scarf pemberian Zoe satu warna dengan gaun yang ia kenakan malam ini.
Semua yang hadir di sana membaur, tidak sedikit yang mengucapkan selamat atas keberuntungan yang ia dapat. Karena bagi mereka Moa yang paling beruntung, selain berhasil masuk ke babak selanjutnya, ia juga mendapat Mentor Pria tampan. mereka bercanda dan berharap Moa juga bisa mendapatkan Zoe, walau pada dasarnya Moa sudah mendapatkan Zoe.
Sejak Moa masuk, Zoe sudah melihat ke arah Moa. Namun Moa sama sekali belum melihat kehadiran Zoe.
Di tengah pesta, Moa bersama Wina menyantap cake coklat. Terlihat Moa sangat menikmati cake tersebut, sampai ia tidak memperhatikan orang sekitar, juga Zoe yang sejak tadi terus mencuri pandang ke arah nya, berharap Moa melihat penampilan nya malam ini.
Akhirnya Zoe yang sudah tidak sabar, melihat Moa yang sama sekali tidak menghiraukan kehadiran nya, mendekati Moa. Namun tertahan oleh Vivian, yang justru sudah bisa menemukan kahadiran Zoe.
" Selamat malam Zoe. " terlihat Vivian mencari perhatian Zoe, agar di puji kecantikan nya. Namun Zoe sama sekali tidak memuji apa pun, walaupun penampilan Vivian sudah sangat maksimal.
" Selamat malam Mizz Vian. " sahut Zoe. Ia berhenti tidak melanjutkan mendekati Moa. Karena tidak ingin Moa mendapat masalah dengan Para juri, karena ulah julid Vivian.
Zoe hanya menanggapi setiap ucapan Vivian tanpa ada niatan membuat pertanyaan, karena pikiran Zoe hanya pada Moa. Zoe berharap justru, saat ini jangan sampai Moa melihat kehadiran nya. Karena sebelumnya Moa sudah pernah salah sangka dengan hubungan mereka.
Tapi seolah takdir memang tidak bersahabat dengan Zoe. Di saat Zoe sedang terlibat perbincangan dengan Vivian, Moa justru sedang melihat kearah nya.
Satu tatapan yang membuat Moa tidak berpaling. Moa merasa panas, karena malam ini ia melihat Zoe bersama Vivian lagi. Padahal tadi siang ia sudah menaruh curiga, tentang apa yang mereka lakukan di ruangan mentor Zoe.
" Sebenarnya apa yang di rencanakan Zoe? Kenapa apa yang aku lihat, dan apa yang qku dengar bertolak belakang. " batin Moa yqng masoh memandang Zoe, yang kemudian ia memutuskan kontak pandangan dengan Zoe, saat Zoe juga melihat ke arah Moa.
" Ya Tuhan, kenapa kamu seolah menghukum ku atas kesalahan yang ku perbuat. Kenapa di saat aku terus ingin di lihat, Engkau tidak memperlihatkan. Namun di saat aku tidak ingin di tatap, kenapa justru Engkau perlihatkan. " batin Zoe yang merutuki nasib, karena seolah takdir sedang mempermainkan perasaan nya.
__ADS_1
Padahal Moa sudah mempersiapkan penampilan yang paling perfect, bahkan tak lupa ia menutup lehernya dengan scarf pemberian Zoe, tapi kenapa di dalam pesta Moa justru mendapati Zoe sedang bersama Vivian.
Apalagi karena rasa cemburu, perasaan tak nyaman Zoe saat bersama Vivian sama sekali tidak terlihat. Ia hanya melihat Zoe sedang bersama Vivian, dan seperti terlibat perbincangan hangat.
Moa berusaha mengusai diri, ia terlihat biasa saja mendapati pemandangan Zoe bersama Vivian.
