After Love

After Love
Bab. 85 Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir mereka menginap di Villa. Untuk mengisi perpisahan dengan Zee, mereka mengadakan barbeque di halaman belakang samping gazebo.


Zee yang biasa nya mangkir di setiap agenda kegiatan di Villa, karena ini acara untuk melepas kepulangan nya ke Indonesia, maka malam ini Zee pun ikut serta.


Terlihat raut kegembiraan dari semuanya. Zee dan anak anak mempersiapkan daging yang akan di panggang, Davin mempersiapkan panggangan, sedangkan Moa menyiapkan piring segala peralatan juga bahan untuk makan malam di dapur.


Zee ikut menggelar tikar di tengah halaman, dan membantu Moa membawa bahan bahan dari dapur kemari.


Semua sudah siap, hasil panggangan pun sudah banyak. Mereka menikmati makan malam di kebun Villa belakang. Terasa sejuk dingin dan tenang.


Mereka bercerita cerita, dari obrolan santai ini, barulah mereka mengetahui jiwa seni Zee, ternyata dia bisa memainkan gitar. Namun sayang gitar itu tidak ada, sehingga Zee tidak bisa memamerkan kebolehannya. Namun anak anak meminta Zee memperlihatkan saat acara pernikahan Mommy juga Uncle Davin nya.


Dari sini pula lah mereka dapat tahu, jika minggu depan Zee akan terbang ke Swiss untuk bekerja. Ia mendapat panggilan, setelah sahabatnya memasukan lamaran ke Perusahaan yang sama dengan nya. Sahabatnya ini adalah orang yang mengajari Zee main gitar dulu.


" Teman Anty Zee laki laki atau perempuan??? " tanya Zaza


Zee menatap Moa juga Davin bergantian, lalu menjawab


" Dia...... Laki laki " jawab Zee


" Apa Zaza mau ikut??? " tanya Zee mengalihkan perhatian


" Tidak !!! Mana mungkin aku meninggalkan Mommy ku yang akan menikah dengan Uncle Davin. " celetuk Zaza


Zee tersenyum getir mendengar jawaban Zaza, namun ia mencoba tersenyum lebar, agar tidak ada yang tahu jika sebenarnya hatinya terluka mendengar jawaban dari Zaza.

__ADS_1


Malam semakin larut, anak anak juga sudah terlihat mengantuk, begitu juga dengan Moa. Zee meminta Moa, agar menjaga dan menemani anak anak saja supaya lekas tidur, karena mereka terlihat sangat mengantuk.


Zee membereskan segala peralatan dan mencucinya di dapur. Sedangkan Davin membersihkan halaman belakang. Tanpa terasa pukul satu Zee baru selesai membereskan semua peralatan.


Zee keluar ke halaman belakang, memastikan jika Davin sudah selesai, sehingga mereka bisa istirahat bersama. Sunyi yang Zee rasakan, juga sepi, Zee berpikir jika Davin sudah lebih dahulu masuk. Begitu Zee berbalik badan akan masuk ke dalam Villa, dirinya di kejutkan dengan hadir nya Davin tepat di hadapan nya.


Karena Zee terkejut, ia ingin berteriak namun langsung di bekap dengan tangan Davin.


Davin membawanya kembali keluar halaman belakang.


Davin mencium bibir Zee dengan rakusnya, sangat tidak terpikir oleh Zee, Davin yang begitu mengacuhkan nya, Sekarang menciumnya penuh hasrat. Seolah tak puas, Davin turun mencium leher dan masih turun ke dada Zee. Disana ia meninggalkan banyak tanda.


Zee mendorong tubuh Davin. Ia sangat takut jika Moa terbangun dan memergoki aksi mereka.


" Kamu yang memulai Zee, jadi jangan salahkan aku jika meladeni nya. " ucap Davin kembali mencium bibir Zee. Bahkan tangan Davin tak bisa diam, ia sudah berani masuk kedalam kaos Zee.


Karena suasana malam yang sudah terlalu larut malam, sehingga hanya gagang pintu sedang akan di buka pun terdengar saking sunyi nya.


Zee segera memisahkan diri keluar dari pelukan Davin. Dan geser agak menjauh. Terdengar suara datang menghampiri mereka.


