
Siang ini Zoe menepati janji nya untuk tidak menghampiri Zaza di gerbang sekolah. Namun ia masih saja seperti orang yang tidak memiliki pekerjaan. Seharian ini Zoe hanya berada di dalam mobil, menyaksikan Zizi dan Zaza di dalam sekolah.
Siang ini seperti biasa Moa menjemput baby Twin. Terlihat Moa menghampiri anak kesayangan nya. Ia mencium pipi kedua anaknya bergantian. Walau Zizi menolak untuk di cium, karena ia sudah merasa malu.
Zoe melihat kebersamaan itu, ia melihat sosok Moa yang begitu lembut untuk anaknya. Jauh dari Moa saat masih bersama dulu. Yang dulu sering emosi, tak di sangka Moa bisa mempunyai sisi lembut juga penyayang.
Zoe mengikuti mobil Moa, hingga Sampai di apartemen seperti biasa, setelah Moa mengantar anak anak sampai ke Apartemen ia akan kembali ke Butik untuk melanjutkan pekerjaan.
Sisi tangguh dan tanggung jawab Moa, membuat Zoe benar benar malu. Sebenarnya setelah ia mendapatkan hasil dna kemarin, Zoe ingin menemui Moa dan langsung memberi tahu kembar. Namun niat itu ia urungkan lagi, ia tidak akan egois lagi. Biarlah ia membantu segala keperluan Moa dan anak anak nya dari jauh. Tanpa harus Moa tahu. Berada di sekitaran mereka, menurut Zoe sudah benar. Ia tidak mau membuat luka Moa kembali. Jika seandainya waktu memang menjodohkan mereka, Zoe merasa itu adalah bonus.
Cukup berdiam diri dan menebus kesalahan dari belakang, mungkin itu adalah cara untuk menebus kesalahannya di masa lalu.
Zoe yang sudah melihat Moa kembali ke Butik, memutuskan untuk mengikuti. Ia ingin melihat dimana tempat Moa bekerja. Lagi lagi Zoe harus menerima kenyataan pahit, karena ternyata di Butik Moa, sudah ada mobil Davin di sana. Davin keluar dengan membawa banyak bekal makan siang, yang bisa di prediksi jika mereka akan makan siang bersama.
__ADS_1
Ingin rasanya Zoe keluar dari mobil dan membawa Moa pergi dari sana. Namun Zoe urungkan kembali, bukankah ia sudah berjanji, hanya akan di belakang Moa, dan melindungi, bukan untuk mengacaukan.
Untuk menghindari rasa perih yang melanda, Zoe memutuskan kembali ke apartemen. Melihat anak anak mungkin adalah obat yang mujarab untuk menyembuhkan rasa perih di hati nya.
Sampai di Apartemen, Zoe mengetuk pintu rumah Moa. Dengan pelan dan ragu, Zoe mengulang mengetuk pintu itu lagi.
Zee yang sudah mengintai wajah Zoe dari sebalik pintu membuka lalu menutup kembali. Ia memarahi kakaknya agar tidak terlalu gegabah, biarkan pelan pelan Zee membicarakan dengan Moa secara baik dan lembut, agar tidak terjadi perselisihan terlebih dahulu. Sehingga Zoe dapat merawat kembar secara baik baik tanpa melukai kedua belah pihak.
Dengan perasaan sedih, akhirnya Zoe mengalah. Karena apa yang di katakan Zee benar. Ia tidak akan melukai hati keduanya.
Zoe hanya bisa mengikuti dari jarak yang sangat jauh, supaya tidak di curigai oleh Moa dan Davin. Ia bisa mengikuti dengan petunjuk gps dari Zee.
Menjelang malam, mereka tiba di sebuah Villa kecil nan Asri. Walaupun tidak di jaga, namun Vila itu seperti nya sering di bersihkan karena terlihat bersih dan rapi.
