
❤️❤️❤️Boleh ya Author minta gift Bunga dan like kalian 😉😉😉❤️❤️❤️❤️
" Aduh jantung,, kenapa dengan jantungku. Aku tidak boleh terpesona dengan ketampanan pria ini. Memang sih tampan, tapi kata katanya sepedas cabai lepel akhir. Belum lagi perlakuan nya sangat menjijik kan. " batin Moa berperang dengan perasaan nya sendiri yang mulai tergoyahkan oleh pesona Zoe.
Moa mencoba mendorong tubuh Zoe dan mencoba berdiri. Namun naas Zoe menarik handuknya hingga terlepas dari tubuh Moa. Moa yang sudah terlanjur malu, langsung bergegas ke ruang ganti dan mengunci nya, membiarkan handuk nya berada di tangan Zoe.
" Sial.... !!! Kenapa bisa seperti ini. " gumam Moa. Dirinya sangat malu bisa telanjang di hadapan laki laki. Apalagi pria itu adalah orang yang ia benci.
Zoe sempat tertegun melihat keindahan tubuh Moa, yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan jika Moa memiliki tubuh yang seindah itu.
Zoe menatap handuk di tangan nya yang masih basah. Tanpa sadar Zoe mencium handuk itu. Sangat wangi menurut pemikiran Zoe.
Lama Zoe menikmati aroma handuk Moa, sampai ia di kejutkan dengan pintu walk in closet yang di buka oleh Moa. Sejenak Moa melihat Zoe yang masih mencium handuk di tangan nya. Ada rasa keanehan yang di rasakan Moa.
Zoe yang merasa kikuk karena kedapatan mencium handuk segera bangun. Ia memberikan salep kepada Moa.
" Pakailah. Bagaimana pun semua itu terjadi karena kesalahan ku. Itu hanya wujud tanggung jawab ku,jangan berpikiran lebih. " kata Zoe bergegas keluar bahkan ia lupa tidak meletak kan handuk. Zoe membawa handuk itu pergi, entah ia sengaja membawa atau memang ia lupa mengembalikan pada pemiliknya.
Moa menatap salep yang di berikan Zoe, obat pereda nyeri juga bengkak. Sejenak Moa meletakan salep itu dan mengabaikan di meja rias begitu saja. Namun saat ia melihat wajahnya dari pantulan cermin, ia mengambil kembali salep itu.
Moa membuka wadah salep itu dan mulai membuka perlahan. Moa mengoleskan salep itu ke wajahnya. Pikiran nya melayang dengan pertengkaran nya dengan Jenifer sore tadi. Jika di pikir ingin rasanya Moa menampar balik wajah wanita itu. Namun ia masih menjaga perasaan nya, karena ada waktunya sendiri ia akan membalas lebih menyakitkan dari yang ia rasakan saat ini. Walaupun belum terpikirkan balasan seperti apa yang akan ia berikan nanti.
Tok...Tok....tok...
__ADS_1
Terdengar pintu Moa di ketuk dari luar.
" Kak Moa... Boleh aku masuk?? " terdengar suara Zee bertanya pada Moa
" Masuklah Zee !! "
Zee membuka pintu dan mendekati Moa yang masih mengoles salep pada wajahnya.
" Kak... Ayah sudah pulang, Ayo turun makan malam dulu. Eh iya kak, apa kakak sudah mencoba baju tadi? " tanya Zee
" Belum. Tapi tenang aja Zee, aku pasti akan memakainya. " jawab Moa
" ayo kita turun. "
Terlihat Zack terseyum saat melihat Moa terlihat dari tangga. Moa menggunakan piyama panjang Rambutnya ia gerai karena ia baru keramas. Moa membalas senyuman Zack dan mengucapkan terima kasih saat sudah berada dekat di meja.
Zoe merasa jika ucapan terima kasih juga senyuman Moa untuk dirinya, juga mengulaskan senyuman tipis.
" Apa kamu menyukainya?? " tanya Zack
" Ya bolehlah ...bolehlah.. " jawab Moa dengan sedikit tertawa dan tatapan nya masih pada Zack dan mereka saling tertawa.
Zoe merasa jika salah sasaran pun berdehem untuk menutupi malunya.
__ADS_1
" Apa makan malam ini akan di mulai tengah malam santai sekali, sudah tahu di tunggu tapi tak tahu malu sekali masih saja sibuk bercengkrama. " ucap Zoe dengan intonasi tak suka karena kesal karena melihat kedekatan Moa juga Zack.
" Benar bukan... Hati manusia satu ini mudah sekali berubah ubah. Mulai dari tadi sore saat ia membela Jenifer ia bersikap kasar pada ku. Tapi saat di kamar berdua, dia sudah seperti seorang suami yang memperlakukan istri dengan sangat baik. Dan sekarang sudah kembali menjadi harimau yang sudah kelaparan. Dasar Bunglon tua. " batin Moa jengkel
Setelah semua siap mereka makan malam, tanpa ada yang bersuara, mereka larut dalam pikiran masing masing. Moa sendiri sibuk makan, ia merasa kelaparan jadi ia tanpa malu makan malam dengan porsi makan yang tidak sedikit. Tanpa menyadari Zoe juga sering menatap Moa saat makan.
Hanya ayah mereka saja yang menyadari jika Zoe sering memperhatikan Moa. Karena Moa sendiri yang di perhatikan nampak acuh sibuk memakan hidangan nya. Moa sama sekali tidak mau melihat Zoe, karena akan merusak nafsu makan nya, pikir Moa saat itu.
Acara makan malam selesai tanpa ada yang bersuara. Setelah selesai Moa membantu asisten rumah tangga ke belakang. Semua nampak tak ada yang melarang karena dulu pernah melarang tapi Moa bersikukuh ingin membantu, sudah kebiasaan di rumah jawabnya. Hanya Zoe yang sebenarnya ingin melarang tapi gengsi saja.
Setelah semua sudah di taruh belakang, Moq lebih memilih duduk di teras seperti kebiasaan nya. Bahkan Moa, Zack dan Zee kadang berenang malam bareng karena merasa gerah. Tapi hari ini tidak, Moa hanya duduk saja di tepian kolam renang yang ada kursinya di sana.
Pandangan nya ke atas melihat banyak bintang bertaburan. Sampai ia tidak menyadari jika sudah ada Zack di samping kursinya.
" Jangan bengong, nanti kesambet hantu kolam renang baru tahu rasa. " ledek Zack
" Mana mungkin, yang ada hantunya takut ama aku. Kan aku pawangnya.. "
Keduanya tertawa renyah, tanpa keduanya sadari ada Zoe yang sedang berdiri bersandar pintu menatap mereka.
Zoe tak menyangka jika Zack sudah sedekat itu dengan Moa. Bahkan Moa yang ia pikir sulit untuk di ajak bercanda, ternyata punya selera humor. Padahal jika sedang bersama dirinya Moa hanya menampakan aura permusuhan saja, tanpa ada tata krama.
Setelah tertawa tawa mereka terlibat obrolan serius yang tak bisa di dengar oleh Zoe, sebenernya Zoe sangat penasaran karena keduanya terlibat pandang pandangan. Sampai Zoe tersadar dan bertanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
" Ada apa dengan ku ini?? Kenapa justru aku memikir wanita itu terus. Tidak, Jenifer sudah setia padaku selama bertahun tahun, dia pasti akan sangat terluka jika aku menghianatinya. " batin Zoe sambil berbalik masuk ke rumah dan memutuskan kembali ke apartemen nya.