" Zeee...... " suara parau Moa terdengar dari dapur mencari keberadaan sosok Zee


" Iya Kak.... " jawab Zee berjalan mendekati Moa.


Setelah bertegur sapa, mereka akhirnya memutuskan untuk tidur ke kamar.

__ADS_1


Tinggal Davin yang di halaman belakang sendiri. Di sentuh bibirnya, ia tersenyum setidaknya sedikit kerinduan nya pada Zee, sedikit terobati. Entahlah, karena setiap malam nya yang selalu memimpikan Zee, ia bisa merindukan sosok Zee di hidup nya. Entah karena cinta atau karena nafsu, Davin sendiri belum bisa menjawabnya.


Pagi ini Semua sudah bersiap, Mereka akan kembali ke Apartemen milik Moa terlebih dahulu. Rencana nya besok Zee akan pulang ke Indonesia diantar oleh Moa dan Davin.


Tapi nyatanya, dengan alasan teman Zee yang akan mengantar, malam ini Zee berangkat pulang tanpa berpamitan dengan Davin. Ia sendiri yang memutuskan untuk mengalah. Ia sudah bertekad untuk tidak menyakiti hati Zaza. Bagaimana pun ia masih terlalu kecil untuk terluka. Biarlah dia sendiri yang menerima konsekuensinya, toh ia melakukan hal bodoh itu juga atas kemauannya sendiri, bukan karena paksaan.


Moa sudah mendapatkan surat perceraian dari Zoe, Sesuai janji Zoe, dia tidak mempersulit aidang perceraian nya. Walau sebenarnya Zoe sangat tidak merelakan, namun ia sudah berjanji pada diri nya sendiri, untuk selalu mengedepankan kebahagiaan Moa, sekalipun itu diatas penderita nya sendiri.


Hari ini Moa mengenakan gaun pengantin, rencana nya acara pernikahan mereka akan di laksanakan di gedung hotel yang sudah di persiapkan Davin. Sesuai keinginan Zee, Davin melanjutkan pernikahan nya dengan Moa, agar tidak menyakiti Zaza.


Ada raut kesedihan di hati Moa, entah mengapa hati nya begitu menyesal telah menerima lamaran Davin kemarin. Namun ia sendiri takut untuk membatalkan pernikahan ini. Belum lagi, ia takut jika menyakiti hati Zaza jika ia mengagalkan acara pernikahan ini sepihak. Ia juga takut akan mengecewakan Davin, karena setelah sekian lama nya Davin sudah rela bersabar, dan juga mau menerima segala kekurangan nya.


Acara pernikahan ini sangat sederhana, karena pernikahan Moa ini juga tidak menghadirkan keluarga Moa, dengan berbagai alasan, sehingga pihak kua mau menerima alasan tersebut. Hanya Ayah dan Ibu Davin yang hadir di acara pernikahan ini. Davina pun tak bisa hadir, dengan Alasan Zack tidak mengijinkan.


Terlihat raut kebahagiaan di wajah Zaza saat dirinya di rias oleh pihak Mua. Dengan gaun putih senada dengan Moa, ia berjalan sangat anggun. Sedangkan Zizi memakai setelan jas senada dengan Davin terlihat sangat tampan.


Mereka semua bersiap untuk datang ke gedung hotel, karena Davin sudah menunggu disana. Sedangkan Moa dan anak anak masih di rias di apartemen miliknya.


Semua sudah selesai, Moa memutuskan untuk berangkat dengan mobil yang sudah di persiapkan. Ia turun dengan anggun, Moa terlihat sangat cantik dengan balutan gaun warna putih.


Moa memasuki mobil yang sudah di persiapkan, begitu juga dengan anak-anak. Zaza dengan antusias memilih duduk di depan, ia ingin menjadi saksi pertama kebahagian orang tuanya, sehingga ia memilih di depan.


Membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam, akhirnya mereka sampai pada sebuah gedung yang sudah tertera nama Davin - Moa di sana.


Terlihat Zaza turun terlebih dahulu ingin membuka kan pintu untuk Mommy nya.

__ADS_1


Tapi..........


Bersambung........


__ADS_2