__ADS_1
Liburan yang semula hanya dua hari, kini sudah melewati. Karena Zaza dan Zizi yang menyukai kesunyian juga tempat yang sangat asri, mereka belum mau diajak pulang. Alhasil keperluan yang mereka siapkan sudah habis. Mulai dari snack, susu, juga makanan sudah habis.
Sore ini rencana nya, Davin dan Moa akan berbelanja. Tapi karena cuaca sangat mendung, ada perasaan tak enak di hati Zizi. Membuatnya melarang Mommy nya ikut berbelanja, dengan alasan ia tidak mau di tinggal. Alhasil Zaza pun ikut merengek agar Mommy nya tidak ikut. Karena Zaza nyakin jika firasat Zizi sering tepat. Zaza bahkan juga melarang Davin agar besok pagi saja berbelanja, dan semua bisa ikut. Karena memang, tempat perbelanjaan sangat jauh dari tempat liburan mereka. Perlu waktu dua jam untuk sampai kota tempat perbelanjaan.
Namun Davin kasihan, karena susu si kembar habis. Dan setiap malam biasanya harus meminum susu. Akhirnya Davin berniat akan berbelanja sendiri saja. Ia menyakinkan jika tidak terjadi apa apa. Jika hujan, toh Davin naik mobil juga ada payung, di dalam mobil.
Karena Davin bersikeras akan berbelanja sendiri, pada akhirnya Zee pun menawarkan diri mau membantu, karena yang akan di beli banyak. Rencananya mereka masih akan menginap satu minggu ke depan. Jadi masih membutuhkan banyak bahan makanan, juga keperluan lain tentang dunia ibu ibu.
Semula Davin menolak, dan menyuruh menuliskan saja seluruh keperluan itu di kertas, namun karena Moa membenarkan ada baik nya Zee ikut agar bisa membantu, akhirnya Davin mengalah. Davin dan Zee jadi berbelanja bersama.
Pukul lima Davin dan Zee berangkat, Zee duduk di samping Davin. Di sepanjang perjalanan mereka diam membisu. Semenjak pertengkaran saat Zee terang terangan selalu menolak kehendak Davin. Juga menunjukan rasa tidak suka saat Davin berdekatan dengan Moa. Sejak itu pula Davin selalu menunjukan wajah dingin, juga rasa tidak suka yang berlebihan pada Zee. Bahkan di sela kebersamaan mereka, Davin seolah tidak menganggap kehadiran Zee sama sekali. Membuat Zee memilih tidak berurusan dengan Davin.
Sampai lah mereka di pusat perbelanjaan. Davin menyuruh Zee untuk menunggunya, karena ia akan keluar terlebih dahulu dan membuka kan pintu mobil. Cuaca yang semula sangat gelap, bertambah sangat gelap bahkan di tambah angin kencang. Membuat Davin dan Zee berteduh dalam satu payung yang sama, untuk bisa masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu.
__ADS_1
Semula mereka berjauhan, namun saking derasnya membuat mereka saling berdekatan agar tidak kehujanan, ditambah angin yang kencang, membuat mereka memegang gagang payung bersama agar tidak terbang tertiup angin.
Sampai lah mereka di tempat perbelanjaan. Untung mereka tidak terlalu ke basahan, sehingga tidak perlu membeli baju ganti. Mereka seperti pasangan suami istri terlihat rukun saat membelanjakan barang barang keperluan. Tidak segan Davin bertanya tentang kegunaan barang yang ia pegang, atau perlukah barang ini itu untuk keperluan. Sedangkan Zee juga menjawab dengan baik apa yang di pertanyakan Davin, sehingga komunikasi mereka sejauh ini mulai membaik. Tanpa mereka sadari mereka sudah menarik tiga troli penuh. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri belanja mereka. Karena malam sudah tiba juga toko yang akan di tutup karena buruknya cuaca, juga informasi akan ada angin besar, Davin dan Zee memutuskan akan segera kembali.