" Kenapa kamu seolah tidak perduli denganku Moa? Apa benar rasa cintamu benar benar tidak ada untuk ku? " batin Zoe saat melihat Moa yang sama sekali tidak memperhatikan dirinya lagi, walau sesungguh nya Moa tidak ingin melihat Zoe, karena Moa tidak ingin terbawa emosi melihat kedekatan kedua nya.
Acara demi acara terlewati. Kini Moa sudah tampil di podium, ia masih harus menunggu pembekalan dari para Mentor. Sedangkan para model di persilahkan kembali ke kamar terlebih dahulu.
Moa melihat Vivian yang terus menempel pada Zoe. Akhirnya Moa memilih pindah tempat, agar menjauh dari lokasi kedua nya.
Selesai pembekalan, Moa turun dari podium di bantu oleh Zoe, karena memang posisi nya harus menuruni tangga. Karena Moa turun paling akhir Zoe membisikan sesuatu di telinga Moa dan tidak ada yang melihat.
Moa sama sekali tidak menjawab, juga tidak menatap Zoe, seolah tidak mendengar apa yang di ucapkan Zoe.
" Jika kamu mengacuhkan aku, aku akan kembali naik ke podium dan memberitahukan jika kamu adalah istriku, dan kamu akan di diskualifikasi, karena akulah yang memberi nilai lebih di sini. " ucap Zoe sontak membuat Moa menatap ke arahnya.
" I Love You. " ucap Zoe saat pandangan mereka bertemu.
Moa masih enggan berbicara pada Zoe, ia memilih segera menjauh dari Zoe. Moa berjalan keluar, ingin kembali ke kamar.
Moa berjalan menuju lift, saat Moa masuk lift dan lift akan kembali tertutup Zoe ikut masuk. Di dalam lift hanya mereka berdua, Zoe segera memeluk Moa kedalam dekapan nya. Zoe menarik scarf yang mengikat di leher Moa hingga terlepas.
" Zoe.... Jangan seperti ini. " ungkap Moa risi dengan yang di lakukan Zoe menciumi leher jenjang Moa.
__ADS_1
Tring......
Lift terbuka di lantai delapan, namun Zoe menutup kembali, dan menahan Moa untuk keluar. Zoe menekan lift diangka tujuh.
" Biarkan aku keluar Zoe. " Moa mencoba memberontak dari dekapan Zoe
" Jika kamu tidak mau ke kamarku, aku yang akan ikut ke kamar ku bagaimana?? Biarkan teman mu mengetahui sesungguh nya hubungan kita. " ancam Zoe
Moa akhirnya hanya diam pasrah, karena ia tahu Zoe tidak pernah main main dengan ucapan nya. Moa masih belum ingin memberitahukan kepada Wina yang sesungguh nya. Moa tidak mau orang orang mengetahui yang sebenarnya.
Tring.....
Lift kembali terbuka dia lantai tujuh, Zoe membawa Moa masuk ke dalam kamar nya yang bertulis angka satu kosong tujuh.
Begitu Sampai dalam, Zoe menutup pintu dan langsung mencium bibir Moa dengan rakus nya. Zoe benar benar lepas kendali karena untuk pertama kalinya Zoe melihat Moa menggunakan gaun, juga melihat Moa sedikit bermake up, membuat denyut nadi Zoe terus berdenyut keras.
" Aku sangat mencintaimu Moa. Sangat mencintaimu.... " ucap Zoe di sela ciuman nya.
Moa mendorong tubuh Zoe dari dekapan nya.
" Katakan padaku, apa yang kamu rencanakan padaku Zoe? " tanya Moa serius.
Karena sejak tadi, Moa selalu menampakan wajah serius, tanpa ada satu senyum pun terulas dari wajah cantik nya. Moa masih sedikit marah melihat kedekatan Zoe dengan Vivian.
" Rencana ? Rencana apa maksud mu Moa ? " tanya Zoe yang akan kembali mencium bibir tipis Moa, namun Moa menahan dengan telapak tangan dan pandangan yang tidak bersahabat.
__ADS_1